Tempat Teraman

Info

Sabtu, 2 November 2019

Tempat Teraman

Baca: Mazmur 46:1-12

46:1 Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Dengan lagu: Alamot. Nyanyian.46:2 Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.

46:3 Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;

46:4) sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Sela

46:5 Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai.

46:6 Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.

46:7 Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumipun hancur.

46:8 TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Sela

46:9 Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi,

46:10 yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi, yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak, membakar kereta-kereta perang dengan api!

46:11 “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!”

46:12 TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Sela

Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan. —Mazmur 46:2

Tempat Teraman

Saat Badai Florence yang daya rusaknya sangat besar bergerak mendekati Wilmington, Carolina Utara, anak perempuan saya bersiap-siap meninggalkan rumahnya untuk mengungsi. Ia sempat menunggu hingga detik-detik terakhir, dengan harapan badai itu akan menjauh dari rumahnya. Namun kemudian, ia harus buru-buru menyortir dokumen-dokumen penting, foto-foto, dan barang-barang mana yang akan dibawa. ”Aku tidak mengira pergi mengungsi akan sesulit ini,” ceritanya kepada saya beberapa saat kemudian, “tetapi saat itu aku tidak tahu apakah semuanya akan masih ada waktu aku kembali.“

Badai hidup dapat datang dalam berbagai bentuk: topan badai, tornado, gempa bumi, banjir, masalah yang tak terduga dalam pernikahan atau dengan anak-anak, gangguan kesehatan, atau masalah keuangan yang mendadak muncul. Begitu banyak hal berharga yang bisa hilang lenyap dalam sekejap mata.

Di tengah badai, Kitab Suci menunjukkan kepada kita tempat yang paling aman: “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah” (Mzm. 46:2-3).

Para penulis mazmur ini adalah keturunan seorang laki-laki dari generasi lampau yang pernah melayani Allah tetapi kemudian memberontak dan binasa dalam gempa bumi (lihat Bil. 26:9-11). Pandangan mereka menunjukkan kerendahan hati dan pemahaman yang mendalam tentang kebesaran, belas kasihan, dan kasih penebusan Allah.

Masalah boleh datang, tetapi Allah sanggup mengatasi semuanya. Mereka yang berlari kepada Sang Juruselamat tahu bahwa Dia tidak tergoncangkan. Dalam tangan kasih-Nya yang abadi kita menemukan tempat yang aman dan damai. —James Banks

WAWASAN
Mazmur 46 memuji Allah sebagai satu-satunya sumber damai sejahtera, sukacita, dan kekuatan di dunia yang yang berat ini. “Kota Allah” (ay.5) kemungkinan besar mengacu kepada Yerusalem, yang dipandang sebagai tempat kediaman Allah bersama umat-Nya (ay.6). “Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai” (ay.5) tampaknya melambangkan tak hanya sumber air secara harfiah tetapi juga hadirat Allah yang terus menghadirkan makanan rohani, penyucian, dan pembaharuan bagi umat-Nya. Yoel 3:18 memakai kiasan serupa untuk menggambarkan mata air yang mengalir dari rumah Allah. Mata air mengalirkan air hidup dari Allah yang melambangkan pemeliharaan atas umat-Nya setelah penghakiman bangsa-bangsa. Kitab Wahyu juga menggambarkan sungai yang mengalir dari takhta Allah. Setelah Yesus sepenuhnya mengalahkan kutuk maut dan si jahat (22:3), hadirat Allah akan mengalir kepada semua orang “untuk menyembuhkan bangsa-bangsa” (ay.2). Saat itulah kekayaan dan sukacita seluruh ciptaan akhirnya dipulihkan. —Monica Brands

Di tengah badai hidup yang tak terduga, bagaimana cara Allah memberi kamu kedamaian? Bagaimana kamu dapat berlari kepada-Nya hari ini?

Ya Allah, Engkau yang lebih dahsyat dari badai, tolonglah aku menyerahkan ketakutanku pada tangan-Mu hari ini dan bersandar pada kasih abadi-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 27-29; Titus 3

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

17 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!