Kiriman Rahasia

Info

Selasa, 7 Januari 2020

Kiriman Rahasia

Baca: Matius 6:1-4

6:1 “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.

6:2 Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

6:3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.

6:4 Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

Jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. —Matius 6:3

Kiriman Rahasia

Sebuah vas dari kaca bening berisi beragam jenis bunga menyambut Kim di pintu depan rumahnya. Selama tujuh bulan terakhir, ada saudara seiman tanpa nama yang mengirimi Kim karangan-karangan bunga indah dari sebuah toko bunga lokal. Setiap bulan, hadiah karangan bunga itu datang disertai secarik kartu berisi kata-kata penyemangat dari ayat Alkitab dan ditutup dengan: “Dalam kasih, Yesus.”

Kim membagikan foto kiriman rahasia ini di Facebook. Karangan bunga itu memberikan kesempatan bagi Kim untuk mensyukuri kebaikan seseorang dan mengakui cara Allah mengungkapkan kasih kepadanya melalui umat-Nya. Sembari Kim mempercayai Allah di tengah pergulatan melawan penyakit mematikan, setiap bunga mekar dan pesan yang menyertainya telah meneguhkan belas kasihan Allah kepadanya.

Kiriman tanpa nama itu mencerminkan maksud hati yang dikehendaki Yesus atas umat-Nya ketika memberi. Dia memperingatkan kita agar tidak melakukan kewajiban agama “supaya dilihat” orang (Mat. 6:1). Perbuatan baik dimaksudkan untuk menjadi ungkapan penyembahan yang meluap dari hati yang dipenuhi rasa syukur atas semua yang telah diperbuat Allah bagi kita. Sikap menonjolkan kemurahan hati kita dengan harapan atau keinginan agar dihormati sesungguhnya dapat mengalihkan fokus seseorang dari Sang Pemberi segala hal yang baik—Yesus.

Allah tahu ketika kita memberi dengan maksud baik (ay.4). Dia hanya ingin kemurahan hati kita dimotivasi oleh kasih dengan memberikan kemuliaan, kehormatan, dan pujian kepada-Nya.—Xochitl Dixon

WAWASAN
Matius 6 adalah bagian dari Khotbah di Bukit Kristus yang terkenal (Matius 5:3-7:27). Dalam pasal ini, Dia menekankan tiga hal yang harus dilakukan secara tersembunyi oleh orang-orang percaya: memberi (ay.1-4), berdoa (ay.5-15), dan berpuasa (ay.16-18). Dalam menjelaskan masing-masing perilaku ini, Yesus memulai dengan sebuah larangan, memberikan perintah, dan mengakhirinya dengan sebuah janji: “Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu” (ay.4,6,18). Sebaliknya, orang-orang munafik memperlihatkan tindakan-tindakan mereka “supaya mereka dipuji orang” (ay.2). Kata munafik (hypocrite) berasal dari kata Yunani hypokrites dan merujuk kepada para aktor dalam suatu pertunjukan. Kata ini menyiratkan tidak adanya ketulusan. Yesus sedang menekankan pentingnya motivasi di balik tindakan-tindakan kita. —Julie Schwab

Bagaimana kamu dapat mengarahkan fokus kepada Yesus dengan cara memberikan dukungan rahasia kepada seseorang minggu ini? Bagaimana kamu dapat memberi pengakuan kepada Allah sambil tetap menerima apresiasi atas perbuatanmu?

Tuhan Yesus, terima kasih karena telah mengingatkan kami bahwa memberi kepada orang lain merupakan hak istimewa dan cara yang indah untuk mengucap syukur kepada-Mu atas segala pemberian-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 18-19; Matius 6:1-18

Handlettering oleh Ariella Easterlita

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

23 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!