Allah Jauh Lebih Besar

Info

Rabu, 19 Februari 2020

Allah Jauh Lebih Besar

Baca: 2 Raja-Raja 6:8-17

6:8 Raja negeri Aram sedang berperang melawan Israel. Ia berunding dengan pegawai-pegawainya, lalu katanya: “Ke tempat ini dan itu haruslah kamu turun menghadang.”

6:9 Tetapi abdi Allah menyuruh orang kepada raja Israel mengatakan: “Awas, jangan lewat dari tempat itu, sebab orang Aram sudah turun menghadang ke sana.”

6:10 Sebab itu raja Israel menyuruh orang-orang ke tempat yang disebutkan abdi Allah kepadanya. Demikianlah Elisa memperingatkan kepadanya, supaya berawas-awas di sana, bukan sekali dua kali saja.

6:11 Lalu mengamuklah hati raja Aram tentang hal itu, maka dipanggilnyalah pegawai-pegawainya, katanya kepada mereka: “Tidakkah dapat kamu memberitahukan kepadaku siapa dari kita memihak kepada raja Israel?”

6:12 Tetapi berkatalah salah seorang pegawainya: “Tidak tuanku raja, melainkan Elisa, nabi yang di Israel, dialah yang memberitahukan kepada raja Israel tentang perkataan yang diucapkan oleh tuanku di kamar tidurmu.”

6:13 Berkatalah raja: “Pergilah melihat, di mana dia, supaya aku menyuruh orang menangkap dia.” Lalu diberitahukanlah kepadanya: “Dia ada di Dotan.”

6:14 Maka dikirimnyalah ke sana kuda serta kereta dan tentara yang besar. Sampailah mereka pada waktu malam, lalu mengepung kota itu.

6:15 Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi ke luar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada di sekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: “Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?”

6:16 Jawabnya: “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.”

6:17 Lalu berdoalah Elisa: “Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.

Maka Tuhan membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.—2 Raja-Raja 6:17

Allah Jauh Lebih Besar

Dalam novel The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe karya C. S. Lewis, seluruh Narnia bersukacita ketika akhirnya Aslan, sang singa perkasa, muncul kembali setelah lama menghilang. Namun, kegembiraan itu berubah menjadi dukacita ketika Aslan menyerah pada tuntutan Si Penyihir Putih yang jahat. Para penghuni Narnia yang harus menghadapi kenyataan bahwa Aslan telah kalah kemudian merasakan kekuatan Aslan ketika ia mengeluarkan raungan yang memekakkan telinga dan membuat si Penyihir lari ketakutan. Walaupun awalnya terlihat kalah, Aslan akhirnya membuktikan bahwa dirinya lebih besar daripada si penyihir jahat.

Seperti para pengikut Aslan dalam alegori karangan Lewis, bujang Elisa merasa putus asa ketika suatu pagi ia terbangun dan melihat musuh sudah mengepung mereka. “Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?” serunya (2Raj. 6:15). Elisa menjawab dengan tenang: “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka” (ay.16). Ia kemudian berdoa, “Ya Tuhan: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat” (ay.17). Jadi, “Tuhan membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa” (ay.17). Meski awalnya keadaan tampak suram di mata bujang Elisa, kuasa Allah ternyata jauh lebih besar daripada kepungan musuh.

Kesulitan yang kita hadapi saat ini mungkin membuat kita merasa tidak lagi berpengharapan, tetapi Allah ingin membuka mata kita dan menunjukkan bahwa Dia jauh lebih besar dari semuanya.—Remi Oyedele

WAWASAN
Meskipun dua nabi Perjanjian Lama, Elia (yang namanya berarti “Yahweh adalah Allah”) dan Elisa (yang namanya berarti “Allah adalah keselamatan”) memiliki nama dan misi yang mirip—untuk melayani Allah dan umat Israel—mereka adalah dua orang yang berbeda. Karya-karya kenabian mereka dapat dibaca di 1 Raja-Raja 17 sampai 2 Raja-Raja 13. Elia meninggalkan dunia ini dengan cara yang dramatis—dibawa angin badai ke surga (2 Raja-Raja 2:11); Elisa menderita sakit dan mati (13:14).—Arthur Jackson

Kesulitan apa yang sedang kamu hadapi? Pernahkah kamu mengalami bahwa Allah jauh lebih besar daripada kejahatan atau kesukaran apa pun yang kamu alami?

Ya Allah, terima kasih atas kesetiaan-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 25; Markus 1:23-45

Handlettering oleh Oei Kristina

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

26 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!