Berani Menghadapi Tantangan

Sabtu, 25 April 2020

Berani Menghadapi Tantangan

Baca: 2 Raja-Raja 6:8-17

6:8 Raja negeri Aram sedang berperang melawan Israel. Ia berunding dengan pegawai-pegawainya, lalu katanya: “Ke tempat ini dan itu haruslah kamu turun menghadang.”

6:9 Tetapi abdi Allah menyuruh orang kepada raja Israel mengatakan: “Awas, jangan lewat dari tempat itu, sebab orang Aram sudah turun menghadang ke sana.”

6:10 Sebab itu raja Israel menyuruh orang-orang ke tempat yang disebutkan abdi Allah kepadanya. Demikianlah Elisa memperingatkan kepadanya, supaya berawas-awas di sana, bukan sekali dua kali saja.

6:11 Lalu mengamuklah hati raja Aram tentang hal itu, maka dipanggilnyalah pegawai-pegawainya, katanya kepada mereka: “Tidakkah dapat kamu memberitahukan kepadaku siapa dari kita memihak kepada raja Israel?”

6:12 Tetapi berkatalah salah seorang pegawainya: “Tidak tuanku raja, melainkan Elisa, nabi yang di Israel, dialah yang memberitahukan kepada raja Israel tentang perkataan yang diucapkan oleh tuanku di kamar tidurmu.”

6:13 Berkatalah raja: “Pergilah melihat, di mana dia, supaya aku menyuruh orang menangkap dia.” Lalu diberitahukanlah kepadanya: “Dia ada di Dotan.”

6:14 Maka dikirimnyalah ke sana kuda serta kereta dan tentara yang besar. Sampailah mereka pada waktu malam, lalu mengepung kota itu.

6:15 Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi ke luar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada di sekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: “Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?”

6:16 Jawabnya: “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.”

6:17 Lalu berdoalah Elisa: “Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.

Maka Tuhan membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.—2 Raja-Raja 6:17

Berani Menghadapi Tantangan

Tom mengejar anak-anak muda yang baru saja mencuri sepeda temannya. Ia tidak punya rencana apa-apa. Pokoknya ia ingin mengambil kembali sepeda itu. Namun, yang mengejutkan, ketiga pencuri itu melihat ke arahnya, menjatuhkan sepeda itu, dan kabur. Tom merasa lega sekaligus kagum pada dirinya sendiri. Saat mengambil sepeda tersebut dan membalikkan badannya, ia pun melihat Jeff, seorang teman berotot kekar yang dari tadi membuntutinya.

Bujang Elisa sempat panik ketika melihat kotanya dikepung oleh sepasukan tentara musuh. Ia berlari mendapati Elisa dan berkata, “Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?” Elisa meyuruhnya tenang, “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka”. Lalu Allah membuka mata pelayan itu dan ia pun melihat “gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa” (ay.15-17).

Dalam hidup mengikut Yesus, adakalanya kamu berada dalam situasi yang serba tidak pasti. Mungkin kamu harus mempertaruhkan reputasi, bahkan mungkin juga rasa aman, karena kamu bertekad melakukan hal yang benar. Mungkin kamu juga kurang tidur karena gelisah memikirkan hasil akhirnya. Ingatlah, kamu tidak sendirian. kamu tidak perlu menjadi lebih kuat atau lebih pintar daripada tantangan yang sedang kamu hadapi. Tuhan Yesus menyertai kamu, dan kuasa-Nya lebih besar daripada musuh apa pun. Tanyakanlah pertanyaan Paulus ini kepada dirimu sendiri: “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” (Rm. 8:31). Ya, siapa? Tidak ada. Karena itu, bersama Allah, beranilah menghadapi tantangan di depanmu.—Mike Wittmer

WAWASAN
Perikop hari ini menggambarkan realita menakjubkan tentang dunia yang memiliki dimensi fisik yang terlihat maupun dimensi rohani yang (lebih seringnya) tidak terlihat. Bujang Elisa panik karena ia tidak dapat melihat bala tentara yang mengelilingi mereka—“kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa” (2Raj. 6:17). Hal ini berlawanan dengan respon tenang Elisa ketika ia meminta Allah membuka mata bujangnya. Tidak diketahui bagaimana respon bujang itu setelah mendapatkan penglihatan baru. Penulis memperlihatkan kepada pembaca, tanpa memberitahu secara spesifik, apa yang dapat terjadi ketika kita hanya berfokus pada satu realita saja. Ketika kita takut, kita harus ingat bahwa kita tidak selalu melihat bagaimana Allah menolong dan melindungi kita.—J.R. Hudberg

Hal apa saja yang membuatmu gelisah? Bagaimana kamu dapat menyerahkan kekhawatiranmu kepada Allah?

Mampukan aku, ya Tuhan Yesus, untuk benar-benar melihat bahwa Engkau lebih besar daripada masalah apa pun yang kuhadapi hari ini. Terima kasih karena Engkau selalu menyertaiku!

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Samuel 21-22; Lukas 18:24-43

Bagikan Konten Ini
37 replies
  1. nadha
    nadha says:

    Amin. Terimakasih renungannya. Meskipun gatau bagaimana rencana Tuhan buatku apalagi dengan segala ketidakpastian di tahun akhirku kuliah ini, tapi aku yakin Tuhan yang uda pegang kendali dan Dia yang akan memyertaiku selangkah demi selangkah. Semoga situasi yang kurang baik di dunia ini segera berakhir…

  2. Kristin S Silaban
    Kristin S Silaban says:

    Khawatir memang salah satu sikap manusia yg sulit dihindari. Kita diperhadapkan dengan banyak situasi yg membuat kita merasa tidak tenang dan waswas. Namun sering kali ketika kita berserah dan merasa sudah memberikan segalanya dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Ada saja jalan yanh di bukakan ntah bagaimana caranya. Namun satu yg pasti kita percaya bawha kita punya Allah yang senantiasa menjadi gunung batu dan benteng yg teguh.

  3. Meriana
    Meriana says:

    Seringkali kami khawatir ya Tuhan atas hidup kami, dan kami sering lupa bahwa Tuhan yg berotoritas atas hidup kami. Ampuni hambamu ini ya Tuhan🙏🙏

  4. Gratia
    Gratia says:

    Amin. Haleluyah, Tuhan Yesus baik! Anw Pembacaan & Perenungan di atas sungguh sangat tepat dengan kondisi yang saya alami saat ini 😔🥺

  5. SANTA MARIA
    SANTA MARIA says:

    Amin terimakasih renungannya saya merasa lebih tenang sekarang 💖❤ Tuhan Yesus berkati semua

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *