Jangan Lupa!

Info

Kamis, 10 Oktober 2019

Jangan Lupa!

Baca: Kisah Para Rasul 1:1-11

1:1 Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,

1:2 sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.

1:3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.

1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang* β€” demikian kata-Nya β€” /”telah kamu dengar dari pada-Ku.

1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”

1:6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?”

1:7 Jawab-Nya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.

1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.

1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,

1:11 dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”

Terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. —Kisah Para Rasul 1:9

Jangan Lupa!

Bersama keponakan saya dan Kailyn, putrinya yang berusia empat tahun, saya menghabiskan Sabtu sore yang menyenangkan. Kami meniup gelembung sabun di luar rumah, mewarnai buku gambar, dan makan roti berlapis selai kacang dan stroberi. Ketika sudah waktunya mereka pulang, Kailyn berseru dari balik jendela mobilnya yang terbuka, “Jangan lupakan aku ya, Tante Anne.” Saya cepat-cepat menghampiri mobil dan berbisik di telinganya, “Tante tidak akan melupakanmu. Lain kali kita pasti ketemu lagi.”

Dalam Kisah Para Rasul 1, para murid menyaksikan Yesus “diangkat ke surga di depan mata mereka” (ay.9 BIS). Saya bertanya-tanya dalam hati, apakah mereka pernah merasa akan dilupakan oleh Tuhan mereka. Namun, Yesus baru saja berjanji akan mengirimkan Roh-Nya untuk berdiam di dalam mereka dan memampukan mereka menghadapi penganiayaan yang akan datang (ay.8). Yesus juga pernah mengajar mereka bahwa Dia pergi untuk menyediakan tempat bagi mereka dan akan datang kembali untuk membawa mereka ke tempat Dia berada (Yoh. 14:3). Akan tetapi, mereka pasti pernah bertanya-tanya sampai kapan mereka harus menunggu. Mungkin mereka ingin berkata, “Jangan lupakan kami, Yesus!”

Bagi kita yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, Dia tinggal di dalam kita melalui Roh Kudus. Mungkin sampai sekarang kita masih bertanya-tanya kapan Dia akan datang kembali untuk sepenuhnya memulihkan kita dan ciptaan-Nya. Percayalah, hal itu pasti terjadi—Tuhan tidak akan melupakan kita. “Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan” (1Tes. 5:11). —Anne Cetas

WAWASAN
Kisah Para Rasul 1:1-11 berfungsi sebagai kilas balik Injil Lukas (tulisan Lukas sebelumnya), sekaligus menjadi pengantar bagi cerita-cerita dalam Kisah Para Rasul sendiri. Di dalam kedua kitab, Yesus menjanjikan Roh Kudus yang akan memenuhi para rasul dengan kuasa (Lukas 24:46-49; Kisah Para Rasul 1:8). Roh Kudus adalah “jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah” (Efesus 1:14); suatu janji yang tidak akan pernah terlupakan. —Julie Schwab

Bagaimana kamu merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup kamumu? Apa yang paling kamu nantikan dalam kekekalan nanti?

Kami senang berjalan bersama-Mu sekarang, tetapi kami terus menantikan harinya ketika segalanya akan dipulihkan. Datanglah segera, Tuhan Yesus.

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 34-36; Kolose 2

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

19 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!