Maksud dan Tujuan

Minggu, 1 Maret 2020

Maksud dan Tujuan

Baca: Kisah Para Rasul 20:17-24

20:17 Karena itu ia menyuruh seorang dari Miletus ke Efesus dengan pesan supaya para penatua jemaat datang ke Miletus.

20:18 Sesudah mereka datang, berkatalah ia kepada mereka: “Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini:

20:19 dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku.

20:20 Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu;

20:21 aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.

20:22 Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ

20:23 selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku.

20:24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

Asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku. —Kisah Para Rasul 20:24

Maksud dan Tujuan

Pada tahun 2018, Colin O’Brady, seorang atlet olahraga ketahanan (endurance), melakukan perjalanan yang belum pernah dilakukan siapa pun sebelumnya. Sambil menarik kereta luncur berisi barang di belakangnya, O’Brady menempuh perjalanan seorang diri melintasi benua Antartika—dengan total jarak hampir 1.500 kilometer dalam waktu 54 hari. Sungguh perjalanan luar biasa yang membutuhkan keberanian dan tekad kuat.

Saat menceritakan kesendiriannya menghadapi salju, udara dingin, dan jarak yang begitu jauh, O’Brady berkata, “Di sepanjang waktu, saya sepenuhnya tenggelam dalam apa yang saya kerjakan, dengan hanya berfokus pada tujuan akhir, sambil memberi ruang bagi pikiran saya untuk mengingat pelajaran-pelajaran berharga yang saya dapatkan dari perjalanan ini.”

Bagi kita yang telah beriman kepada Tuhan Yesus, kalimat tersebut mungkin terdengar tidak asing karena sangat mirip dengan panggilan kita sebagai orang percaya. Kita dipanggil untuk berfokus pada tujuan kita, yaitu menjalani kehidupan yang memuliakan (menghormati) Allah dan menyatakan Dia kepada sesama. Di Kisah Para Rasul 20:24, Paulus, yang tidak asing lagi dengan perjalanan yang berbahaya, berkata, “Aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.”

Ketika kita menjalani hubungan dengan Yesus Kristus, kiranya kita mengenali apa yang menjadi tujuan perjalanan kita dan terus melangkah maju sampai kelak kita berhadapan muka dengan Sang Juruselamat.—Dave Branon

WAWASAN
Efesus merupakan ibukota Romawi di wilayah barat Asia Kecil (Turki di masa kini) dan rumah dari kuil dewi Artemis—sebuah kuil yang berada dalam daftar Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Artemis dipercaya sebagai dewi kesuburan dan dihormati dalam perayaan tahunan yang dinamakan Artemisia, yang dirayakan dalam bulan Artemision (Maret–April). Dalam perayaan ini, diselenggarakan kompetisi olahraga dan acara teater, serta merupakan waktu yang populer untuk para pria dan wanita untuk memilih pasangan. Akibatnya, acara ini menarik banyak sekali pendatang. Penginjilan Paulus menyebabkan banyak orang meninggalkan penyembahan Artemis untuk mengikut Yesus—yang berujung pada kekacauan yang diceritakan dalam Kisah Para Rasul 19:23-41. —Bill Crowder

Bagaimana hubungan kamu dengan Tuhan Yesus mempengaruhi perjalanan hidup kamu? Apa yang dapat kamu lakukan hari ini bagi orang lain untuk menunjukkan kasih kamu kepada Tuhan?

Bapa Surgawi, saat kami menjalani hidup ini, tolonglah agar kami menghormati Engkau dalam segala hal yang kami lakukan. Semoga kami dapat mendorong sesama kami untuk berjalan bersama-Mu juga.

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 23-25; Markus 7:14-37

Bagikan Konten Ini
25 replies
  1. Maria Sendi
    Maria Sendi says:

    melayani Tuhan adalah ucapan trimakasih kita kepada-Nya. karna kita telah diselamatkan 😇

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *