Mari Memuji!

Selasa, 28 April 2020

Mari Memuji!

Baca: Mazmur 67

67:1 Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Mazmur. Nyanyian.

67:2 Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, Sela

67:3 supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.

67:4 Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu.

67:5 Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi. Sela

67:6 Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu.

67:7 Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita.

67:8 Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takut akan Dia!

Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai.—Mazmur 67:5

Mari Memuji!

Setiap kali alarm ponselnya berbunyi pada pukul 3.16 sore, Shelley berhenti dari kesibukannya dan mengambil waktu untuk memuji Allah. Ia mengucap syukur kepada Allah dan menyebutkan semua kebaikan-Nya. Meskipun ia terbiasa berkomunikasi dengan Allah sepanjang hari, Shelley senang meluangkan waktu khusus tersebut karena hal itu menolongnya menikmati hubungan yang akrab dengan Allah.

Terinspirasi oleh kesetiaannya yang penuh sukacita, saya pun bertekad mengambil waktu khusus setiap hari untuk bersyukur kepada Kristus atas pengorbanan-Nya di kayu salib dan juga mendoakan mereka yang belum percaya. Saya tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi apabila semua orang percaya mau berhenti sejenak dari kesibukan mereka untuk memuji Allah dengan cara mereka masing-masing dan tekun mendoakan orang lain setiap hari.

Gambaran indah tentang gelombang pujian yang mengalir sampai ke ujung-ujung bumi bergema lewat kata-kata dalam Mazmur 67. Pemazmur memohon belas kasihan Allah dan menyatakan kerinduannya agar nama Allah dikenal di antara segala bangsa (ay.2-3). Ia bernyanyi, “Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu” (ay.4). Ia bersukacita karena pemerintahan Allah yang adil dan tuntunan-Nya yang setia (ay.5). Sebagai saksi hidup atas kasih Allah yang besar dan berkat-Nya yang berlimpah, pemazmur memimpin umat Allah untuk menaikkan puji-pujian syukur yang gembira (ay.6-7).

Kesetiaan Allah yang tak berkesudahan kepada anak-anak-Nya yang terkasih mengilhami kita untuk memuji Dia. Saat kita melakukannya, orang lain dapat mengikuti kita untuk mempercayai-Nya, menghormati-Nya, mengikuti-Nya, dan mengakui-Nya sebagai Tuhan atas hidup mereka.—Xochitl Dixon

WAWASAN
Mazmur 67 adalah doa yang membawa berkat Allah untuk Abraham dalam Kejadian 12:1-3 dan berkat Harun pada Bilangan 6:24-27 (“TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau…”). Karena nyanyian ini menekankan pada hasil tanah sebagai berkat Allah (Mazmur 67:7), maka mazmur ini mungkin disusun untuk digunakan selama perayaan panen seperti Hari Raya Pondok Daun. Biasanya, dalam Perjanjian Lama kata yang diterjemahkan sebagai “bangsa” (Ibrani ‘am) mengacu terutama pada bangsa Israel; namun, Mazmur 67 mengisyaratkan bahwa berkat Allah pada “suku-suku bangsa” menjangkau hingga ke luar Israel dan kepada “bangsa-bangsa” (ay.4) dan dengan tegas menekankan lingkup universal dari kebaikan Allah. Melalui kebaikan Allah pada umat-Nya, Dia dikenal dan ditinggikan di seluruh bumi (ay.3), sebagaimana yang dijanjikan Allah pada Abraham.—Monica Brands

Dapatkah kamu meluangkan waktu beberapa menit hari ini untuk memuji Allah? Hal apa saja yang dapat kamu syukuri?

Allahku, Engkau layak menerima segala pujian kami!

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-Raja 3-5; Lukas 20:1-26

Bagikan Konten Ini
33 replies
  1. Ritha Selanno
    Ritha Selanno says:

    Puji Tuhan….Trimakasih utk pagi ini, Tuhan mengawali aktifitas kami di rumah saja berkati dan lindungi kami y Bapak Sorgawi…amin

  2. Kristin S Silaban
    Kristin S Silaban says:

    Diingatkan kembali, merasa tertegur selama ini apakah kita sudah ^menyediakan^ waktu khusus untuk berbicara dan mengucap syukur kepada Tuhan, walaupun pada kenyataannya sering kali kita bukan menyediakan waktu tapi memakai sisa waktu kita. Kiranya Ia memampukan kita untuk memiliki komitmen terus setia datang memuji dan memuliakan namaNya.

  3. lani
    lani says:

    Terimakasih renungan yg luarbiasa. memotivasi untuk konsisten mengambil waktu memuji Tuhan krna KasihNya sdh terlebih luarbiasa atas kita, kbnykn msh ada orang fokus dgn persoalany sndiri dn beban hidupny sehingga datang kpd Tuhan lebih berdoa untuk persoalan diriny smpai lupa segalany yg bisa juga kita bwa dlm doa(sya pun pernh seprti itu juga), tp ketika sy tersadar kasih Tuhan terus tak terbatas, sy belajar fokus atas berkat2 Tuhan dan penyertaanNya untuk percya dn tdk khawatir sy belajar bnyak menyembah Tuhan ketika doa krna ingat akan kasihNy dan belajar mulai mendoakn sekliling, jiwa2, bangsa negara, orang2 muda-tua yg blm percya , Terimakasih atas renungan yg sdh memotovasi kami orng Percya untuk mempunyai waktu luang untuk Bersyukur memuji Tuhan krn KasihNya besar PengorbanNya atas kita.GBU😇

  4. Santoso
    Santoso says:

    MemujiMU , menyembahMU …. Kau Tuhan Maha sempurna
    Terimakasih Dan Puji Syukur kami Hanya padaMU , ya Bapa yg kekal !

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *