Ke Mana Kamu Menuju?

Info

Selasa, 21 Januari 2020

Ke Mana Kamu Menuju?

Baca: 2 Samuel 12:1-14

12:1 TUHAN mengutus Natan kepada Daud. Ia datang kepada Daud dan berkata kepadanya: “Ada dua orang dalam suatu kota: yang seorang kaya, yang lain miskin.

12:2 Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi;

12:3 si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain dari seekor anak domba betina yang kecil, yang dibeli dan dipeliharanya. Anak domba itu menjadi besar padanya bersama-sama dengan anak-anaknya, makan dari suapnya dan minum dari pialanya dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya.

12:4 Pada suatu waktu orang kaya itu mendapat tamu; dan ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing dombanya atau lembunya untuk memasaknya bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Jadi ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu.”

12:5 Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan: “Demi TUHAN yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati.

12:6 Dan anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena ia telah melakukan hal itu dan oleh karena ia tidak kenal belas kasihan.”

12:7 Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: “Engkaulah orang itu! Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul.

12:8 Telah Kuberikan isi rumah tuanmu kepadamu, dan isteri-isteri tuanmu ke dalam pangkuanmu. Aku telah memberikan kepadamu kaum Israel dan Yehuda; dan seandainya itu belum cukup, tentu Kutambah lagi ini dan itu kepadamu.

12:9 Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya? Uria, orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang; isterinya kauambil menjadi isterimu, dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon.

12:10 Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.

12:11 Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari.

12:12 Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan.”

12:13 Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.” Dan Natan berkata kepada Daud: “TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.

12:14 Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista TUHAN, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati.”

Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: “Engkaulah orang itu!” —2 Samuel 12:7

Ke Mana Kamu Menuju?

Di wilayah utara Thailand, tim sepak bola junior bernama “Wild Boars” memutuskan pergi menjelajahi sebuah gua bersama-sama. Mereka berniat pulang setelah menjelajah selama satu jam, tetapi menemukan bahwa mulut gua sudah terendam air. Hari demi hari, air yang masuk ke gua semakin tinggi sehingga mereka terpaksa masuk lebih jauh lagi, sampai akhirnya mereka terjebak sejauh 4 km di dalam gua. Ketika akhirnya mereka berhasil diselamatkan dua minggu kemudian, banyak orang bertanya-tanya bagaimana mereka bisa terjebak sedalam itu. Jawabannya: selangkah demi selangkah.

Di Israel, Nabi Natan menegur Daud karena telah membunuh Uria, prajuritnya yang setia. Bagaimana mungkin seseorang “yang berkenan di hati [Allah]” (1Sam. 13:14) melakukan pembunuhan? Jawabannya: selangkah demi selangkah. Daud tidak melakukan kejahatan dalam tempo satu malam. Ia memelihara bibit dosa tersebut dan mengembangkannya sekian lama, dari satu keputusan buruk kepada keputusan-keputusan buruk berikutnya. Kejahatan itu bermula dari tatapan panjang yang berlanjut menjadi hawa nafsu. Kemudian Daud menyalahgunakan kekuasaannya sebagai raja dengan menghampiri Batsyeba, lalu berusaha menutupi kehamilan perempuan itu dengan memanggil suaminya pulang dari medan perang. Ketika Uria menolak menghampiri istrinya sementara rekan-rekannya masih bertempur, Daud memutuskan bahwa Uria harus mati.

Kita mungkin tidak melakukan dosa pembunuhan atau terjebak di dalam gua karena kesalahan kita sendiri, tetapi sesungguhnya kita selalu berada dalam pergerakan—entah menuju Yesus atau justru menuju masalah. Masalah tidak membesar dalam satu malam, melainkan berkembang secara perlahan, selangkah demi selangkah.—Mike Wittmer

WAWASAN
Daud melakukan perzinaan dan pembunuhan (2 Samuel 11) dan berasumsi bahwa, sebagai raja, ia tidak dapat dipersalahkan oleh siapa pun. Satu tahun kemudian, Allah mengirim nabi Natan untuk menegur dosanya (pasal 12). Setelah mengakui dosa-dosanya dan bertobat, Daud menulis Mazmur 51, dan banyak yang percaya bahwa konteks ini berlaku pula untuk Mazmur 32. Meskipun diampuni, Daud tetap harus menghadapi konsekuensi dosa-dosanya. Anak yang dikandungnya dengan Batsyeba mati (2 Samuel 12:13-18). Dan seperti Uria yang dibunuh oleh pedang (ay.9-10), tiga anak Daud yang lain—Amnon (13:28-29), Absalom (18:14-15), dan Adonia (1 Raja-Raja 2:23-25)—mati juga oleh pedang. —K. T. Sim

Keputusan apa yang dapat kamu ambil saat ini untuk membawamu mendekat kepada Yesus dan menjauhi masalah? Apa yang harus kamu lakukan untuk meneguhkan keputusan tersebut?

Tuhan Yesus, aku berlari kepada-Mu!

Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 1-3; Matius 14:1-21

Handlettering oleh Kent Nath

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

25 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!