Tempat Aman yang Palsu

Info

Rabu, 25 September 2019

Tempat Aman yang Palsu

Baca: Markus 1:9-15

1:9 Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.

1:10 Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya.

1:11 Lalu terdengarlah suara dari sorga: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

1:12 Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun.

1:13 Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia.

1:14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,

1:15 kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil! —Markus 1:15

Tempat Aman yang Palsu

Ketika anjing kami Rupert masih kecil, ia sangat takut pergi ke luar rumah. Saya sampai harus menyeretnya untuk bisa mengajaknya berjalan-jalan di taman. Suatu hari, setelah sampai di taman, dengan bodohnya saya melepaskan Rupert dari talinya. Ia langsung lari terbirit-birit, kembali ke rumah, ke tempat amannya.

Pengalaman itu mengingatkan saya kepada seorang laki-laki yang pernah saya jumpai di pesawat, yang meminta maaf kepada saya begitu pesawat bersiap untuk terbang di landas pacu. “Maaf, saya pasti akan mabuk di sepanjang penerbangan,” katanya. “Sebenarnya kamu tidak mau mabuk, bukan?” tanya saya. “Memang saya tidak mau,” jawab lelaki itu, “tetapi saya tidak bisa lepas dari minuman anggur.” Akhirnya ia memang mabuk, dan yang paling menyedihkan adalah ketika sang istri memeluknya ketika mereka turun dari pesawat, tetapi setelah mencium bau napasnya, ia mendorong suaminya jauh-jauh. Minuman telah menjadi pelariannya, suatu tempat aman yang palsu.

Yesus memulai misi-Nya dengan berkata, “Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” (mrk. 1:15). “Bertobat” berarti mengubah haluan. “Kerajaan Allah” adalah kekuasaan Allah yang penuh kasih atas hidup kita. Daripada berlari ke tempat-tempat yang menjerat kita, atau dikuasai oleh rasa takut dan candu yang merusak, Yesus menyatakan bahwa kita dapat dikuasai oleh Allah sendiri, yang dengan kasih-Nya membawa kita kepada kemerdekaan dan hidup baru.

Kini Rupert sangat senang pergi ke taman. Saya harap laki-laki yang saya jumpai tadi juga mengalami sukacita dan kemerdekaan sejati, serta meninggalkan tempat amannya yang palsu. —Sheridan Voysey

WAWASAN
Mengapa Yesus datang kepada Yohanes untuk dibaptis? (Markus 1:9). Markus mencatat bahwa Yohanes memberitakan, “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu“ (ay.4), dan Matius mencatat bahwa Yohanes membaptis “dengan air sebagai tanda pertobatan” (3:11). Yesus adalah satu-satunya manusia tak berdosa yang pernah hidup di bumi, artinya Dia tidak membutuhkan pertobatan atau pengampunan. Jadi, untuk apa Dia dibaptis? Sebagian orang menafsirkan bahwa baptisan Kristus merupakan pernyataan bahwa Dia mengambil bagian dalam/menyamakan diri dengan umat manusia yang berdosa. Sebagian lain mengatakan bahwa baptisan tersebut mengukuhkan pelayanan-Nya. Mungkin, dengan itu, Yesus menyatakan diri-Nya sama dengan manusia dalam hal penundukan diri kepada Allah dan kehendak Bapa. Itulah arti pengakuan dosa—seperti yang diperbuat oleh orang-orang yang dibaptis, yakni berserah diri kepada Allah. Dengan memberi diri dibaptis, Yesus melakukan hal yang sama. —J.R. Hudberg

Adakah tempat aman yang palsu yang kamu datangi saat kamu merasa ketakutan atau tertekan? Bagaimana kamu akan meninggalkannya hari ini agar kamu menyerahkan diri kamu di bawah kedaulatan Allah yang membawa kemerdekaan?

Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku sering mencari kebahagiaan di luar Engkau. Kini aku meninggalkan hal-hal tersebut dan menyerahkan hidupku kepada-Mu. Bawalah aku kepada kemerdekaan sejati.

Bacaan Alkitab Setahun: Kidung Agung 6-8; Galatia 4

Handlettering oleh Christa Brilian

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

15 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!