Perlindungan dari Badai

Info

Selasa, 8 Oktober 2019

Perlindungan dari Badai

Baca: Keluaran 33:12-23

33:12 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: “Memang Engkau berfirman kepadaku: Suruhlah bangsa ini berangkat, tetapi Engkau tidak memberitahukan kepadaku, siapa yang akan Kauutus bersama-sama dengan aku. Namun demikian Engkau berfirman: Aku mengenal namamu dan juga engkau mendapat kasih karunia di hadapan-Ku.

33:13 Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu.”

33:14 Lalu Ia berfirman: “Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu.”

33:15 Berkatalah Musa kepada-Nya: “Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.

33:16 Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?”

33:17 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Juga hal yang telah kaukatakan ini akan Kulakukan, karena engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan-Ku dan Aku mengenal engkau.”

33:18 Tetapi jawabnya: “Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku.”

33:19 Tetapi firman-Nya: “Aku akan melewatkan segenap kegemilangan-Ku dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN di depanmu: Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani.”

33:20 Lagi firman-Nya: “Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.”

33:21 Berfirmanlah TUHAN: “Ada suatu tempat dekat-Ku, di mana engkau dapat berdiri di atas gunung batu;

33:22 apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu dan Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku, sampai Aku berjalan lewat.

33:23 Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan.”

Apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu dan Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku sampai Aku berjalan lewat. —Keluaran 33:22

Perlindungan dari Badai

Konon, pada tahun 1763, seorang pendeta muda yang sedang menyusuri jalan setapak di bibir tebing di Somerset, Inggris, harus menyusup ke sebuah gua untuk menyelamatkan diri dari sambaran petir dan hujan yang sangat deras. Saat memandang ke arah Ngarai Cheddar, ia merenungkan anugerah perlindungan dan damai sejahtera yang dimilikinya di dalam Tuhan. Sambil menunggu badai reda, ia pun menuliskan himne berjudul “Batu Karang yang Teguh”, dengan lirik pembuka yang begitu lekat dalam ingatan: “Batu Karang yang teguh, Kau tempatku berteduh” (Kidung Jemaat No. 37).

Kita tidak tahu apakah Augustus Toplady terpikir tentang pengalaman Musa di dalam lekuk gunung ketika ia menuliskan himne tersebut (Kel. 33:22). Bukan tidak mungkin itu yang terjadi. Kitab Keluaran menceritakan bagaimana Musa meminta jaminan dan jawaban dari Allah. Ketika Musa meminta Allah menyatakan kemuliaan-Nya kepadanya, Allah menanggapinya dengan lembut, karena Dia tahu bahwa “tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup” (ay.20). Allah menempatkan Musa dalam lekuk gunung ketika Dia lewat, sehingga Musa hanya melihat punggung-Nya. Musa pun tahu bahwa Allah menyertainya.

Kita dapat meyakini bahwa, seperti yang dikatakan Allah kepada Musa, “Aku sendiri hendak membimbing engkau” (ay.14), kita juga akan memperoleh perlindungan di dalam Dia. Mungkin kita akan mengalami banyak badai dalam hidup kita, seperti yang dialami Musa dan pendeta muda dalam cerita di atas, tetapi saat kita berseru kepada-Nya, Dia akan memberikan kita damai sejahtera dari kehadiran-Nya. —Amy Boucher Pye

WAWASAN
Musa memiliki hubungan yang istimewa dengan Allah. Dalam Keluaran 33:11 tertulis, “TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya.” Namun, pada ayat 20 Allah berfirman kepadanya, “Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.” Interaksi antara Musa dengan Allah adalah begitu akrab tetapi tetap ada pemisahan antara Sang Pencipta dengan ciptaan-Nya. Melalui kelahiran-Nya (kedatangan Kristus ke dunia sebagai Allah dan manusia), Yesus menjembatani jarak tersebut. Sang Pencipta menjadi ciptaan sehingga kita bisa kembali memiliki persekutuan dengan-Nya. —J.R. Hudberg

Saat kamu melihat kembali berbagai pengalaman hidupmu, apakah kamu melihat kehadiran Allah yang penuh kasih di tengah badai kehidupan yang terjadi? Bagaimana kamu telah mengalami kehadiran-Nya hari ini?

Allah Bapa, tolonglah aku untuk selalu percaya bahwa Engkau menyertaiku, bahkan di tengah badai hidup yang kualami.

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 30-31; Filipi 4

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

25 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!