Luar Biasa!

Info

Jumat, 8 November 2019

Luar Biasa!

Baca: Amsal 12:12,24-28

12:12 Orang fasik mengingini jala orang jahat, tetapi akar orang benar mendatangkan hasil.

12:24 Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa.

12:25 Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.

12:26 Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.

12:27 Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.

12:28 Di jalan kebenaran terdapat hidup, tetapi jalan kemurtadan menuju maut.

Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa. —Amsal 12:24

Luar Biasa!

Ini lomba lari lintas alam pertama bagi anak-anak kelas tujuh, tetapi seorang anak perempuan tidak mau ikut. Meski telah menyiapkan diri, ia khawatir tidak akan bisa melakukannya. Namun akhirnya, ia ikut berlomba juga bersama anak-anak lain. Kemudian, satu per satu pelari menyelesaikan jarak 2 mil itu dan mencapai garis akhir—kecuali si pelari yang memang sudah ogah-ogahan dari awal. Sang ibu yang menunggu finis melihat sosok anaknya sendirian di kejauhan. Ia pun bergegas menghampiri garis finis, supaya ia bisa menghibur peserta yang tertinggal itu. Namun, terjadi sesuatu yang mengejutkan. Begitu pelari kecil itu melihat ibunya, ia berseru, “Ini luar biasa!” Apa yang luar biasa dari menjadi yang terakhir mencapai garis finis? Berhasil mencapai garis akhir itu sendiri!

Gadis itu telah mencoba sesuatu yang sulit dan berhasil menyelesaikannya! Alkitab menghargai kerja keras dan kerajinan, suatu konsep yang sering dipelajari melalui olahraga, musik, atau hal-hal lain yang membutuhkan kegigihan dan usaha.

Amsal 12:24 berkata, “Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa.” Selanjutnya, “Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja” (14:23). Prinsip-prinsip bijaksana tersebut—bukan janji—dapat membantu kita melayani Allah dengan benar.

Kehendak Allah atas kita selalu melibatkan pekerjaan. Sebelum jatuh dalam dosa, Adam diperintahkan untuk “mengusahakan dan memelihara taman [Eden]” (Kej. 2:15). Apa pun yang kita perbuat, patut dilakukan “dengan segenap hati” (Kol. 3:23). Marilah bekerja dengan kekuatan yang Dia berikan kepada kita—dan menyerahkan hasilnya kepada-Nya. —Dave Branon

WAWASAN
Amsal adalah salah satu Kitab Hikmat dalam Perjanjian Lama di samping Ayub, Mazmur, Pengkhotbah, dan Kidung Agung. Salah satu ciri dari tulisan-tulisan ini adalah banyaknya pemakaian puisi, dan sebagaimana yang tampak lewat genrenya, tujuan utamanya adalah meraih hikmat. Dalam Amsal, para penulis (Salomo dan yang lainnya) terutama memakai kalimat wejangan untuk mengajar umat Allah menerapkan hikmat dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah tafsir, hikmat di sini berarti “keterampilan dalam seni menjalankan hidup saleh.” Tema utama kitab Amsal yang lainnya adalah persahabatan, cara bicara, pernikahan, mendidik anak, pekerjaan, kerajinan dan kemalasan. Dalam bacaan hari ini tampak perbandingan kemalasan dan kerajinan, khususnya dalam 12:24,27, dan sepanjang kitab Amsal (6:6-10; 10:4; 20:13; 24:30-34). —Alyson Kieda

Apa yang dapat saya pelajari dari remaja putri tadi tentang kerajinan dan ketekunan? Bagaimana saya memuliakan Allah dengan kerja keras dan memberi yang terbaik?

Bapa di surga, mampukanlah aku agar dapat melakukan apa pun yang Engkau minta kulakukan hari ini—besar atau kecil.

Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 43-45; Ibrani 5

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

12 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!