Menara Miring

Kamis, 9 Januari 2020

Menara Miring

Baca: Matius 7:24-27

7:24 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.

7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. —Matius 7:24

Menara Miring

Mungkin kamu pernah mendengar tentang Menara Miring Pisa yang terkenal, tetapi pernahkah kamu mendengar tentang menara miring San Francisco? Namanya Menara Milenium. Gedung pencakar langit setinggi 58 lantai yang dibangun pada tahun 2008 itu berdiri dengan megah—tetapi sedikit miring—di pusat kota San Francisco.

Masalahnya terletak pada fondasi gedung yang kurang dalam. Untuk menjaga supaya menara itu tidak runtuh bila terjadi gempa bumi, dilakukanlah perbaikan dan penguatan pada fondasinya yang bisa memakan biaya lebih besar daripada seluruh biaya pembangunan gedung itu sendiri.

Pelajaran pahit yang dapat dipetik dari hal ini: Fondasi itu sangat penting. Ketika fondasimu tidak kuat, bencana dapat terjadi. Yesus mengajarkan hal serupa di akhir khotbah-Nya di bukit. Dalam Matius 7:24-27, Yesus membandingkan dua orang yang membangun rumah—yang satu membangun di atas batu, sementara yang lain di atas pasir. Ketika badai datang, hanya rumah berfondasi batu yang tetap tegak berdiri.

Apa artinya bagi kita? Dengan jelas, Yesus menyatakan bahwa hidup kita harus dibangun dalam ketaatan dan kepercayaan kepada-Nya (ay.24). Ketika kita bersandar kepada-Nya, hidup kita mempunyai dasar yang kuat oleh kuasa dan anugerah Allah yang tak berkesudahan.

Kristus tidak pernah menjanjikan bahwa hidup kita akan terbebas dari badai. Akan tetapi, Dia menyatakan bahwa Dialah batu karang kita yang teguh, sehingga badai yang hebat pun takkan dapat meruntuhkan fondasi iman kita yang dibangun di atas Dia.—Adam Holz

WAWASAN
Yesus punya alasan kuat untuk menutup Khotbah di Bukit dengan kisah pembangun yang bijaksana dan bodoh (Matius 7:24-27). Dia hendak mengatakan kepada para pendengar-Nya bahwa bagaimanapun kerasnya mereka berjuang untuk menghidupi perintah-perintah yang baru saja Dia berikan, usaha mereka sia-sia jika mereka membangun di atas dasar yang salah. Dasar yang benar adalah Yesus sendiri. Ini sangat membantu kita untuk mengerti keseluruhan dari khotbah tersebut. Kristus baru saja mengatakan hal-hal yang menakjubkan: “Berbahagialah orang yang berdukacita” (5:4); “Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya” (ay.11); “Kasihilah musuhmu” (ay.44); “Janganlah kuatir” (6:25). Sekarang Yesus memperingatkan para pendengar-Nya untuk tidak berpikir bahwa mereka dapat mencapai semua ini dengan usaha mereka sendiri. Yesus telah melaksanakan apa yang tidak bisa kita lakukan. Ia menggenapkan Taurat dan nubuat Perjanjian Lama mengenai diri-Nya (5:17). Segala sesuatu yang kita lakukan haruslah dibangun atas dasar iman kepada-Nya. —Tim Gustafson

Bagaimana imanmu telah menolongmu melewati badai hidup ini? Apa saja cara praktis yang dapat kamu lakukan untuk memperkuat fondasi imanmu setiap hari?

Ya Bapa, hidup kami tidak mungkin luput dari badai. Tolonglah kami memilih tinggal dalam firman-Mu dan teguhkanlah fondasi kami agar tetap kuat di dalam Engkau.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 23-24; Matius 7

Handlettering oleh Christa Brilian

Bagikan Konten Ini
32 replies
  1. etikcerewet
    etikcerewet says:

    saya sangat terberkati dengan firman Tuhan yg sodara tuliskan kiranya banyak jiwa2 yg terselamatkan dan kami semakin teguh dalam iman,

  2. Mia
    Mia says:

    Cara praktis memperkuat fondasi iman disaat lagi lemah itu yg pertama dan pasti berdoa intinya kita sadar selama ini kita ngerasa berat ya karna ngandelin kekuatan sendiri bukan kekuatan dari pada Tuhan, hal itu sih yg saya doakan. Setelah itu kalo saya masih merasa haus dan butuh fondasi lebih baca renungan dan dengerin lagu rohani. Puji Tuhan selalu dikasih Tuhan renungan dan lagu yg selalu ngingetin, kalo Tuhan selalu tau dan ada buat saya, anda, dan semua.

  3. AJI Susanto
    AJI Susanto says:

    Terima kasih untuk renungan pagi ini. Firman-Nya YA & AMIN

    Bagaimana imanmu telah menolongmu melewati badai hidup ini? Apa saja cara praktis yang dapat kamu lakukan untuk memperkuat fondasi imanmu setiap hari?

    1. Bangun keintiman (saat teduh) dengan Tuhan setiap hari
    2. Baca & merenungkan, memperkatakan (dengan bersuara) firman-Nya
    3. Milki komunitas orang-orang yang mencintai Tuhan & kebenaran firrman-Nya
    4. Melayani Tuhan & bersaksi tentang kebaikan Tuhan yang kita alami sepanjang hari

    Salam antusias
    Tuhan Yesus Memberkati 🙂

  4. yeni
    yeni says:

    pondasi yang kuat itu doa, mencari Tuhan, ingin dan rindu berdoa dan mencari Tuhan, krn apa? krn kl kita sdh tiada kita pasti mencari Tuhan, kl selama hidup kita tidak mencari Tuhan kalau sudah tiadapun mungkin Tuhan tdk mengenal kita, Tuhan akan bilang, km siapa ???? 🙁

  5. Fransina Juliana Millu
    Fransina Juliana Millu says:

    Syalom,,,, saya sangat yakin bahwa Yesus adalah sahabat yang sejati didalam sikon apapun dia selalu ada untuk menolong saya, saya harus selalu berdoa dan melakukan firmanya. Gbu all🙏😘😇😇😇

  6. Fransina Juliana Millu
    Fransina Juliana Millu says:

    Bersama dengan Tuhan Yesus saya dapat melewati berbagai persoalan dengan bersyukur. cara praktis berdoa,membaca Alkitab, merenungkan dan melakukannya. 🙏😇😇😇🛐

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *