Berjalan Seperti Pahlawan

Senin, 28 Oktober 2019

Berjalan Seperti Pahlawan

Baca: Hakim-Hakim 6:1,11-16

6:1 Tetapi orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN; sebab itu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Midian, tujuh tahun lamanya,

6:11 Kemudian datanglah Malaikat TUHAN dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian.

6:12 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.”

6:13 Jawab Gideon kepada-Nya: “Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah TUHAN telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang TUHAN membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian.”

6:14 Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: “Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!”

6:15 Tetapi jawabnya kepada-Nya: “Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku.”

6:16 Berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis.”

Malaikat Tuhan menampakkan diri kepada [Gideon] dan berfirman kepadanya, . . . “Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.” —Hakim-hakim 6:12

Berjalan Seperti Pahlawan

Emma yang berusia delapan belas tahun sangat setia berbicara tentang Yesus di media sosial, meskipun banyak orang yang mengkritik semangat dan kasihnya kepada Kristus. Beberapa orang mengejek penampilannya. Yang lain menganggapnya bodoh karena imannya kepada Allah. Meskipun ejekan itu sangat menyakiti hati, Emma tetap mengabarkan Injil dengan keberanian dan kasih. Namun, ia sempat tergoda meyakini bahwa identitas dan nilai dirinya ditentukan oleh kritikan orang. Saat itu terjadi, ia meminta Allah menolongnya, berdoa bagi mereka yang memusuhinya, merenungkan Alkitab, dan tetap bertekun dengan keberanian dan keyakinan dari Roh Kudus.

Gideon juga menghadapi orang-orang Midian yang kejam (Hak. 6:1-10). Meskipun Allah menyebutnya “pahlawan yang gagah berani,” Gideon bergumul mengenyahkan keragu-raguannya, batasan yang dibuatnya sendiri, dan ketidakpercayaan dirinya (ay.11-15). Beberapa kali ia mempertanyakan kehadiran Tuhan dan kemampuan dirinya sendiri, tetapi akhirnya ia mau berserah dalam iman kepada Allah.

Ketika kita mempercayai Allah, kita bisa hidup dengan mempercayai bahwa apa yang difirmankan-Nya tentang kita adalah benar. Bahkan di saat pertentangan membuat kita mempertanyakan identitas kita, Bapa yang penuh kasih menegaskan bahwa Dia hadir dan berperang untuk kita. Dia menegaskan bahwa kita bisa berjalan seperti pahlawan yang gagah berani, dipersenjatai dengan kasih-Nya yang luar biasa, dipelihara dengan anugerah-Nya yang tidak berkesudahan, dan terlindung aman dalam kebenaran-Nya yang dapat diandalkan. —Xochitl Dixon

WAWASAN
Ketika bangsa Israel berseru kepada Allah dan meminta tolong setelah bertahun-tahun mengabaikan-Nya (Hakim-hakim 6:6), Dia mengutus seorang nabi untuk menegur mereka (ay.7-10). Kemudian Allah mulai bekerja, tetapi Gideon tidak mengerti apa yang sedang terjadi. “Datanglah Malaikat TUHAN dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra” (ay.11). Gideon bertanya kepada-Nya, “Di manakah segala perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami?” (ay.13). Ketika api membakar habis persembahan Gideon (ay.21), barulah ia merasakan hadirat Allah (ay.22). Setelah tanda ajaib ini, Gideon masih membutuhkan jaminan yang lebih banyak dari-Nya (ay.36-40) sebelum memimpin kawanan yang sedikit jumlahnya untuk melawan musuh (ps.7). —Tim Gustafson

Bagian Alkitab mana yang membantu kamu tetap kuat ketika kamu mulai meragukan identitas dan nilai dirimu? Apa yang dapat kamu lakukan untuk menghadapi ucapan-ucapan yang mengkritikmu?

Ya Tuhan, tolong kami mengingat kasih-Mu dan menanggapi dengan penuh kasih setiap kali seseorang menggoda kami untuk meragukan nilai diri kami atau mempertanyakan peran yang Engkau percayakan kepada kami.

Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 15-17; 2 Timotius 2

Handlettering oleh Teguh Arianto

Bagikan Konten Ini
24 replies
  1. LST
    LST says:

    Nats yang menarik ketika ayat 1 dan ayat 16 menunjukkan bagaimana Tuhan menghukum dan mengasihi bangsa Israel

    6:1 Tetapi orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN; sebab itu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Midian, tujuh tahun lamanya,

    6:16 Berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis.”

  2. Rico art
    Rico art says:

    Pimpin kami selalu ya Tuhan
    tolong kami dan kuatkan kami melakukan apa yang telah Engkau firmankan
    Amin

  3. tiur
    tiur says:

    terimakasih buat renungan hari ini, yang membuat aku sadar dari pergumulan saat ini bahwa memang tiada tempat terakhir selain datang kepada Tuhan💙

  4. Edy
    Edy says:

    Terkadang kita jadi anak Tuhan perlu mengandalkan Tuhan dalam segala keadaan.
    Jangan menganggap diri kita rendah karena Tuhan sendiri yang akan mengangkat kita menjadi tinggi..
    Amin

  5. Ega_Silvani
    Ega_Silvani says:

    bersyukur buat nats ini, karena membuat saya lebih percaya dan yakin bahwa disetiap pergumulan yg saya hadapi Tuhan pasti turut campur tangan dalam menyelesaikannya 😇😇

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *