Layak Dinantikan

Minggu, 13 Oktober 2019

Layak Dinantikan

Baca: 1 Tesalonika 1:1-10

1:1 Dari Paulus, Silwanus dan Timotius kepada jemaat orang-orang Tesalonika yang di dalam Allah Bapa dan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu.

1:2 Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami.

1:3 Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita.

1:4 Dan kami tahu, hai saudara-saudara yang dikasihi Allah, bahwa Ia telah memilih kamu.

1:5 Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu.

1:6 Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

1:7 sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya.

1:8 Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah, sehingga kami tidak usah mengatakan apa-apa tentang hal itu.

1:9 Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar,

1:10 dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.

Kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. —Filipi 3:20

Layak Dinantikan

Di luar stasiun kereta Shibuya di Tokyo terdapat sebuah patung anjing jenis Akita bernama Hachiko. Hachiko dikenang karena kesetiaannya yang luar biasa kepada sang tuan, seorang pengajar di universitas yang berangkat dan pulang kerja melalui stasiun tersebut setiap harinya. Anjing itu menemani sang dosen berjalan ke stasiun di pagi hari dan menjemputnya setiap sore ketika keretanya tiba.

Suatu hari, sang dosen tidak kembali ke stasiun, karena ia meninggal dunia di tempat kerjanya. Namun, sepanjang sisa hidupnya—lebih dari sembilan tahun—Hachiko selalu datang ke stasiun yang sama bertepatan dengan waktu kedatangan kereta di sore hari. Hari demi hari, bagaimanapun keadaan cuacanya, Hachiko dengan setia menunggu kedatangan tuannya.

Paulus memuji kesetiaan jemaat Tesalonika atas “pekerjaan iman”, “usaha kasih”, dan “ketekunan pengharapan [mereka] kepada Tuhan kita Yesus Kristus” (1Tes. 1:3). Walaupun harus menghadapi tantangan berat, mereka meninggalkan hidup mereka yang lama “untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar, dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga” (ay.9-10).

Pengharapan jemaat yang sangat besar dan kasih Sang Juruselamat kepada mereka telah menginsipirasi mereka untuk tidak lagi memperhatikan kesusahan mereka sehingga mereka pun bersaksi dengan antusias. Mereka yakin bahwa tidak ada yang lebih baik daripada hidup bagi Tuhan Yesus. Alangkah bahagianya mengetahui bahwa Roh Kudus yang telah menguatkan mereka (ay.5) juga tetap menguatkan kita hari ini untuk senantiasa setia melayani Tuhan Yesus sembari kita menantikan kedatangan-Nya kembali. —James Banks

WAWASAN
Kamus Alkitab Easton menulis: “Tesalonika adalah ibukota dari salah satu empat daerah Romawi di Makedonia. . . . Dalam perjalanan misi yang kedua, Paulus berkhotbah di sebuah sinagoge di Tesalonika—ini adalah tempat ibadah utama bagi orang Yahudi di Makedonia—dan meletakkan dasar bagi perintisan jemaat (Kisah Para Rasul 17:1-4; 1 Tesalonika 1:9). Perlawanan sengit dari orang Yahudi membuat Paulus terpaksa meninggalkan kota ini lalu pergi ke Berea (Kisah Para Rasul 17:5-10). Paulus mengunjungi jemaat Tesalonika pada kesempatan berikutnya (20:1-3). Jemaat Tesalonika kemudian menjadi saksi kunci bagi pekabaran Injil di Yunani bagian utara. —Bill Crowder

Apa yang paling kamu nantikan dari hidup kekal yang kelak kita jalani bersama Tuhan Yesus? Bagaimana cara kamu membagikan pengharapanmu di dalam Dia?

Juruselamat yang mulia, “kuatkanlah dan teguhkanlah” hatiku untuk menantikan kedatangan-Mu! (mazmur 24:14)

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 41-42; 1 Tesalonika 1

Bagikan Konten Ini
5 replies

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *