Mustahil Gagal

Info

Jumat, 20 Desember 2019

Mustahil Gagal

Baca: Nehemia 6:1-9

6:1 Ketika Sanbalat dan Tobia dan Gesyem, orang Arab itu dan musuh-musuh kami yang lain mendengar, bahwa aku telah selesai membangun kembali tembok, sehingga tidak ada lagi lobang, walaupun sampai waktu itu di pintu-pintu gerbang belum kupasang pintunya,

6:2 maka Sanbalat dan Gesyem mengutus orang kepadaku dengan pesan: “Mari, kita mengadakan pertemuan bersama di Kefirim, di lembah Ono!” Tetapi mereka berniat mencelakakan aku.

6:3 Lalu aku mengirim utusan kepada mereka dengan balasan: “Aku tengah melakukan suatu pekerjaan yang besar. Aku tidak bisa datang! Untuk apa pekerjaan ini terhenti oleh sebab aku meninggalkannya dan pergi kepada kamu!”

6:4 Sampai empat kali mereka mengirim pesan semacam itu kepadaku dan setiap kali aku berikan jawaban yang sama kepada mereka.

6:5 Lalu dengan cara yang sama untuk kelima kalinya Sanbalat mengirim seorang anak buahnya kepadaku yang membawa surat yang terbuka.

6:6 Dalam surat itu tertulis: “Ada desas-desus di antara bangsa-bangsa dan Gasymu membenarkannya, bahwa engkau dan orang-orang Yahudi berniat untuk memberontak, dan oleh sebab itu membangun kembali tembok. Lagipula, menurut kabar itu, engkau mau menjadi raja mereka.

6:7 Bahkan engkau telah menunjuk nabi-nabi yang harus memberitakan tentang dirimu di Yerusalem, demikian: Ada seorang raja di Yehuda! Sekarang, berita seperti itu akan didengar raja. Oleh sebab itu, mari, kita sama-sama berunding!”

6:8 Tetapi aku mengirim orang kepadanya dengan balasan: “Hal seperti yang kausebut itu tidak pernah ada. Itu isapan jempolmu belaka!”

6:9 Karena mereka semua mau menakut-nakutkan kami, pikirnya: “Mereka akan membiarkan pekerjaan itu, sehingga tak dapat diselesaikan.” Tetapi aku justru berusaha sekuat tenaga.

Pekerjaan itu dilaksanakan dengan bantuan Allah kami. —Nehemia 6:16

Mustahil Gagal

“Mustahil gagal!” Kalimat ini diucapkan oleh Susan B. Anthony (1820-1906), tokoh pembela hak-hak asasi perempuan di Amerika Serikat. Meski terus-menerus menghadapi kritik, bahkan ditahan, diadili, dan dinyatakan bersalah karena memberikan suara secara ilegal, Anthony bersumpah takkan menyerah berjuang agar kaum wanita mendapatkan hak pilih karena meyakini bahwa perjuangannya itu benar. Meski Anthony wafat sebelum melihat buah dari perjuangannya, pernyataannya terbukti benar. Pada tahun 1920, amandemen kesembilan belas terhadap Konstitusi Amerika Serikat memberi hak kepada wanita untuk memilih.

Nehemia juga mustahil gagal, terutama karena ia memiliki Allah sebagai Penolong yang Hebat. Setelah meminta Allah memberkati perjuangannya untuk membangun kembali tembok Yerusalem, Nehemia dan orang-orang yang kembali ke Yerusalem dari pembuangan di Babel bekerja keras untuk mencapai tujuan mereka. Tembok tersebut dibutuhkan untuk mengamankan penduduk kota dari serangan musuh-musuhnya. Namun, perlawanan terhadap perjuangan tersebut datang dalam bentuk penipuan dan ancaman. Nehemia menolak menyerah terhadap ancaman tersebut. Ia berkata kepada mereka yang menentang pembangunan tersebut, “Aku tengah melakukan suatu pekerjaan yang besar” (Neh. 6:3). Setelah itu, Nehemia berdoa, “Ya Allah, kuatkanlah aku!” (ay.9 BIS). Berkat kegigihannya, selesailah tembok itu (ay.15).

Allah memberikan kekuatan kepada Nehemia untuk bertahan terhadap perlawanan yang dialaminya. Adakah tugas yang membuatmu ingin menyerah? Mintalah kepada Allah untuk menyediakan apa pun yang kamu butuhkan untuk terus bertahan.—Linda Washington

WAWASAN
Nehemia menyadari bahwa musuh-musuhnya berusaha “mencelakakan” dia (Nehemia 6:2). Ketika upaya-upaya mereka untuk “berdiplomasi” itu gagal, mereka mencoba memancing dia dengan tuduhan-tuduhan palsu yang dinyatakan dalam sebuah surat yang tidak dimeteraikan (ay.5). Sebuah surat yang tidak dimeteraikan bisa dibaca oleh siapa saja dan kemungkinan besar dipakai untuk menyebarkan kabar burung bahwa Nehemia benar-benar berkomplot untuk menjadi raja. Nehemia menyanggah tuduhan tersebut (ay.8) dan berpaling kepada Allah dalam doa (ay.9). —Tim Gustafson

Bagaimana biasanya kamu menghadapi perlawanan yang kamu alami? Perjuangan apa yang rela kamu tempuh, berapapun beratnya tantangan yang kamu hadapi?

Ya Allah, aku butuh pertolongan-Mu untuk tetap melanjutkan pekerjaan yang Engkau percayakan, berapapun harga yang harus kubayar.

Bacaan Alkitab Setahun: Bacaan alkitab setahunMikha 1-3; Wahyu 11

Handlettering oleh Febronia

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

19 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!