Senantiasa Menyertai

Info

Senin, 17 Februari 2020

Senantiasa Menyertai

Baca: Matius 28:16-20

28:16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.

28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.

28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.—Matius 28:20

Senantiasa Menyertai

Pada perhelatan Piala Dunia 2018, penyerang tim nasional Kolombia Radamel Falcao membobol gawang Polandia pada menit ke-17—sebuah gol yang menentukan kemenangan mereka. Gol ketiga puluh Falcao di kancah internasional itu membuatnya tercatat sebagai pemain Kolombia yang paling banyak dalam penampilan bersama tim nasional.

Falcao kerap memakai keberhasilannya di atas lapangan hijau untuk menunjukkan imannya. Sering kali, setelah berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan, ia mengangkat seragam timnya untuk menunjukkan kaos dalamnya yang bertuliskan, “Con Jesus nunca estara solo” yang artinya: “Bersama Yesus kau takkan pernah sendirian.”

Pernyataan Falcao itu mengingatkan kita pada janji peneguhan dari Yesus, “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:20). Karena tahu Dia akan segera kembali ke surga, Yesus menghibur murid-murid-Nya dengan meyakinkan mereka bahwa Dia akan selalu menyertai mereka melalui kehadiran Roh-Nya (ay.20; Yoh. 14:16-18). Roh Kristus akan menghibur, menuntun, melindungi, dan menguatkan mereka ketika mereka memberitakan kabar tentang Yesus ke berbagai tempat yang jauh maupun dekat. Apabila kemudian mereka mengalami masa-masa yang sangat sunyi di tempat-tempat asing, perkataan Kristus tadi tentu terngiang kembali di telinga mereka, sebagai pengingat atas kehadiran-Nya di tengah-tengah mereka.

Ke mana pun kita melangkah untuk mengikuti Yesus menapaki masa depan yang tidak kita ketahui, kita juga dapat berpegang pada janji tersebut. Bahkan ketika kita merasa kesepian, lalu berdoa kepada Tuhan Yesus, kita dapat terhibur dengan menyadari bahwa Dia selalu menyertai kita.—Lisa M. Samra

WAWASAN
Peristiwa yang terjadi dalam pasal terakhir kitab Matius ini berlangsung tidak lama setelah kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus. Menjelang menyingsingnya fajar “Maria Magdalena dan Maria yang lain” pergi untuk “menengok kubur [Yesus]” (Matius 28:1). Maria Magdalena adalah perempuan dari Magdala yang disembuhkan dari tujuh roh jahat dan merupakan salah satu wanita yang membantu mendukung Yesus dan murid-murid-Nya (Lukas 8:1-3). Namun, siapakah “Maria yang lain” itu? Banyak yang percaya bahwa ia adalah “Maria istri Klopas” (Yohanes 19:25). Yang lain mengatakan bahwa ia adalah Maria ibu Yakobus dan Yusuf (Matius 27:56; Markus 15:40; Lukas 24:10). Dan yang lain lagi mengatakan bahwa ia adalah istri Klopas dan ibu dari Yakobus dan Yusuf. Namun, terlepas dari siapa pun wanita itu sebenarnya, ia dan Maria Magdalena mengira akan melihat kubur yang tertutup, tetapi mereka malah bertemu dengan Kristus yang telah bangkit (Matius 28:1-9).—Alyson Kieda

Bagaimana kepastian bahwa Yesus selalu menyertaimu membuatmu terhibur? Bagaimana Dia telah menghiburmu ketika kamu merasa kesepian?

Tuhan Yesus, terima kasih aku tidak pernah sendirian karena Engkau selalu menyertaiku.

Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 21-22; Matius 28

Handlettering oleh Tora Tobing

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

33 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!