Dibebaskan oleh Yesus

Info

Senin, 24 Februari 2020

Dibebaskan oleh Yesus

Baca: Markus 5:1-20

5:1 Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa.

5:2 Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.

5:3 Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai,

5:4 karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.

5:5 Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.

5:6 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,

5:7 dan dengan keras ia berteriak: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!”

5:8 Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: “Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!”

5:9 Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: “Siapa namamu?” Jawabnya: “Namaku Legion, karena kami banyak.”

5:10 Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu.

5:11 Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan,

5:12 lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: “Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!”

5:13 Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.

5:14 Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi.

5:15 Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka.

5:16 Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu.

5:17 Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

5:18 Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia.

5:19 Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!”

5:20 Orang itupun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.

Orang itupun pergilah dan mulai memberitakan . . . segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya.—Markus 5:20

Dibebaskan oleh Yesus

“Aku tinggal begitu lama di rumah ibuku sampai akhirnya beliau sendiri yang pindah!” Hal itu dikatakan KC tentang hidupnya yang kacau balau sebelum ia pulih dan percaya kepada Yesus. Dengan terus terang ia mengaku pernah mencuri demi membiayai kecanduannya, bahkan dari orang-orang yang ia cintai. Namun, kehidupan kelam tersebut sudah lama ia tinggalkan, dan secara rutin ia mengingat sudah berapa tahun, bulan, dan hari dimana ia telah bersih dari kecanduannya. Ketika kami duduk mempelajari firman Tuhan secara rutin, saya melihat KC benar-benar sudah berubah.

Dalam Markus 5:15 diceritakan bagaimana seseorang yang kerasukan setan telah dibebaskan. Sebelum disembuhkan, orang tersebut tidak berdaya, tidak berpengharapan, menggelandang, dan putus asa (ay.3-5). Namun, semua itu berubah sesudah Yesus membebaskannya (ay.13). Akan tetapi, seperti juga KC, kehidupan orang ini sebelum mengenal Yesus benar-benar jauh dari normal. Pergolakan dalam dirinya yang terungkap lewat tindakannya tidak jauh berbeda dengan apa yang dirasakan oleh banyak orang hari-hari ini. Banyak orang yang terluka berkeliaran dan tinggal di rumah-rumah kosong, mobil tua rongsokan, atau di tempat-tempat lain; sebagian lagi tinggal di rumah sendiri tetapi merasa kesepian dalam hatinya. Belenggu yang tak terlihat mengungkung hati dan pikiran mereka sampai-sampai mereka merasa harus menjauhkan diri dari orang lain.

Kini, kita mempunyai Tuhan Yesus yang dapat dipercaya untuk memikul kesakitan dan rasa malu kita di masa lalu dan masa sekarang. Sama seperti terhadap Legion dan KC, dengan tangan kasih-Nya yang terbuka, Yesus menantikan siapa saja untuk datang kepada-Nya hari ini juga (ay.19).—Arthur Jackson

WAWASAN
Setan-setan percaya kepada Allah, tetapi kepercayaan mereka bukanlah iman yang menyelamatkan (Yakobus 2:19). Mereka tahu Yesus adalah “Anak Allah yang Mahatinggi” yang memiliki otoritas atas mereka (Markus 5:7; juga 1:24) dan bahwa Dia akan mengirimkan mereka ke dalam jurang maut (Matius 25:41; Lukas 8:31). Orang-orang Yahudi percaya bahwa jurang maut atau tempat “orang mati” (Roma 10:7) adalah neraka yang penuh dengan roh-roh jahat atau malaikat-malaikat yang jatuh, sebuah tempat penuh siksa dan aniaya (Matius 8:29; 2 Petrus 2:4; Yudas 1:6).—K. T. Sim

Bagaimana Yesus telah mengubah hidupmu? Siapa yang perlu mendengar kesaksianmu?

Ya Allah, aku sangat bersyukur bahwa melalui Yesus, hal-hal yang pernah membelengguku di masa lalu tidak perlu menghalangiku di masa depan.

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 9-11; Markus 5:1-20

Handlettering oleh Ariella Easterlita

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

21 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!