Nyanyian Bapa Kita

Minggu, 26 April 2020

Nyanyian Bapa Kita

Baca: Zefanya 3:14-20

3:14 Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bertempik-soraklah, hai Israel! Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem!

3:15 TUHAN telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atasmu, telah menebas binasa musuhmu. Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi.

3:16 Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: “Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu.

3:17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,

3:18 seperti pada hari pertemuan raya.” “Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela.

3:19 Sesungguhnya pada waktu itu Aku akan bertindak terhadap segala penindasmu, tetapi Aku akan menyelamatkan yang pincang, mengumpulkan yang terpencar dan akan membuat mereka yang mendapat malu menjadi kepujian dan kenamaan di seluruh bumi.

3:20 Pada waktu itu Aku akan membawa kamu pulang, yakni pada waktu Aku mengumpulkan kamu, sebab Aku mau membuat kamu menjadi kenamaan dan kepujian di antara segala bangsa di bumi dengan memulihkan keadaanmu di depan mata mereka,” firman TUHAN.

Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai.—Zefanya 3:17

Nyanyian Bapa Kita

Sahabat saya, Dandy, senang menyemangati orang lewat nyanyian. Suatu hari kami sedang makan siang di restoran favoritnya ketika ia menyadari bahwa seorang pelayan restoran sedang bersusah hati. Ia mengajukan beberapa pertanyaan kepada pelayan itu dan mulai menyanyikan lagu yang bernada ceria untuk menyemangatinya. “kamu baik sekali, Pak. Saya benar-benar terhibur. Terima kasih banyak,” kata pelayan itu sambil tersenyum lebar dan menuliskan pesanan kami.

Dalam kitab Zefanya kita menemukan bahwa Allah senang bernyanyi. Lewat kata-katanya, Nabi Zefanya dengan lihai menggambarkan Allah sebagai musisi yang senang bernyanyi untuk dan bersama anak-anak-Nya. Ia menulis bahwa Allah akan “bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai” (3:17). Allah berjanji akan selalu menyertai mereka yang telah diubahkan oleh belas kasihan-Nya. Namun, tidak sampai di situ saja! Dia juga mengajak umat-Nya, “bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati” (ay.14).

Sungguh tak terbayangkan apa yang akan terjadi ketika kelak kita berjumpa dengan Allah bersama dengan semua orang yang telah mempercayai Yesus sebagai Juruselamat mereka. Akan sangat menakjubkan mendengar Bapa kita di surga bersorak-sorai sambil bernyanyi untuk dan bersama kita yang merasakan kasih, perkenanan, dan penerimaan-Nya.—Estera Pirosca Escobar

WAWASAN
Bukan hal yang aneh lagi bila pembaca Alkitab kebingungan membaca nubuatan Zefanya yang singkat namun kuat—kitab kesembilan dari dua belas kitab nabi yang pendek (Nabi-nabi Kecil) dalam Perjanjian Lama. Zefanya (namanya berarti “Tuhan menyembunyikan” atau “ia yang disembunyikan oleh Tuhan”) adalah nabi yang hidup pada masa pemerintahan Raja Yosia (640–609 SM; Zef. 1:1). Tema yang dominan dalam kitab itu adalah penghakiman yang jangkauannya luas—penghakiman yang mencakup umat Allah: “ ‘Aku akan melenyapkan manusia dari atas muka bumi, demikianlah Firman Tuhan. Aku akan mengacungkan tangan-Ku terhadap Yehuda dan terhadap segenap penduduk Yerusalem’ “ (1:3-4). Istilah “hari TUHAN” (1:7)—saat terjadinya perhitungan Ilahi yang menjangkau secara luas terhadap kejahatan—digunakan selama tujuh kali dalam kitab ini, lebih banyak dari yang digunakan oleh nabi-nabi Perjanjian Lama lainnya. Namun, kitab ini diakhiri dengan sebuah catatan tentang harapan dan penyelamatan (3:14-20).—Arthur Jackson

Bagaimana cara kamu merayakan kasih Allah bagimu? Lagu apa yang Dia nyanyikan untuk dan bersamamu hari ini?

Bapa, kami tahu bahwa karena kesetiaan kami kepada Yesus, Engkau tidak hanya menerima kami tetapi juga bersukacita bersama kami dan berkenan atas kami, anak-anak-Mu. Terima kasih untuk kasih-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Samuel 23-24; Lukas 19:1-27

Bagikan Konten Ini
19 replies
  1. sherly
    sherly says:

    Terimakasih Tuhan untuk sgala berkat Tuhan. Terpujilah nama Tuhan skarang dan sampai slamaNya. Amin

  2. graciafna
    graciafna says:

    Terima Kasih Tuhan Yesus, Engkau sangat baik. Kira nya kami selalu rindu untui memuji dan memuliakan nama Mu. Amin..

  3. Kristin S Silaban
    Kristin S Silaban says:

    Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Allah pencipta segalanya. Biar kiranya hati kita bersukacita karena namaNya. Happy sunday.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *