Mengarungi Air

Senin, 27 April 2020

Mengarungi Air

Baca: Yesaya 43:1-7

43:1 Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.

43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.

43:3 Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu. Aku menebus engkau dengan Mesir, dan memberikan Etiopia dan Syeba sebagai gantimu.

43:4 Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.

43:5 Janganlah takut, sebab Aku ini menyertai engkau, Aku akan mendatangkan anak cucumu dari timur, dan Aku akan menghimpun engkau dari barat.

43:6 Aku akan berkata kepada utara: Berikanlah! dan kepada selatan: Janganlah tahan-tahan! Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh, dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi,

43:7 semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!”

Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau.—Yesaya 43:2

Mengarungi Air

Film The Free State of Jones yang mengambil latar belakang Perang Saudara Amerika Serikat berkisah tentang Newton Knight dan para desertir dari pihak Konfederasi serta para budak yang membantu pasukan Union dan kemudian menentang para pemilik budak setelah perang usai. Banyak yang menghormati Knight sebagai pahlawan, tetapi hidupnya sendiri harus diselamatkan dahulu oleh dua orang budak setelah ia desersi. Mereka membawanya jauh ke pelosok rawa yang terpencil lalu mengobati kakinya yang terluka sewaktu ia membelot dari pasukan Konfederasi. Seandainya kedua budak itu mengabaikannya, ia pasti sudah mati.

Bangsa Yehuda juga terluka dan putus asa karena tidak berdaya menghadapi musuh. Israel telah ditumbangkan oleh Asyur, dan Nabi Yesaya menubuatkan bahwa suatu hari nanti Yehuda juga akan ditaklukkan oleh musuh, yakni kerajaan Babel. Yehuda membutuhkan Allah yang mau menolong, yang akan menyelamatkan dan tidak akan meninggalkan mereka. Bayangkanlah betapa besarnya harapan yang timbul ketika mereka mendengar kepastian dari Allah: ”Janganlah takut, sebab Aku ini menyertai engkau” (Yes. 43:5). Apa pun musibah atau masalah yang akan mereka hadapi, Dia akan selalu menyertai mereka. Dia akan “menyeberang melalui air” bersama mereka dan membawa mereka ke tempat yang aman (ay.2). Allah akan “berjalan melalui api” bersama mereka untuk menolong mereka melewati api yang menghanguskan (ay.2).

Di sepanjang Kitab Suci, Allah berjanji menyertai umat-Nya. Dia akan menjaga kita, menuntun kita, dan tidak akan pernah meninggalkan kita—dalam hidup maupun mati kita. Ketika kamu berada di tempat-tempat yang sulit, Allah menyertaimu. Dia akan menolongmu menyeberang.—Winn Collier

WAWASAN
Dengan latar belakang penyerbuan Asyur (Yes. 10:3-6) serta kehancuran dan pengasingan oleh Babel (39:6-7), Allah meyakinkan umat Yehuda dengan berkata, “Janganlah takut!” (43:1). Allah mengingatkan bahwa mereka adalah umat pilihan-Nya dan memiliki hubungan pribadi yang istimewa dengan-Nya: “Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku” (ay.1). Allah juga dalam beberapa kesempatan meneguhkan kasih dan perlindungan-Nya: Dia menyatakan diri-Nya sebagai Pencipta, Penebus, dan Pelindung (ay.1-4) dan mendeklarasikan, “Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, yang Mahakudus, Allah Israel” (ay.3). Umat Allah tidak perlu takut terhadap bangsa Asyur atau Babel karena mereka sangat dikasihi Allah (ay.4). Sungguh bodoh bila mereka menggantungkan kelepasan mereka kepada yang lain selain Allah (31:1). Yesaya memanggil mereka agar bertobat dan “kembali kepada TUHAN… sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya” (55:7).—K.T.Sim

Hal apa yang sedang mengancam untuk menenggelamkanmu? Bagaimana janji penyertaan Allah dapat menguatkan hatimu hari ini?

Ya Allah, alangkah dalamnya air yang sedang kuhadapi saat ini, dan aku tidak yakin dapat menyeberanginya. Terima kasih karena Engkau berjanji menyertaiku dan membawaku melewatinya bersama-Mu!

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-raja 1-2; Lukas 19:28-48

Bagikan Konten Ini
35 replies
  1. hana
    hana says:

    Rasa aman bagi kita anak-anak Allah walaupun sedang dalam goncangan duniawi. allah selalu setia pada anakNya yang tak pernah berhenti berharap padaNya. Syukur bagi Dia Allah kita yang selalu setia menyertai dan menolong kita saat² tersulit sekali pun. “jangan takut”, terima kasih Tuhan untuk kepastian yang Tuhan berikan membuatku semakin teguh di dalam engkau

  2. intan ratmo
    intan ratmo says:

    amin. kiranya firman Tuhan senantiasa menguatkan kita.
    Tuhan juga menyertai warungsatekamu 😇❤

  3. Sulinda Manik
    Sulinda Manik says:

    Thanks buat Fiman hari ini.
    Ya Allah ,,,Lindungilah kami ,,,Selamatkanlah Kami dari Wabah Covid 19 ini.
    Semoga Pandemik covid 19 ini Segera Lenyap,,, Terimakasih ya Allah,,,dalam nama anakMu Tuhan Yesus Kristus ,,, Kami sudah Berdoa, Amin .

  4. Sofyan Lie
    Sofyan Lie says:

    Tuhan tak pernah mengingkari janji-Nya. Dia akan selalu bersama dengan kita dalam menghadapi segala persoalan yang ada.

  5. Renato
    Renato says:

    Allah berjanji menyertai umat-Nya. Dia akan menjaga kita, menuntun kita, dan tidak akan pernah meninggalkan kita—dalam hidup maupun mati kita. Ketika kamu berada di tempat-tempat yang sulit, Allah menyertaimu. GBU

  6. May
    May says:

    Tuhan hanya engkau tempatku mengadu apapun yang terjadi pada saat ini di dunia kupercaya kepadamu Tuhan pasti mendengar doa dan seruan umatKu

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *