Tinggal pada Pokok Anggur

Info

Jumat, 20 September 2019

Tinggal pada Pokok Anggur

Baca: Yohanes 15:1-8

15:1 “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. —Yohanes 15:4

Tinggal pada Pokok Anggur

Emma baru saja melewati musim dingin yang sangat berat dengan membantu menjaga seorang anggota keluarganya yang sakit keras. Pada musim semi tahun itu, Emma merasa dikuatkan setiap kali melewati sebatang pohon ceri dekat rumahnya di Cambridge, Inggris. Di atas kuntum-kuntum bunga merah muda, tumbuh kuntum-kuntum bunga putih. Seorang tukang kebun yang pintar telah mencangkokkan bunga putih pada pohon ceri itu. Setiap kali Emma melewati pohon unik itu, ia ingat Yesus pernah berkata bahwa Dialah pokok anggur dan para pengikut-Nya adalah ranting-rantingnya (yoh. 15:1-8).

Dengan menyebut diri sebagai pokok anggur, Yesus menggunakan gambaran yang tidak asing bagi orang Israel, karena di dalam Perjanjian Lama, pokok anggur melambangkan umat Allah (Mzm. 80:9-10, Hos. 10:1). Yesus memakai simbol itu bagi diri-Nya dengan mengatakan bahwa Dialah pokok anggur dan para pengikut-Nya telah dicangkokkan kepada-Nya sebagai ranting. Dengan tinggal di dalam Dia dan menerima nutrisi serta kekuatan dari-Nya, mereka akan berbuah (Yoh. 15:5).

Sembari Emma melayani anggota keluarganya, ia perlu diingatkan bahwa ia terhubung dengan Yesus. Melihat bunga-bunga putih di antara kuntum-kuntum merah muda telah memberi Emma gambaran tentang kebenaran yang menyatakan bahwa selama ia tetap tinggal di dalam Sang pokok anggur, ia akan menerima kekuatan dari-Nya.

Ketika kita yang percaya kepada Tuhan Yesus meyakini bahwa hubungan kita dengan-Nya itu sedekat pokok anggur dengan rantingnya, iman kita akan terus diperkuat dan diperkaya. —Amy Boucher Pye

WAWASAN
Perumpamaan kebun anggur dipakai untuk menggambarkan hubungan Allah dengan umat Israel (Mazmur 80:9-10; Yesaya 5:1-7; 27:2-6). Allah mengharapkan agar umat-Nya “menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam” (Yesaya 5:2). Yesus juga mengisahkan tentang pemilik kebun anggur yang ditolak dan tidak mendapat bagian hasil panennya (Matius 21:33-43). Dia memperingatkan orang Yahudi bahwa Allah menginginkan “suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu” (ay.43). Kita tidak dapat menghasilkan buah tanpa terhubung dengan Pokok Anggur. Yesus mengatakan bahwa jika kita berbuah, itu membuktikan bahwa kita adalah murid-murid-Nya (Yohanes 15:8). Karya Roh Kudus menghasilkan buah yang baik di dalam kita (Galatia 5:22-23) dan membuat kita semakin serupa Kristus (Roma 8:29). —K.T. Sim

Bagaimana cara kamu menerima kekuatan dan nutrisi rohani dari Tuhan Yesus?

Tuhan Yesus, terima kasih Engkau telah memampukanku untuk tinggal di dalam-Mu. Di sanalah kiranya kutemukan damai, harapan, dan kekuatan yang kubutuhkan hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun: Pengkotbah 4-6; 2 Korintus 12

Handlettering oleh Kezia Endhy

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

10 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!