Setiap Orang Butuh Belas Kasihan

Info

Senin, 13 Januari 2020

Setiap Orang Butuh Belas Kasihan

Baca: Matius 9:27-38

9:27 Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.”

9:28 Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya.”

9:29 Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.”

9:30 Maka meleklah mata mereka. Dan Yesuspun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: “Jagalah supaya jangan seorangpun mengetahui hal ini.”

9:31 Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu.

9:32 Sedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan.

9:33 Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: “Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel.”

9:34 Tetapi orang Farisi berkata: “Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.”

9:35 Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.

9:36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

9:37 Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.

9:38 Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. —Matius 9:36

Setiap Orang Butuh Belas Kasihan

Ketika Jeff baru lulus kuliah, ia sempat bekerja di sebuah perusahaan minyak ternama. Saat itu ia juga baru mengenal Kristus sebagai Juruselamatnya. Sebagai tenaga pemasaran, ia sering bepergian, dan dalam perjalanannya ia banyak mendengar kisah orang-orang yang sangat memilukan. Ia pun menyadari bahwa yang paling dibutuhkan oleh para pelanggannya bukanlah minyak, melainkan belas kasihan. Mereka membutuhkan Tuhan. Jeff terdorong untuk menempuh sekolah teologi agar bisa lebih memahami hati Allah dan kemudian ia pun terpanggil menjadi pendeta.

Belas kasihan Jeff berasal dari hati Yesus. Di Matius 9:27-33 kita melihat belas kasihan Kristus dalam tindakan-Nya menyembuhkan dua orang buta dan seseorang yang kerasukan setan. Sepanjang pelayanannya di dunia, Yesus berkeliling “ke semua kota dan desa” untuk mengajar dan menyembuhkan orang sakit (ay.35). Mengapa? “Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala” (ay.36).

Dunia masa kini masih dipenuhi orang-orang yang bermasalah dan terluka yang membutuhkan perhatian Juruselamat yang penuh kasih. Seperti gembala yang membimbing, melindungi, dan merawat domba-dombanya, belas kasihan Yesus menjangkau semua orang yang datang kepada-Nya (11:28). Apa pun persoalan hidup yang sedang kita alami, di dalam Dia kita menemukan hati yang berlimpah belas kasihan dan kebaikan. Lalu, setelah menerima belas kasihan Allah, kita pasti ingin meneruskannya kepada orang lain.—Alyson Kieda

WAWASAN
Kedaulatan Allah digambarkan sebanyak tiga kali dalam Matius 9:37-38. Pertama, Allah adalah Tuan atas tuaian. Artinya, Dialah yang memiliki ladang dan mengawasinya, dan hasil tuaian akan diberikan kepada-Nya. Selain itu, Dia juga mempekerjakan dan mengirim para pekerja. Para pekerja melakukan pekerjaannya, tetapi mereka tidak pergi atas inisiatif sendiri—sang Tuan atas tuaian yang mengutus mereka. Yang terakhir, ladang tersebut adalah milik-Nya. Ladang milik-Nya, para pekerja dikirim-Nya, dan hasil tuaian diberikan kepada-Nya. —J. R. Hudberg

Kapan kamu pernah merasakan perhatian Allah yang penuh kasih? Siapakah yang dapat kamu jangkau dengan belas kasihan Allah?

Bapa di surga, kami sangat bersyukur karena Engkau berbelas kasihan kepada kami! Tanpa-Mu kami pasti terhilang. Tolonglah kami menjangkau sesama kami dengan meneruskan belas kasih-Mu yang melimpah.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 31-32; Matius 9:18-38

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

21 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!