Alasan Lambat Bertindak

Info

Jumat, 20 Maret 2020

Alasan Lambat Bertindak

Baca: Nehemia 9:9,13-21

9:9 Engkau melihat sengsara nenek moyang kami di Mesir dan mendengar teriakan mereka di tepi Laut Teberau.

9:13 Engkau telah turun ke atas gunung Sinai dan berbicara dengan mereka dari langit dan memberikan mereka peraturan-peraturan yang adil, hukum-hukum yang benar serta ketetapan-ketetapan dan perintah-perintah yang baik.

9:14 Juga Kauberitahukan kepada mereka sabat-Mu yang kudus dan memberikan kepada mereka perintah-perintah, ketetapan-ketetapan dan hukum-Mu dengan perantaraan Musa, hamba-Mu.

9:15 Telah Kauberikan kepada mereka roti dari langit untuk menghilangkan lapar dan air Kaukeluarkan bagi mereka dari gunung batu untuk melepaskan dahaga. Pula Engkau menyuruh mereka memasuki dan menduduki negeri yang dengan mengangkat sumpah telah Kaujanjikan memberikannya kepada mereka.

9:16 Tetapi mereka, nenek moyang kami itu, bertindak angkuh dan bersitegang leher dan tidak patuh kepada perintah-perintah-Mu.

9:17 Mereka menolak untuk patuh dan tidak mengingat perbuatan-perbuatan yang ajaib yang telah Kaubuat di antara mereka. Mereka bersitegang leher malah berkeras kepala untuk kembali ke perbudakan di Mesir. Tetapi Engkaulah Allah yang sudi mengampuni, yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya. Engkau tidak meninggalkan mereka.

9:18 Bahkan, ketika mereka membuat anak lembu tuangan dan berkata: ‘Inilah Allahmu yang menuntun engkau keluar dari Mesir!’, dan berbuat nista yang besar,

9:19 Engkau tidak meninggalkan mereka di padang gurun karena kasih sayang-Mu yang besar. Tiang awan tidak berpindah dari atas mereka pada siang hari untuk memimpin mereka pada perjalanan, begitu juga tiang api pada malam hari untuk menerangi jalan yang mereka lalui.

9:20 Dan Engkau memberikan kepada mereka Roh-Mu yang baik untuk mengajar mereka. Juga manna-Mu tidak Kautahan dari mulut mereka dan Engkau memberikan air kepada mereka untuk melepaskan dahaga.

9:21 Empat puluh tahun lamanya Engkau memberikan mereka makan di padang gurun. Mereka tidak berkekurangan, pakaian mereka tidak rusak, dan kaki mereka tidak bengkak.

Engkau Allah yang suka memaafkan, panjang sabar, murah hati dan penuh kasihan. —Nehemia 9:17 BIS

Alasan Lambat Bertindak

Dalam tayangan serial televisi BBC berjudul The Life of Mammals, pembawa acara David Attenborough memanjat pohon untuk melihat hewan kungkang tiga jari. Berhadap-hadapan langsung dengan mamalia yang paling lambat gerakannya di dunia itu, David menyapanya dengan berseru: “Ciluk-ba!” Setelah tidak mendapat reaksi apa pun dari hewan tersebut, David lantas menjelaskan bahwa gerakan kungkang yang lambat itu bukanlah tanpa alasan. Hal tersebut dapat dimaklumi karena makanan pokok kungkang adalah daun-daunan yang sulit dicerna dengan kandungan nutrisi yang rendah.

Dalam sebuah pembahasan tentang sejarah Israel, Nehemia mengingatkan kita tentang contoh dan penjelasan lain tentang kelambatan (9:9-21). Menurut Nehemia, Allah kita adalah contoh utama kelambatan—dalam hal ini, lambat untuk marah atau “panjang sabar”. Nehemia menceritakan bagaimana Allah peduli kepada umat-Nya, memberikan hukum yang menghidupkan kepada mereka, menguatkan mereka dalam perjalanan keluar dari tanah Mesir dan menyediakan bagi mereka Tanah Perjanjian (ay.9-15). Meskipun bangsa Israel terus-menerus memberontak (ay.16), Allah tidak pernah berhenti mengasihi mereka. Apa alasannya? Nehemia menjelaskannya: Allah pencipta kita mempunyai sifat “suka memaafkan, panjang sabar, murah hati dan penuh kasihan” (ay.17 BIS). Jika tidak demikian, bagaimana mungkin Allah bisa begitu sabar menghadapi keluhan, ketidakpercayaan, dan pemberontakan umat selama empat puluh tahun? (ay.21). Itu semua karena kasih sayang Allah yang besar (ay.19).

Bagaimana dengan kita? Bukankah kita sering tidak sabar terhadap Allah? Namun, karena kebesaran hati-Nya, Allah masih mengizinkan kita untuk hidup mengasihi dan menantikan Dia.—Mart DeHaan

WAWASAN
Ketika para imam Israel memimpin umat untuk menyatakan bahwa Allah mereka itu panjang sabar, sesungguhnya mereka bersama-sama merenungkan sebuah kisah agung dari masa lampau (Keluaran 34:5-7). Belajar dari kesalahan nenek moyang mereka, orang Israel lalu meneguhkan kepercayaan mereka dalam Allah yang tetap sabar, mau, dan sanggup membantu mereka—sesuatu yang akan Dia lakukan meskipun mereka menderita akibat dosa-dosa nenek moyang mereka, kejahatan musuh-musuh mereka, dan penyesalan mereka yang mendalam (Nehemia 9:1-3). —Mart DeHaan

Dalam hal apa dan kepada siapa kamu perlu belajar untuk tidak cepat marah? Bagaimana perasaan kamu mengetahui bahwa Allah panjang sabar terhadap kamu?

Ya Bapa, penuhilah kami dengan Roh-Mu yang lembut, murah hati, pengampun, dan pengasih supaya orang lain tidak hanya melihat penguasaan diri kami tetapi juga kasih kami demi nama-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Yosua 4-6; Lukas 1:1-20

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

19 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!