Dosa yang Begitu Merintangi

Info

Minggu, 17 November 2019

Dosa yang Begitu Merintangi

Baca: Ibrani 2:17-18; 12:1-2

2:17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.

2:18 Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita. —Ibrani 12:1

Dosa yang Begitu Merintangi

Para prajurit yang berperang di hutan yang panas dan gerah bertahun-tahun lalu menghadapi masalah pelik. Tiba-tiba saja ada tanaman merambat berduri tajam yang dapat menempel pada badan dan peralatan para prajurit, sehingga mereka terjerat olehnya. Saat berusaha melepaskan diri, semakin banyak sulur-suluran tumbuhan itu yang akan membelit mereka. Para prajurit menjuluki tumbuhan ini “tunggu sebentar” karena, sekali terjerat dan tidak bisa berjalan maju, mereka akan berteriak kepada anggota tim yang lain, “Hei, tunggu sebentar, aku terjerat!”

Hal yang sama juga berlaku bagi para pengikut Yesus. Mereka akan sulit untuk bergerak maju ketika mereka terjerat dosa. Ibrani 12:1 mendesak kita untuk “menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita” dan “berlomba dengan tekun.” Namun, bagaimana kita dapat menanggalkan dosa yang merintangi kita?

Yesuslah satu-satunya yang dapat melepaskan kita dari dosa yang menjerat hidup kita. Marilah belajar mengarahkan mata kita kepada-Nya, Juruselamat kita (12:2). Karena “dalam segala hal” Sang Anak Allah “disamakan” dengan manusia, Dia tahu bagaimana rasanya dicobai—tetapi tidak berdosa (2:17-18; 4:15). Jika berjuang sendiri, kita bisa terjerat dan dirintangi oleh dosa-dosa kita. Namun, Allah ingin kita menang atas pencobaan, bukan dengan kekuatan kita sendiri, melainkan dengan kekuatan-Nya, supaya kita bisa “menanggalkan” dosa yang merintangi dan berlomba mengejar kebenaran-Nya (1Kor. 10:13). —Cindy Hess Kasper

WAWASAN
Ibrani 2:18 memberi kita wawasan yang luar biasa tentang kehidupan Yesus: “Oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.” Ketika merenungkan pencobaan Kristus, kita teringat saat Dia berada di padang gurun (lihat Matius 4; Markus 1; Lukas 4). Sewaktu Iblis mencobai Dia untuk mengalihkan-Nya dari misi-Nya, Yesus mengalahkan si penggoda dengan ayat Kitab Suci. Hal itu menunjukkan bahwa dengan mengenal Alkitab dan mengandalkan Allah, kita dapat berdiri teguh saat menghadapi pencobaan. Yesus merasakan daya tarik pencobaan sama seperti kita, karena itu Dia mampu menolong kita dalam kelemahan kita. —J.R. Hudberg

Dosa-dosa apa yang masih menjeratmu saat ini? Apa yang dapat kamu lakukan untuk memperoleh kelepasan dari pergumulan yang kamu alami?

Tuhan Yesus, berilah aku kuasa-Mu untuk menang atas dosa dalam hidupku. Mampukanlah aku mengandalkan kekuatan-Mu dan bukan kekuatanku sendiri, dan pimpinlah aku di jalan yang benar.

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 5-7; Ibrani 12

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

21 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!