Mengalahkan Ketakutan

Kamis, 12 Desember 2019

Mengalahkan Ketakutan

Baca: 1 Samuel 17:4-7, 45-50

17:4 Lalu tampillah keluar seorang pendekar dari tentara orang Filistin. Namanya Goliat, dari Gat. Tingginya enam hasta sejengkal.

17:5 Ketopong tembaga ada di kepalanya, dan ia memakai baju zirah yang bersisik; berat baju zirah ini lima ribu syikal tembaga.

17:6 Dia memakai penutup kaki dari tembaga, dan di bahunya ia memanggul lembing tembaga.

17:7 Gagang tombaknya seperti pesa tukang tenun, dan mata tombaknya itu enam ratus syikal besi beratnya. Dan seorang pembawa perisai berjalan di depannya.

17:45 Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.

17:46 Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah,

17:47 dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”

17:48 Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu;

17:49 lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah.

17:50 Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.

Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama Tuhan, Allah kita. —Mazmur 20:8

Mengalahkan Ketakutan

Ketakutan telah menguasai kehidupan seorang pria selama tiga puluh dua tahun. Karena takut ditangkap atas kejahatannya, ia bersembunyi di rumah pertanian milik saudara perempuannya, tidak pernah ke mana-mana dan tidak mengunjungi siapa pun, bahkan tidak menghadiri pemakaman ibunya. Di usia enam puluh empat tahun, barulah ia tahu bahwa tidak pernah ada tuntutan hukum yang diajukan terhadapnya. Pria itu sebenarnya dapat melanjutkan kehidupannya seperti biasa. Ancaman hukuman itu memang nyata, tetapi pria itu membiarkan ketakutan atas hukuman itu mengendalikan hidupnya.

Seperti itu juga rasa takut yang menguasai bangsa Israel ketika mereka ditantang oleh orang-orang Filistin di Lembah Tarbantin. Ancaman itu nyata. Musuh mereka, Goliat, bertinggi badan 3 m dan berat baju zirahnya saja 57 kg (1Sam. 17:4-5). Selama empat puluh hari, pagi-sore, Goliat menantang pasukan Israel untuk melawannya, tetapi tidak ada yang berani maju. Tak seorang pun berani sampai Daud berkunjung ke medan pertempuran. Ia mendengar dan melihat ejekan itu, lalu mengajukan dirinya untuk melawan Goliat.

Walaupun seluruh pasukan Israel menganggap Goliat terlalu besar untuk dilawan, Daud si gembala muda tahu bahwa Goliat tidak ada apa-apanya di hadapan Tuhan. Ia berkata, “Tuhan menyelamatkan . . . sebab di tangan Tuhanlah pertempuran” (ay.47).

Saat kita dicekam oleh rasa takut, marilah mengikuti teladan Daud dan mengarahkan mata kita kepada Tuhan untuk memperoleh sudut pandang yang benar mengenai masalah yang ada. Ancaman mungkin nyata, tetapi Dia yang bersama kita dan membela kita jauh lebih besar daripada lawan kita.—Albert Lee

WAWASAN
Daud mengalahkan Goliat dengan pengumban dan batu. Meski pengumban bukanlah senjata perang yang lazim digunakan, namun para gembala pada waktu itu biasa menggunakannya untuk menghadapi binatang-binatang buas. Dua kali dalam nas singkat hari ini disinggung bagaimana Daud mengalahkan Goliat tanpa pedang (1 Samuel 17:47,50). Apa yang mungkin kita baca sambil lalu dalam kisah yang sudah tidak asing lagi ini adalah apa yang ingin digaris-bawahi oleh sang penulis: Daud menang hari itu tanpa pedang karena Allah-lah yang menyerahkan Goliat ke tangannya. —J.R. Hudberg

Raksasa menakutkan apa yang sedang kamu hadapi saat ini? Bagaimana kamu dapat dengan sungguh-sungguh mengarahkan matamu kepada Allah yang hidup?

Terima kasih, ya Allah, karena Engkau lebih besar daripada segala raksasa dalam hidupku. Aku percaya hanya kepada-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Bacaan alkitab setahunHosea 9-11; Wahyu 3

Handlettering oleh Teguh Arianto

Bagikan Konten Ini
31 replies
  1. FENNY JULIYANTI DAMANIK
    FENNY JULIYANTI DAMANIK says:

    Ketika masalah itu datang, aku merasa masih bisa menyelesaikannya tanpa Tuhan. Dan akhirnya, pada saat aku merasa sudah tidak sanggup, aku mengadu pada-Nya.
    Padahal saat masalah itu datang, Allah sudah ada bersama dengan aku. Tetapi aku menutup mataku dan memandang masalahku.
    Saat Allah bersamaku dan aku memandangnya, disitulah kekuatan Allahku ada padaku untuk menyelesaikan masalah.
    Seandainya aku tidak tegar tengkuk dan angkuh akan kekuatanku…

  2. Kristin S Silaban
    Kristin S Silaban says:

    Tuhanku terlebih besar, tak pernah terlambat kasihNya menolong hidupku. Tuhan tolong kami untuk hidup mengandalkan kekuatanMu di tengah ketakutan kami.

  3. Megaria
    Megaria says:

    Tuhan akan membantu saya, dan kamu… untuk melawan “raksasa” dan memenangkan pertempuran.

    god blessed.

  4. ella
    ella says:

    rasa takut terbesar dalm hidup saya adalah tentang bagaimana hari esok bagaimana masa depan saya, tetapi saya yakin bahwa pertolongan Tuhan tdk pernah terlambat. sebab Tuhan Allah kita adalah Allah yg hidup yg tak pernah sekalipun meninggalkan kita. marilah kita hidup taat kepada Tuhan. Jesus bless you 😍😇

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *