Bukan Persekutuan Biasa

Info

Hari ke-1 | 30 Hari Saat Teduh bersama Kitab Filipi
Baca Konteks Historis Kitab Filipi di sini

Baca: Filipi 1:1-8

1:1 Dari Paulus dan Timotius, hamba-hamba Kristus Yesus, kepada semua orang kudus dalam Kristus Yesus di Filipi, dengan para penilik jemaat dan diaken.

1:2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

1:3 Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu.

1:4 Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita.

1:5 Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini.

1:6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

1:7 Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil.

1:8 Sebab Allah adalah saksiku betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian.

Bukan Persekutuan Biasa

Apa yang muncul di pikiranmu ketika kamu mendengar kata “persekutuan”? Seringkali kita membayangkannya sebagai sekadar acara “kumpul-kumpul”, bermain bersama di komunitas pemuda, atau berbincang-bincang tentang topik-topik yang santai.

Meskipun tidak ada yang salah dengan itu, pernahkah kamu merenungkan apakah ada makna yang lebih dalam dari sebuah persekutuan?

Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, Paulus menunjukkan gambaran yang berbeda mengenai persekutuan. Ia memulai suratnya dengan berterima kasih pada jemaat Filipi untuk “persekutuan mereka dalam Berita Injil” (Filipi 1:5). Persekutuan seperti apa yang membuat Paulus berterima kasih?

Jemaat Filipi adalah jemaat pertama yang Paulus bentuk di Eropa. Jemaat tersebut terdiri dari seorang pedagang bernama Lydia dan seisi rumahnya, seorang kepala penjara dan keluarganya, dan orang-orang lain yang menjadi percaya semenjak terbentuknya jemaat itu (Kisah Para Rasul 16). Ketika Paulus banyak menulis surat untuk mengoreksi atau menegur permasalahan di jemaat mula-mula, suratnya untuk jemaat Filipi terlihat berbeda sebagai surat yang berisi ucapan syukur dan sukacita.

Aku yakin jemaat Filipi tidaklah sempurna. Tidak ada gereja yang sempurna. Namun apa yang membedakan jemaat Filipi dari yang lainnya adalah fokus mereka yang tajam: mereka berkomitmen untuk melakukan tujuan bersama mereka—menyebarkan Kabar Baik tentang Kristus. Dengan membantu Paulus secara finansial dan bekerja dengannya (4:15), jemaat Filipi tidak hanya sedang menyebarkan Injil, tetapi mereka juga sedang menghidupi Injil itu di dalam komunitasnya.

Ketika Paulus mengucap syukur pada Tuhan untuk persekutuannya dengan orang-orang percaya di Filipi, ia tidak hanya membayangkan obrolan santai setelah makan atau permainan yang menyenangkan. Paulus mengucap syukur karena jemaat Filipi bekerja bersamanya dalam menyebarkan Injil pada orang-orang bukan Yahudi, menolong orang-orang yang membutuhkan, dan memperhatikan kebutuhan orang lain meskipun mereka sendiri sedang menderita.

Itulah persekutuan yang sesungguhnya.

Pernahkah kamu membaca buku J. R. R. Tolkien, Fellowship of the Ring?

Dalam cerita tersebut, persekutuan (fellowship) itu dibentuk dari sembilan individu dari berbagai ras dan kepribadian, dan berbagai pendapat tentang cara melakukan suatu hal. Orang-orang ini tidak menjalankan persekutuannya dengan duduk mengelilingi api unggun dan berbagi candaan. Itu bukanlah persekutuan yang sebenarnya.

Persekutuan mereka yang sejati adalah tentang menjaga satu sama lain untuk bertahan dari godaan kekuatan jahat; tentang melindungi satu sama lain dari musuh bersama. Yang menjadikan mereka sebuah persekutuan adalah perjalanan berbahaya mereka menghadapi kejahatan dan maut untuk memperjuangkan apa yang baik.

Seperti itulah seharusnya sebuah gereja.

Gerejaku tidak selalu seperti itu. Sebagai seorang pemimpin di gereja, kami sering berusaha keras untuk membuat gereja menjadi menyenangkan dan relevan, sampai kami lupa akan tujuan utama kami.

Jika itu terdengar seperti gerejamu juga, jangan putus asa. Sebaliknya, mari kita terdorong untuk mengejar gambaran yang Paulus tunjukkan mengenai persekutuan yang sesungguhnya.

Mari kita mulai dengan melakukan percakapan yang jujur dengan satu sama lain tentang sejauh mana kita melangkah dalam perjalanan iman kita. Mari kita saling berbagi dalam pergumulan satu sama lain (1:29-30), bertekad untuk berjalan bersama dan mendoakan satu sama lain melewati beragam musim dalam hidup, dan mendorong satu sama lain untuk bertumbuh di dalam kedewasaan rohani (2:12).

Persekutuan kita bukanlah sekadar persekutuan dunia biasa. Kita dipersatukan oleh Allah sendiri untuk suatu tujuan mulia. Maka mari kita bersama-sama memenuhi tujuan itu, yang adalah menyebarkan Kabar Baik-Nya pada dunia. (1:27)—Carol Lerh, Singapura

Handlettering oleh Naomi Prajogo Djuanda

Pertanyaan untuk direnungkan

1. Bagaimana caranya agar persahabatan kita di gereja dapat berfokus untuk menyebarkan Injil?

2. Pikirkan satu perubahan yang dapat kamu lakukan untuk membagikan persekutuan yang sesungguhnya pada komunitas Kristenmu.

3. Dengan cara apa kamu dapat bekerja bersama orang-orang Kristen di sekitarmu dalam pekerjaan Injil?

Bagikan jawaban atas perenunganmu ini di kolom komentar. Kiranya jawaban sobat muda dapat menjadi inspirasi dan berkat bagi orang lain.

Tentang Penulis:

Carol Lerh, Singapura | Carol suka berpikir, salah satu hal yang selalu dia pikirkan adalah betapa lebar, dalam, dan luasnya kasih Allah yang tak terukur. Hal lain yang Carol suka lakukan adalah menulis.

Baca 30 Hari Saat Teduh bersama Kitab Filipi

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Saat Teduh Kitab Filipi, SaTe Kamu

17 Komentar Kamu

  • 1.Sebaiknya jika memang ada niatan baik pasti akan dilancarkan-Nya..Dan kitapun jika niatan itu banr2 ingin kita lakukan kita harus ounya tekat yg kuat dan tidak mudah goyah serta percaya

    2.Memberikan energi energi yg positif.membangun, serta sabar
    3. saling bertukar pikiran karna semuanya oasti memiliki pendapat yg berbeda sehingga kita perlu menyatukan pikiran nantinya..

  • 1. Agar berfokus pada penyebaran injil menurut saya: mengingat bahwa betapa egoisnya kita ketika kita mendapatkan injil itu, namun tidak membagikannya kepada oranglain. Artinya, kita gaboleh egois ketika kita udah dapat injil itu, yaa berarti, kita harus membagikan kabarbaik itu kepada oranglain.
    2. Untuk memberi suatu perubahan menurut saya, harus dimulai dari diri sendiri, artinya harus dengan aksi nyata lah kita menunjukkan bagaimana persekutuan yng sesungguhnya, maka mereka akan melihat, dan kita dapat membagikannya.
    3. Dengan cara membagikan injil itu kepada mereka yng belum mendapatkannya.

  • Dhesi ari andriyani

    1. Dg cara mengikuti persekutuan doa ataupun pemahaman alkitab
    2. Dg aksi nyata ,atupun kunjungan ke jemaat2 yg tdk bs hadir persekutuan krn sakit
    3. Dg saling membantu dlm menyiapkan bahan renungan,menyiapkan hal2 yg berhubungan dg ibadah/persekutuan

  • 1. Caranya adalah bener-bener dimulai dari persahabatan itu sendiri. Bagaimana dari persahabatan yang ada dapat saling terbuka, dapat saling menopang, saling mendoakan sehingga setiap anggota mengalami pertumbuhan dan masing-masing bisa membagikannya buat orang lain lagi.

    2. Dimulai dari diri sendiri untuk belajar terbuka.

    3. Dengan cara saling mengingatkan, saling menopang

  • Amin. Terimakasih atas perenungan di hari pertama dalam renungan kitab filipi ini, karena ini saya di ingatkan kembali untuk bersekutu dalam Tuhan, dan mengasihi sesama untuk mempertahankan persekutuan di dalam Tuhan. God bless us

  • 1. mengurangi pembicaran yg fokus pada diri sendiri
    2.berani menanyakan perjalanan kehidupan rohani
    3. menjadi teman sharing, membiasakan menolong orang

  • 1. Memiliki visi&misi yang sama.
    2. Berjalan bersama dan mendoakan satu sama lain melewati beragam musim dalam hidup, dan mendorong satu sama lain di persekutuan.
    3. Sharing, saling mendoakan dan memberi kekuatan disekitar kita untuk
    memenuhi tujuan tsb.

  • 1. Tidak fokus pada diri sendiri, tidak mementingkan diri sendiri. Saling menguatkan dan menopang agar tidak serupa dg dunia tp serupa dg Kristus
    2. komitmen untuk bertumbuh tiap hari dlm persekutuan pribadi dg Tuhan. Komitmen bertumbuh dlm kelompok tiap minggu, saling jujur membuka kejatuhan2 yg dialami seminggu dg tujuan supaya dosa kehilangan daya tariknya .
    3. Saling menguatkan dan menopang dlm doa maupun dlm pekerjaan baik kpd sesama org percaya . Dan memberi diri untuk terlibat dlm kegiatan masyarakat yg lebih luas spy bs hadir bg org lain jg

  • 1. Merubah pola pikir masing2, saling mengigatkan tentang tugas yang diamanatkan Tuhan
    2. Saling mengigatkan dan mendoakan untuk merubah cara pandang tentang persekutuan yg sesungguhnha
    3. Saling menegur dan mendoakan

  • 1. Tidak menghakimi dan tidak memberikan tekanan yang membuat mereka menjadi tidak nyaman saat menjalin persahabatan. Dengan pelan tapi pasti, sama-sama terbuka, saling “update” pergumulan dan kehidupan masing-masing, dan saling membangun satu sama lain.
    2. Memberi diri menjadi pendoa untuk teman-teman di komunitas, bahkan menjadi tempat sharing bagi mereka.
    3. Dengan saling terbuka akan kondisi satu sama lain, saling mengingatkan akan komitmen dan motivasi awal, serta menopang satu sama lain dalam berbagai bentuk dan kondisi.

  • Michelle Emmanuelle

    1. dengan cara mengajak teman2 lain untuk ikut bersekutu melalui persekutuan di gereja
    2. memberikan semangat baru dan nilai positif pada komunitas yang kita miliki saat ini
    3. saling mensupport, saling berinteraksi/sharing dan saling mendoakan

  • Amin…Tuhan memberkati!

  • 1. Tiap pribadi memiliki kedekatan yang intim dengan Tuhan, saling terbuka satu sama lain terhadap masalah yang dimiliki, saling topang doa dan memberikan dorongan atau semangat. Karena ketika kita sudah kuat dari dalam persahabatan, kita bisa menjadi contoh untuk diliat orang lain
    2. Mau bercerita tentang masalah yang dihadapi, mau menerima orang-orang baru
    3. Saling mengingatkan dan mendoakan satu sama lain

  • Hari ini saya dan kelompok kecil kampus saya banyak membahas pesekutuan pemuda yg ada di gereja kami masing-masing, dgn berbagai permasalahan yg ada. Setelah ngobrol ringan, kami memutuskan untuk menginap disalah satu rumah kk rohani kami, dan tengah malam, kami mau renungan bareng.
    .
    Kami ga nyangka kalau renungan ini sungguh menguatkan kami, pas, kena dengan apa yg telah kami bahas.
    .
    Ini bukan kebetulan, Allah selalu menjawab apa yg terkadang kami rasa ga mampu, apa yang ga mungkin. Hari ini Tuhan menjawab pergumulan kami!
    .
    Terimakasih team warungsatekamu.org , Tuhan dimuliakan! God bless

  • lilis andriani hutabarat

    1. berbicara dan berbagi mengenai apa yang sudah mengubah tujuan awal dan kembali merencanakan sebuah strategi untum tetap fokus di tujuan awal tadi. 2. melakukan sebuah perubahan dari diri sendiri, dan ketika bersekutu, kita tetap berbicara dan berbincang mengenai hal-hal yang tetap memuliakan Tuhan. 3. dengan saling berbagi dan membagikan Injil itu kepada orang yang belum mendengarkannya.

  • 1. Dengan saling menyapa satu sama lain, saling bertemu untuk belajar alkitab, dan melakukan aksi sosial kepada orang oranh di pinggir jalan, orang orang marjinal, anak yatim piatu, panti wreda, dan siapapun yang sangat sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
    2. Dengan membuka pintu persekutuan selebar lebarnya untuk siapapun yang ingin bergabung untuk bersama sama saling tukar pergumulan dan saling menguatkan satu sama lain
    3. Dalam keorganisasian, dan perkumpulan

  • 1. Meminta hikmat dari Tuhan untk dapat lebih memprioritaskan pelayanan.
    2. Berfikir positif dan optimis dan juga lebih mengutamakan kasih, membuang segala yg jahat dan yg dapt merusak persekutuan.
    3. Dengn cara membuang rasa ego dan saling memberi nasihat/masukan antara sahabat penginjilan, menytukan visi misi dalam pelayanan persekutuan penginjilan.

Bagikan Komentar Kamu!