Jalan yang Tidak Dikenal

Selasa, 29 Oktober 2019

Jalan yang Tidak Dikenal

Baca: Yesaya 42:10-17

42:10 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya.

42:11 Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung!

42:12 Baiklah mereka memberi penghormatan kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau.

42:13 TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya.

42:14 Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap.

42:15 Aku mau membuat tandus gunung-gunung dan bukit-bukit, dan mau membuat layu segala tumbuh-tumbuhannya; Aku mau membuat sungai-sungai menjadi tanah kering dan mau membuat kering telaga-telaga.

42:16 Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan.

42:17 Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang dan mendapat malu, yaitu orang-orang yang berkata kepada patung tuangan: “Kamulah allah kami!”

Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. —Yesaya 42:16

Jalan yang Tidak Dikenal

Orang-orang bertanya apakah saya mempunyai rencana lima tahunan. Bagaimana mungkin saya merencanakan lima tahun ke depan sementara saya belum pernah menjalaninya?

Saya terkenang kembali ke dekade 1960-an sewaktu saya menjadi pembina rohani bagi para mahasiswa Universitas Stanford. Waktu kuliah, saya mengambil jurusan pendidikan jasmani dan sangat menikmati masa-masa itu, tetapi saya tidak mempunyai pengalaman mengajar. Saya merasa sangat tidak kompeten dalam kedudukan baru saya. Saya sering berkeliling di kampus, seperti orang buta yang menggapai-gapai dalam kegelapan, memohon Allah untuk menunjukkan apa yang harus saya lakukan. Suatu hari, seorang mahasiswa tiba-tiba meminta saya memimpin pendalaman Alkitab untuk kelompoknya. Dari sanalah semuanya bermula.

Allah tidak berdiri di persimpangan jalan dan menunjukkan arah yang harus kita tempuh, karena Dia bukan rambu jalan. Dia adalah Pemandu yang berjalan bersama kita, menuntun kita ke jalan yang tidak pernah kita bayangkan. Kita hanya perlu berjalan bersama-Nya.

Jalannya tidak mudah; akan ada “tanah yang berkeluk-keluk”, tetapi Allah telah berjanji akan “membuat kegelapan . . . menjadi terang” dan Dia tidak akan pernah meninggalkan kita (Yes. 42:16). Dia akan selalu menyertai kita di sepanjang jalan.

Paulus berkata bahwa Allah “dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan” (Ef. 3:20). Kita bisa merencanakan dan membayangkan apa yang mau kita lakukan, tetapi pemikiran Tuhan jauh melampaui rencana kita. Serahkanlah rencana kita kepada-Nya dan lihatlah apa yang menjadi kehendak-Nya atas kita. —David H. Roper

WAWASAN
Dalam Yesaya 42:1-9, Allah berfirman mengenai “hamba-Ku,” nubuat pertama dari empat nubuatan Yesaya (42:1-9; 49:1-13; 50:4-11; 52:13-53:12) yang dikenal dengan “Nyanyian Hamba.” Pertama, hamba merujuk kepada bangsa Israel (Yesaya 41:8; 49:3) dan kemudian kepada Yesus (Matius 12:17-20). Setelah memberitahukan tugas dan belas kasih hamba Allah (Yesaya 42:1-9), sang nabi menuliskan “nyanyian baru” (ay.10), mengajak kita “bersorak sorai . . . [dan] memberi penghormatan kepada TUHAN” (ay.11-12) atas keselamatan dari-Nya. —K.T. Sim

Bagaimana cara Allah mengubah kegelapanmu menjadi terang? Apa sukacita terbesarmu ketika kamu berjalan bersama-Nya?

Tuhan Yesus, aku mengucap syukur karena rencana-Mu bagiku jauh melampaui yang dapat kubayangkan. Tolonglah aku setia mengikut-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 18-19; 2 Timotius 3

Bagikan Konten Ini
15 replies
  1. Kristin S Silaban
    Kristin S Silaban says:

    Tuhan tak pernah janji langit selalu biru dan jalan selaku rata, namun Ia berjanji selalu menyertai dan memberi kekuatan. 🙏

  2. Serly
    Serly says:

    terima kasih Tuhan untuk kesempatan bisa mengenal Penolong yang sungguh luar biasa. biarlah saya selalu setia menjadi anak Mu.

  3. ritha
    ritha says:

    Tuhan tuntun aku anakmu, dalam setiap jalan hidupku, bahkan jalan hidup yang tidak kumengerti ke depan.Amin.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *