Ketika Allah Campur Tangan

Info

Minggu, 19 Januari 2020

Ketika Allah Campur Tangan

Baca: Bilangan 23:13-23

23:13 Lalu Balak berkata kepadanya: “Baiklah pergi bersama-sama dengan aku ke tempat lain, dan dari sana engkau dapat melihat bangsa itu; engkau akan melihat hanya bagiannya yang paling ujung, tetapi seluruhnya tidak akan kaulihat; serapahlah mereka dari situ bagiku.”

23:14 Lalu dibawanyalah dia ke Padang Pengintai, ke puncak gunung Pisga; ia mendirikan tujuh mezbah dan mempersembahkan seekor lembu jantan dan seekor domba jantan di atas setiap mezbah itu.

23:15 Kemudian berkatalah ia kepada Balak: “Berdirilah di sini di samping korban bakaranmu, sedang aku hendak bertemu dengan TUHAN di situ.”

23:16 Lalu TUHAN menemui Bileam dan menaruh perkataan ke dalam mulutnya, dan berfirman: “Kembalilah kepada Balak dan katakanlah demikian.”

23:17 Ketika ia sampai kepadanya, Balak masih berdiri di samping korban bakarannya bersama-sama dengan pemuka-pemuka Moab. Berkatalah Balak kepadanya: “Apakah yang difirmankan TUHAN?”

23:18 Lalu diucapkannyalah sanjaknya, katanya: “Bangunlah, hai Balak, dan dengarlah; pasanglah telingamu mendengarkan aku, ya anak Zipor.

23:19 Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?

23:20 Ketahuilah, aku mendapat perintah untuk memberkati, dan apabila Dia memberkati, maka aku tidak dapat membalikkannya.

23:21 Tidak ada ditengok kepincangan di antara keturunan Yakub, dan tidak ada dilihat kesukaran di antara orang Israel. TUHAN, Allah mereka, menyertai mereka, dan sorak-sorak karena Raja ada di antara mereka.

23:22 Allah, yang membawa mereka keluar dari Mesir, adalah bagi mereka seperti tanduk kekuatan lembu hutan,

23:23 sebab tidak ada mantera yang mempan terhadap Yakub, ataupun tenungan yang mempan terhadap Israel. Pada waktunya akan dikatakan kepada Yakub, begitu juga kepada Israel, keajaiban yang diperbuat Allah:

Jangan mengusik orang-orang yang Kuurapi, dan jangan berbuat jahat kepada nabi-nabi-Ku! —Mazmur 105:15

Ketika Allah Campur Tangan

Dalam puisi berjudul “This Child is Beloved”, Omawumi Efueye bercerita tentang upaya kedua orang tuanya menggugurkan dirinya ketika ia masih berada dalam kandungan. Setelah serangkaian peristiwa luar biasa membuat upaya itu gagal, kedua orangtuanya pun memutuskan menerima kehadiran si bayi. Kesadaran Omawumi akan pemeliharaan Allah atas hidupnya memotivasi dirinya untuk melayani Tuhan sepenuh waktu dan meninggalkan karirnya yang cemerlang. Saat ini, Omawumi melayani dengan setia sebagai gembala di sebuah gereja di London.

Seperti Omawumi, bangsa Israel juga mengalami campur tangan Allah pada masa-masa kritis dalam sejarah mereka. Raja Balak dari Moab melihat bangsa Israel dalam perjalanan di padang gurun dan gentar melihat besarnya jumlah mereka. Ia pun meminta Bileam untuk mengutuk bangsa Israel (Bil. 22:2-6).

Namun, sejumlah peristiwa ajaib terjadi. Setiap kali Bileam membuka mulutnya untuk mengutuk, yang keluar justru kata-kata berkat. “Aku disuruh memberkati; dan bila Allah memberkati, tak dapat kutarik kembali,” katanya. “Pada Yakub tidak terlihat kejahatan; pada Israel tak tampak kesukaran. Tuhan, Allah mereka, menyertai mereka. . . . Allah yang membawa mereka keluar dari Mesir” (Bil. 23:20-22 bis). Allah meluputkan bangsa Israel dari peperangan yang tidak mereka ketahui sedang terjadi!

Entah kita menyadarinya atau tidak, sampai sekarang pun Allah tetap melindungi umat-Nya. Marilah kita menyembah dengan penuh rasa syukur dan kekaguman kepada Dia yang selalu memberkati kita. —Remi Oyedele

WAWASAN
Bileam adalah nabi upahan (Bilangan 22:7; Ulangan 23:4; Yosua 13:22)—sebuah dosa yang tetap populer sampai masa kini. Petrus memperingatkan tentang guru-guru palsu yang “mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat” (2 Petrus 2:15-16). Yudas juga memperingatkan tentang orang-orang durhaka yang memanfaatkan posisi mereka dan menyalahgunakan karunia mereka demi uang (Yudas 1:11). Demikian pula Yohanes memperingatkan tentang pemimpin-pemimpin serakah, yang seperti Bileam, menggoda orang banyak untuk melakukan perzinaan rohani dan perzinaan seksual (Wahyu 2:14). —K. T. Sim

Seberapa sering kamu berhenti sejenak dari kesibukan dan merenungkan perlindungan Allah bagi hidupmu setiap hari? Apa artinya ketika kamu tahu bahwa Dia telah meluputkanmu dari bahaya yang tidak kamu sadari?

Bapa di surga, ampunilah kami yang sering memandang remeh kasih dan perlindungan-Mu. Berikanlah kami mata untuk dapat melihat banyaknya berkat-Mu dalam hidup kami.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 46-48; Matius 13:1-30

Handlettering oleh Catherine Tedjasaputra

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

23 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!