Tetap di Jalur yang Benar

Rabu, 5 Februari 2020

Tetap di Jalur yang Benar

Baca: 1 Yohanes 2:18-27

2:18 Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.

2:19 Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.

2:20 Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya.

2:21 Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.

2:22 Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.

2:23 Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa.

2:24 Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanya, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa.

2:25 Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal.

2:26 Semua itu kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu.

2:27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu—dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta—dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

Sebab Roh-Nya mengajar kalian tentang segala sesuatu; dan apa yang diajarkan-Nya itu benar, bukan dusta.—1 Yohanes 2:27 BIS

Tetap di Jalur yang Benar

Pelari buta tercepat dunia, David Brown dari Tim Paralimpik AS, mengakui bahwa prestasinya merupakan buah pertolongan Tuhan, nasihat ibunya di masa lalu (yang suka berkata “jangan berpangku tangan”) dan gemblengan pelatih larinya—mantan pelari cepat Jerome Avery. Avery yang terhubung dengan Brown lewat seutas tali yang mengikat jari-jari mereka telah menuntun Brown kepada kemenangan lewat kata-kata dan sentuhan yang diberikannya.

“Yang terpenting adalah mendengarkan isyarat darinya,” kata Brown, yang berkata bahwa ia bisa lari “jauh menyimpang” di lomba lari 200 meter yang jalurnya menikung. “Setiap hari, kami melatih berbagai strategi lomba,” ujar Brown. “Kami saling berkomunikasi—tidak hanya dengan isyarat verbal, tetapi juga fisik.”

Dalam perlombaan hidup ini, kita pun dianugerahi Penuntun Ilahi. Roh Kudus, Penolong kita, menuntun setiap langkah kita ketika kita mengikuti-Nya. “Saya tulis ini kepadamu mengenai orang-orang yang sedang berusaha menipu kalian,” tulis Yohanes (1Yoh. 2:26 BIS). “Tetapi mengenai kalian sendiri, Kristus telah mencurahkan Roh-Nya padamu. Dan selama Roh-Nya ada padamu, tidak perlu ada orang lain mengajar kalian. Sebab Roh-Nya mengajar kalian tentang segala sesuatu” (ay.27 BIS).

Yohanes menekankan sekali hikmat ini kepada orang-orang percaya di zamannya yang menghadapi “antikristus” yang menyangkal Bapa dan Anak sebagai Mesias (ay.22). Pada zaman sekarang, kita juga bertemu dengan pihak-pihak yang menyangkal Yesus. Namun, Roh Kudus, Penolong kita, akan menuntun kita dalam mengikuti Yesus. Kita dapat mempercayai tuntunan-Nya yang mengajarkan kebenaran, sehingga kita dapat tetap berada di jalur yang benar.—Patricia Raybon

WAWASAN
Yohanes adalah salah satu murid Yesus yang pertama (bersama Andreas; lihat Yohanes 1:35-40). Para ahli teologi percaya bahwa ia satu-satunya dari sebelas murid Yesus yang tidak mati sebagai martir. Kebanyakan ahli juga setuju bahwa penulisan kitab-kitabnya (Injil Yohanes; surat 1, 2, 3 Yohanes; dan Wahyu) dilakukan pada akhir hidupnya—mungkin pada tahun 80–90 M. Yohanes tidak pernah menyebutkan namanya dalam kitab Injilnya, tetapi biasanya menyebutkan dirinya sebagai “seorang di antara murid Yesus” (Yohanes 13:23), “seorang murid lain” (18:15), atau “murid yang lain” (20:2,4). Namun, paling sering ia menyebut dirinya sebagai “murid yang dikasihi Yesus” (13:23; 19:26; 20:2; 21:7; 21:20).—Bill Crowder

Apakah hatimu selaras dengan tuntunan Roh Kudus? Bagaimana kamu bisa mendengar lebih baik saat Dia menuntun, mengingatkan, dan mengarahkanmu?

Ya Allah, selaraskan hati kami dengan tuntunan Roh Kudus-Mu agar kami dapat terus berlari menuju kebenaran-Mu dan bukan kepada dusta.

Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 36-38; Matius 23:1-22

Handlettering oleh Ariella Easterlita

Bagikan Konten ini
22 replies
  1. Angela
    Angela says:

    Berpegangan tangan erat dengan Tuhan akan memastikan kita tetap berada di jalurnya Tuhan.
    Tetaplah melekat erat dengan Tuhan apapun keadaannya.

  2. Kristin S Silaban
    Kristin S Silaban says:

    Tidak mengeraskan hati akan membantu kita semakin peka dalam mendengar dan mengikuti tuntunan Tuhan. Selalu meminta roh kudus untuk melembutkan hati kita agar diberikan hikmat untuk memilah mana kehendak diri sendiri dan mana kehendak Tuhan yang ia mau dalam hidup kita.

  3. Graciaa
    Graciaa says:

    Walau sering merasa downnn Tugas akhir dll huhuhu
    Semangatttt
    Harus tetap dijalur yang benarrr
    God bless 💖

  4. anna
    anna says:

    sekarang suamiku sedang down.. bahkan bertanya, knp semua yg dia doakan tdk ada terkabul 1pun.. padahal dia taat dgn sgala perintah Tuhan, slalu berdoa, tdk macam2.. sedangkan orglain yg berdoa saja tdk pernah, tp malah dgn mudah mendapatkan apa yg dia doakan.. suami saya sedang diposisi kecewa sm Tuhan saat ini.. tp saya, meskipun doa2 saya blm terkabul saat ini, saya sangat yakin dan percaya kalau Tuhan Yesus sdh menyiapkan sesuatu yg melebihi yg saya inginkan.. semoga suami saya bisa mengerti bahwa tdk segala yg kita inginkan dpt terkabulkan…

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *