Berdoa di Tumpukan Jerami

Info

Selasa, 15 Oktober 2019

Berdoa di Tumpukan Jerami

Baca: 2 Korintus 1:8-11

1:8 Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami.

1:9 Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.

1:10 Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi,

1:11 karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami.

Kamu juga turut membantu mendoakan kami. —2 Korintus 1:11

Berdoa di Tumpukan Jerami

Samuel Mills dan empat orang temannya sering berkumpul untuk berdoa bersama, memohon agar Allah mengirimkan lebih banyak orang untuk membagikan kabar baik tentang Yesus. Suatu hari di tahun 1806, setelah kembali dari persekutuan doa, mereka terjebak dalam badai petir dan berlindung di dalam setumpuk jerami. Di kemudian hari, pertemuan doa mingguan mereka dikenal sebagai Persekutuan Doa Haystack (Tumpukan Jerami), dan dari sana lahir sebuah gerakan misi ke seluruh dunia. Saat ini, Monumen Doa Haystack berdiri di Williams College di Amerika Serikat sebagai peringatan atas apa yang sanggup Allah lakukan melalui doa.

Bapa Surgawi sungguh senang ketika anak-anak-Nya datang membawa permohonan mereka bersama. Hal itu seperti sebuah pertemuan keluarga tempat mereka bersatu untuk sebuah tujuan dan menanggung beban yang sama.

Rasul Paulus mengakui bagaimana Allah telah menolongnya melalui doa orang lain di tengah penderitaan berat yang dilaluinya: “Ia akan menyelamatkan kami lagi, karena kamu juga turut membantu mendoakan kami” (2Kor 1:10-11). Allah memilih untuk menggunakan doa-doa kita—terutama doa kita bersama—untuk menggenapi rencana-Nya atas dunia ini. Tidak heran ayat tadi dilanjutkan dengan kalimat: “supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami.”

Marilah berdoa bersama agar kita sekalian juga bisa bersukacita dalam kebaikan Allah. Bapa kita yang penuh kasih sedang menunggu kita datang kepada-Nya supaya Dia dapat berkarya melalui kita dengan cara-cara yang bahkan tak terbayangkan oleh kita. —Poh Fang Chia

WAWASAN
Surat Paulus yang kedua kepada jemaat Korintus mengungkapkan kesediaan Paulus melakukan apapun untuk berbagi hati Kristus (1:3-11; 2:4; 4:7-12; 6:3-10; 11:16-29; 12:6-10). Ia mengungkapkan betapa besar kasihnya kepada mereka di dalam Kristus yang telah menderita bagi mereka semua. Paulus menunjukkan teladan Yesus yang rela mengorbankan diri-Nya, menjadi perantara, dan bersyafaat bagi kita, sehingga kita pun bisa berkorban dan berdoa bagi orang lain. Paulus juga mendoakan supaya para pembacanya menemukan pengharapan sekalipun ada kematian, mendapat kekuatan di tengah kelemahan, keberanian di tengah ketakutan, dan sukacita dalam jawaban doa. —Mart DeHaan

Permohonan apa yang dapat kamu dan teman-temanmu doakan? Bagaimana imanmu dikuatkan saat kamu berdoa bersama orang lain?

Saat kita berdoa bersama, kita sedang bekerja sama.

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 45-46; 1 Tesalonika 3

Handlettering oleh Robby Kurniawan

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

19 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!