Sukacita Memberi

Info

Sabtu, 21 Desember 2019

Sukacita Memberi

Baca: Lukas 2:4-14

2:4 Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, β€”karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daudβ€”

2:5 supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.

2:6 Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,

2:7 dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

2:8 Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.

2:9 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.

2:10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:

2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.

2:12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.”

2:13 Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:

2:14 “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. —Lukas 2:11

Sukacita Memberi

Pernahkah kamu memberikan mainan sebagai hadiah Natal? Mainan apa saja yang pernah kamu hadiahkan? Jenis hadiah Natal yang paling populer antara lain adalah boneka, permainan elektronik, dan permainan papan untuk keluarga.

Kita semua senang memberikan hadiah Natal, tetapi kesenangan tersebut tidak terbandingkan dengan sukacita Allah saat Dia memberikan hadiah Natal yang perdana. Hadiah itu datang dalam rupa bayi yang lahir dalam palungan di kota Betlehem (Luk. 2:7).

Meski lahir di tengah kesederhanaan, kedatangan bayi Yesus diberitakan oleh malaikat yang berseru, “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (ay.10-11). Setelah kabar luar biasa itu disampaikan, muncullah “sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: ‘Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya’” (ay.13-14).

Pada Natal kali ini, nikmatilah kegembiraan memberi hadiah untuk orang-orang yang kamu kasihi, tetapi jangan lupakan alasan utama kita memberi. Kita memberi karena Allah berkenan memberikan hadiah luar biasa untuk manusia ciptaan-Nya dalam wujud Anak-Nya yang tunggal demi menyelamatkan kita dari dosa. Kita memberi karena Tuhan sudah memberi terlebih dahulu. Marilah kita memuji-Nya dengan penuh ucapan syukur!—Remi Oyedele

WAWASAN
Para malaikat, utusan-utusan supernatural Allah, kerap muncul dalam beberapa peristiwa penting dalam kedua tulisan Lukas—Injil Lukas dan Kisah Para Rasul. Apa saja yang dilakukan oleh para malaikat itu di seputar lahirnya Yohanes Pembaptis dan Yesus (Lukas 1 dan 2) sudah cukup banyak diketahui. Lukas juga mencatat bahwa ada malaikat yang muncul untuk menguatkan Yesus ketika Dia sedang menghadapi maut (Lukas 22:43). Perempuan-perempuan di makam Kristus melihat malaikat-malaikat yang memberitahu mereka bahwa Kristus tetap hidup (24:23). Dua orang berjubah putih dalam Kisah Para Rasul 1:10-11 kemungkinan besar adalah malaikat. Para malaikat diutus untuk melepaskan para rasul dari penjara (Kisah Para Rasul 5:17-21); memberikan petunjuk-petunjuk perjalanan kepada Filipus (8:26); memberikan petunjuk-petunjuk kepada Kornelius (10:1-8); melepaskan Petrus dari penjara (12:6-11); menghukum seorang penguasa yang sombong (12:23); dan membesarkan hati rasul Paulus (27:23-26). —Arthur Jackson

Mengapa Yesus merupakan hadiah Natal terbesar yang bisa kamu terima? Bagaimana kamu dapat meneruskan hadiah itu kepada orang lain dengan cara yang lebih efektif?

Ya Bapa, terima kasih untuk Yesus—hadiah terbaik sepanjang masa!

Bacaan Alkitab Setahun: Bacaan alkitab setahunMikha 4-5; Wahyu 12

Handlettering oleh Marcella Liem

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

18 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!