Bukan Kelas Dua

Info

Minggu, 20 Oktober 2019

Bukan Kelas Dua

Baca: Roma 16:3-13

16:3 Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus.

16:4 Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi.

16:5 Salam juga kepada jemaat di rumah mereka. Salam kepada Epenetus, saudara yang kukasihi, yang adalah buah pertama dari daerah Asia untuk Kristus.

16:6 Salam kepada Maria, yang telah bekerja keras untuk kamu.

16:7 Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang di antara para rasul dan yang telah menjadi Kristen sebelum aku.

16:8 Salam kepada Ampliatus yang kukasihi dalam Tuhan.

16:9 Salam kepada Urbanus, teman sekerja kami dalam Kristus, dan salam kepada Stakhis, yang kukasihi.

16:10 Salam kepada Apeles, yang telah tahan uji dalam Kristus. Salam kepada mereka, yang termasuk isi rumah Aristobulus.

16:11 Salam kepada Herodion, temanku sebangsa. Salam kepada mereka yang termasuk isi rumah Narkisus, yang ada dalam Tuhan.

16:12 Salam kepada Trifena dan Trifosa, yang bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan. Salam kepada Persis, yang kukasihi, yang telah bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan.

16:13 Salam kepada Rufus, orang pilihan dalam Tuhan, dan salam kepada ibunya, yang bagiku adalah juga ibu.

Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang di antara para rasul. —Roma 16:7

Bukan Kelas Dua

Setelah Perang Dunia I berakhir, presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson diakui sebagai salah satu pemimpin paling berkuasa di dunia. Namun, hanya sedikit orang yang tahu bahwa setelah Wilson terserang strokehebat di tahun 1919, istrinya, Edith, yang mengatur hampir semua urusannya, termasuk menentukan masalah mana saja yang perlu diperhatikan oleh Wilson. Para sejarawan modern bahkan meyakini bahwa untuk beberapa waktu lamanya, Edith Wilson yang sebenarnya menjabat sebagai presiden Amerika Serikat.

Jika diminta menyebutkan nama-nama pemimpin jemaat mula-mula, sebagian besar dari kita akan menyebut Petrus, Paulus, dan Timotius sebagai orang-orang yang mempunyai sejumlah karunia rohani yang dikenal luas. Namun, dalam Roma 16, Paulus menyebut hampir empat puluh nama dari berbagai latar belakang—pria, wanita, hamba, Yahudi, dan bukan Yahudi—semuanya telah berkontribusi bagi kehidupan jemaat dalam berbagai cara.

Alih-alih menganggap orang-orang tersebut sebagai anggota jemaat kelas dua, tampak jelas Paulus sangat menghargai keberadaan mereka. Ia menyebut mereka sebagai “yang terpandang di antara para rasul” (ay.7)—orang-orang yang patut disyukuri karena pelayanan mereka untuk Tuhan.

Banyak di antara kita merasa bahwa kita terlalu biasa-biasa saja untuk menjadi pemimpin di gereja. Padahal kenyataannya, setiap dari kita memiliki karunia yang dapat digunakan untuk melayani dan menolong sesama. Dengan kekuatan dari Tuhan, marilah kita menggunakan karunia-karunia kita bagi kemuliaan-Nya! —Peter Chin

WAWASAN
Dalam surat-suratnya, Paulus menunjukkan apresiasinya kepada sesama pelayan Injil dengan menyebutkan nama mereka satu per satu. Hal ini mencerminkan hati seorang gembala. Paulus bukan hanya ahli dalam ilmu agama,tetapi juga seorang pembimbing rohani dan sahabat yang bisa diandalkan. Pada akhir suratnya kepada jemaat Roma (pasal 16), Paulus secara khusus menyebut nama-nama orang yang tekun bekerja bersamanya dalam mengabarkan Injil. Banyak dari mereka adalah perempuan. Ini membuktikan besarnya peran kaum perempuan di tengah jemaat. Di Kolose, Paulus menyebut sepuluh rekan kerjanya dengan hangat—orang Yahudi maupun bukan Yahudi, budak dan orang bebas, laki-laki dan perempuan (4:7-18). Jika kitab Kisah Para Rasul dan semua surat Paulus digabungkan, kira-kira ada delapan puluh rekan pekabar Injil yang disebutkannya (lihat 2 Timotius 1:15-18; 4:9-22; Titus 3:12-13). —K.T. Sim

Sebagai anggota tubuh Kristus, mengapa kamu tak boleh merasa tidak penting? Dalam hal apa saja kamu dapat melayani jemaat di gerejamu?

Tuhan Yesus, tolonglah aku untuk mengingat bahwa aku adalah bagian penting dari tubuh Kristus!

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 59-61; 2 Tesalonika 3

Handlettering oleh Agnes Paulina

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

8 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!