Bejana yang Bersih

Senin, 20 Januari 2020

Bejana yang Bersih

Baca: 1 Petrus 4:7-11

4:7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

4:8 Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.

4:9 Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut.

4:10 Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.

4:11 Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran. —Amsal 10:12

Bejana yang Bersih

“Kebencian merusak bejana yang mewadahinya.” Demikianlah ucapan Senator Alan Simpson dalam upacara pemakaman George H. W. Bush, presiden AS ke-41. Simpson mengingat bagaimana sahabatnya itu lebih mengedepankan rasa humor dan kasih daripada memelihara kebencian, baik dalam perannya sebagai pemimpin maupun dalam hubungan pribadi dengan orang lain.

Perkataan itu ada benarnya, bukan? Alangkah besarnya kerusakan yang saya alami ketika saya menyimpan kebencian dalam hati!

Penelitian medis memperlihatkan kerusakan yang dialami oleh tubuh ketika kita memendam perasaan negatif atau melepaskan amarah yang tak terkendali. Tekanan darah meningkat, jantung berdebar kencang, dan jiwa kita menjadi lesu. Bejana kita menjadi rusak.

Dalam Amsal 10:12, Raja Salomo memperhatikan, “Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran.” Pertengkaran yang berasal dari kebencian ini merupakan perseteruan berdarah antara kaum yang berbeda suku dan ras. Kebencian semacam itu memicu timbulnya nafsu balas dendam, sehingga orang-orang yang berselisih tidak dapat lagi saling berhubungan baik.

Sebaliknya, kasih Allah menutupi—menyelubungi, menyembunyikan, atau mengampuni—segala pelanggaran. Ini tidak berarti mengabaikan kesalahan atau memaklumi pembuat kejahatan. Namun, kita tidak menyimpan kesalahan orang yang telah benar-benar menyesal. Akan tetapi, sekalipun mereka tidak pernah meminta maaf, kita dapat menyerahkan perasaan kita kepada Allah. Kita yang mengenal Sang Mahakasih patut “[mengasihi] sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa” (1PTR. 4:8).—Elisa Morgan

WAWASAN
Penulisan surat kuno mengikuti sebuah formula umum: pembukaan/salam, ucapan syukur, badan surat, dan penutup. Setiap bagian memiliki sub-bagian dan karakteristik yang berbeda satu sama lain, dan setiap bagian mempunyai fungsi penting dalam menyampaikan pesan penulis. Bacaan hari ini adalah bagian dari penutup, yang dikenal sebagai hortatory (“nasihat”). Dalam bagian ini, penulis memberikan petunjuk-petunjuk akhir kepada pembaca. Bagian ini tidak selalu berisi argumen yang terstruktur dan progresif; sebaliknya, bagian ini lebih mirip petunjuk-petunjuk singkat dan acak yang ingin disampaikan oleh penulis melalui inspirasi Roh Kudus, tetapi tidak mendapat tempat di dalam badan surat. Di akhir suratnya yang pertama, Petrus mendorong para pembacanya untuk berdoa, mengasihi, berlaku ramah, memakai karunia mereka, menyampaikan firman Allah, dan melayani. —J. R. Hudberg

Apa saja yang menimbulkan kebencian dalam hatimu? Bagaimana pertengkaran dan permusuhan telah menggerogoti sukacita dan damai sejahtera hidupmu?

Ya Allah, tolong aku untuk berserah kepada kasih-Mu yang menutupi segala dosa dan menyucikan bejanaku untuk Kau diami dalam kasih.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 49-50; Matius 13:31-58

Handlettering oleh Novia Jonatan

Bagikan Konten Ini
30 replies
  1. Kristin S Silaban
    Kristin S Silaban says:

    Baru bgt kmaren bahas ini. Melakukan hal baik tidak perlu melihat timbal baliknya harusnya iklas dan tulus dalam membantu terlepas bagaimana orang itu akan merespon. Mengenakan kasih dari pada Allah akan membantu kita mengasihi sesama dan musuh dan jauh dari rasa benci dan pertengkaran. selamat mengaplikasikan firman.

  2. tika ujung
    tika ujung says:

    Terimakasih buat Firman yang boleh kita renungkan hari ini
    saya sangat di berkati sekali dengan firman ini

    saya mohon topangan doa dari kawan kawan sekalian untuk saya bisa melalui setiap persoalan hidup saya supaya saya tidak membenci keadaan saya saat ini
    supaya Tuhan mampukan saya untuk tetap bersyukur dan berkomitmen dalam hidup saya

  3. Rouli Margarettha
    Rouli Margarettha says:

    kebencian memang benar2 menggerogoti dan membuat bafan fan pikiran kita sakit. yang perlu ditekankan, terkadang kita berpikir membenci orang lain, tapi banyak dari kita tanpa sadar juga membenci diri sendiri. seperti menyesali sesuatu atau sedih berlarut2. kiranya hanya Tuhan saja yang menyembuhkan luka kita.
    terima kasih untuk saat teduh hari ini. sekarang lebih paham tentang kasih menutupi segala sesuatu.

  4. Jonathan Sinaga
    Jonathan Sinaga says:

    mantap iman tampa perbuatan mati. selamat untuk praktek dan menghidupi firman Tuhan yang memberikan kelegaan dan damai sejahtera

  5. Sulinda Manik
    Sulinda Manik says:

    kuatkan aku Tuhan utk dapat mengampuni ,,,kuatkan kami agar selalu saling mengasihi .,Amin ,,,! GBUs

  6. AJI Susanto
    AJI Susanto says:

    MEMBENCI = MEMBUNUH

    1 Yohanes 3:15 (TB) TB: Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.

    Terima kasih untuk penulis renungan pagi ini
    Tuhan Yesus Kristus Memberkatimu 🙂
    Tetap semangat berkarya & berbagi firman-Nya

    …………………

    ‘Kebencian adalah salah satu alat yang dipakai oleh IBLIS untuk membawa manusia ke dalam api neraka”

  7. Dalmok
    Dalmok says:

    Mengasihi org yg telah menyakiti kita rasanya sulit, tapi dengan pertolongan Tuhan, kita pasti mampu melakukannya.

  8. Enos
    Enos says:

    Yang membuat orang membenci itu karena masih melihat Tuhan Yesus sebagai Pengantara dan Utusan padahal Tuhan Yesus itu Allah Abraham, Ishak dan Yakup dan Allah yang menciptakan manusia bumi dan segala isinya anda hanya dapat melihat itu dengan membaca INJIL Sinoptik dan Temukan siapa Allah itu.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *