Dikenal Sepenuhnya

Selasa, 3 Maret 2020

Dikenal Sepenuhnya

Baca: Yeremia 1:1-8

1:1 Inilah perkataan-perkataan Yeremia bin Hilkia, dari keturunan imam yang ada di Anatot di tanah Benyamin.

1:2 Dalam zaman Yosia bin Amon, raja Yehuda, dalam tahun yang ketiga belas dari pemerintahannya datanglah firman TUHAN kepada Yeremia.

1:3 Firman itu datang juga dalam zaman Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, sampai akhir tahun yang kesebelas zaman Zedekia bin Yosia, raja Yehuda, hingga penduduk Yerusalem diangkut ke dalam pembuangan dalam bulan yang kelima.

1:4 Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya:

1:5 “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”

1:6 Maka aku menjawab: “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.”

1:7 Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.

1:8 Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.”

Sebelum Aku membentuk engkau . . . Aku telah mengenal engkau. —Yeremia 1:5

Dikenal Sepenuhnya

“Seharusnya kamu tidak selamat. Untunglah Yang di Atas masih menjaga kamu,” kata sopir mobil derek kepada ibu saya setelah ia berhasil menderek mobil ibu dari tepi jurang gunung yang curam dan mengamati jejak ban mobil yang mengarah ke lokasi kecelakaan. Saat itu saya masih dikandung oleh Ibu. Ketika saya beranjak dewasa, ia sering menceritakan bagaimana Allah telah menyelamatkan hidup kami berdua hari itu, dan ia meyakinkan saya bahwa Allah memandang saya berharga bahkan sebelum saya lahir ke dunia.

Tak seorang pun luput dari perhatian Allah Pencipta kita yang Mahatahu. Lebih dari 2.500 tahun lalu Dia berkata kepada Nabi Yeremia, “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau” (Yer. 1:5). Allah mengenal kita lebih mendalam daripada siapa pun juga dan Dia dapat memberikan tujuan dan makna hidup yang tidak dapat kita peroleh dari siapa pun juga. Dia tidak saja membentuk kita menurut hikmat dan kuasa-Nya, tetapi juga menopang keberadaan kita setiap saat—termasuk hal-hal pada diri kita yang berlangsung setiap saat tanpa kita sadari: dari detak jantung hingga cara kerja otak yang rumit. Saat memikirkan bagaimana Bapa di surga menopang setiap aspek keberadaan kita, Daud berseru, “Betapa berharganya pikiran-pikiran-Mu bagiku, ya Allah!“ (Mzm. 139:17, versi AYT).

Tidak ada yang lebih dekat kepada kita daripada Allah. Dialah yang menciptakan, mengenal, dan mengasihi kita, maka Dia layak menerima sembah dan pujian kita.—James Banks

WAWASAN
Alkitab mencatat Allah berbicara langsung hanya kepada beberapa orang saja; contohnya, Adam dan Hawa di taman Eden (Kejadian 1–3), Abram (ps. 12), Musa di semak yang terbakar (Keluaran 3) dan di Gunung Sinai (ps. 31), dan Elia di Gunung Horeb/Sinai (1 Raja-Raja 19). Dia juga berbicara secara langsung kepada para nabi yang menuliskan kitab-kitab para nabi di Perjanjian Lama. Frasa “Firman TUHAN datang kepadaku” atau “Beginilah firman TUHAN” ditemukan dalam kebanyakan kitab para nabi (lihat Yeremia 1:4). Ketika Allah berbicara, Dia mengungkapkan sesuatu mengenai diri-Nya. Dalam Yeremia 1:1-8, Dia mengungkapkan diri-Nya sebagai pencipta (ay.5), pengutus (ay.7), dan penyelamat (ay.8). Kita belajar tentang diri Allah melalui pengungkapan-pengungkapan-Nya. —J. R. Hudberg

Hal apa dari pemeliharaan Allah yang ingin kamu syukuri saat ini? Bagaimana kamu dapat menyemangati seseorang dengan menyatakan bahwa Allah peduli kepadanya?

Allah, Engkau luar biasa! Terima kasih karena Engkau telah menopangku dan menolongku menjalani setiap saat sepanjang hari.

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 28-30; Markus 8:22-38

Bagikan Konten Ini
18 replies
  1. Kristin S Silaban
    Kristin S Silaban says:

    Bapa Engkau mengenal kami lebih dari siapapun bahkan ia tau cerita dan isi hati kita. Tidak ada seorangpun yang lebih mengenal kita dari pada Dia yang menciptakan kita.

  2. Desi
    Desi says:

    Kadang saya mau menyerah buat kehidupan saya, susah buat tetap tertawa ketika didlam sangat sakit, tapi saya jg sadar bahwa apa yg saya miliki hari ini adalah yg terbaik dari Tuhan, mungkin hari ini saya ngak mengerti tapi suatu hari nanti saya akan mengerti, dan bahkan sangat bersyukur… waiting that day come🙂

  3. Helena Vera
    Helena Vera says:

    kesehatan kita hari ini merupakan kebaikan Tuhan. Pemeliharaan-Nya adalah anugrah yang harus kita syukuri.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *