Janji Kuno

Info

Sabtu, 22 Februari 2020

Janji Kuno

Baca: Bilangan 6:22-27

6:22 TUHAN berfirman kepada Musa:

6:23 “Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka:

6:24 TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;

6:25 TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

6:26 TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

6:27 Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka.”

Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau.—Bilangan 6:24

Janji Kuno

Pada tahun 1979, Dr. Gabriel Barkay dan timnya menemukan dua gulungan naskah berbahan perak di pekuburan di luar Kota Tua Yerusalem. Setelah diteliti secara saksama selama dua puluh lima tahun, pada tahun 2004 para ilmuwan mengonfirmasi bahwa kedua gulungan tersebut adalah naskah Alkitab tertua yang pernah ditemukan, yang terkubur sejak tahun 600 sm. Bagi saya, yang paling menyentuh adalah isi gulungan tersebut, yakni berkat imamat yang dikehendaki Allah untuk disampaikan kepada umat-Nya: “Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera” (Bil. 6:24-26).

Dengan memberikan doa berkat itu, Allah menunjukkan kepada Harun dan anak-anaknya (melalui Musa) cara untuk memberkati umat dalam nama-Nya. Para pemimpin diharuskan menghafal kata-kata tersebut dalam bentuk yang diberikan Allah supaya mereka dapat mengucapkannya sesuai keinginan Allah. Perhatikan kata-kata tersebut menekankan bahwa Allah merupakan Pribadi yang memberkati, karena kata “Tuhan” disebut tiga kali. Allah menyebut “engkau” dan “-mu” sebanyak enam kali, dan ini menunjukkan betapa Allah menginginkan umat-Nya menerima kasih dan kebaikan-Nya.

Renungkanlah bahwa fragmen Alkitab tertua yang pernah ditemukan mengungkapkan kerinduan Allah untuk memberkati umat-Nya. Kita diingatkan pada kasih Allah yang tak terbatas dan kerinduan-Nya untuk bersekutu dengan kita. Jika kamu merasa jauh dari Allah, peganglah erat-erat janji yang terkandung dalam kata-kata kuno tersebut. Kiranya Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau.—Amy Boucher Pye

WAWASAN
Berkat imamat dalam Bilangan 6 muncul kembali dalam Mazmur 67. Ucapan ini dimulai dengan permohonan berkat Allah: “Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya.” Kata memberkati tiga kali digunakan (ay.2,7,8). Seperti dalam Bilangan 6, kata yang diterjemahkan sebagai “memberkati” adalah kata Ibrani barak. Menurut Theological Wordbook of the Old Testament, “Memberkati dalam Perjanjian Lama berarti ‘mendoakan kesuksesan, kemakmuran, kesuburan, umur panjang, dll.’”
Mengapa tercetus permohonan itu dalam Mazmur 67:2? Ini bukan hanya untuk memberkati umat Israel, tetapi juga agar melalui mereka Allah dikenal oleh bangsa-bangsa: “supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa” (ay.3).—Arthur Jackson

Bagi kamu, apa artinya Allah rindu memberkatimu? Bagaimana kamu dapat membagikan kasih-Nya kepada orang lain?

Allah Bapa, aku bersyukur atas banyaknya berkat yang Engkau berikan kepadaku. Tolonglah aku menyadari hal-hal dari-Mu yang memberiku sukacita dan damai sejahtera, supaya aku dapat memuliakan Engkau.

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 4-6; Markus 4:1-20

Handlettering oleh Vivi Lio

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

22 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!