Penjinak Lidah

Info

Kamis, 12 September 2019

Penjinak Lidah

Baca: Yakobus 3:1-6

3:1 Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.

3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

3:3 Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

3:4 Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.

3:5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.

3:6 Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. —Efesus 4:29

Penjinak Lidah

Dalam buku West with the Night, penulis Beryl Markham menerangkan usahanya menjinakkan Camciscan, seekor kuda jantan yang beringas. Ternyata upaya itu tidak mudah. Apa pun strategi yang diterapkan, Markham tidak pernah benar-benar berhasil menjinakkan kuda jantan itu, bahkan hanya pernah menaklukkannya satu kali.

Berapa banyak dari kita pernah merasakan kesulitan yang sama dalam pergumulan menjinakkan lidah kita? Ketika Yakobus membandingkan lidah dengan kekang pada mulut kuda atau dengan kemudi kapal (Yak. 3:3-5), ia juga mengeluhkan, “dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi” (ay.10).

Jadi, bagaimana kita dapat menjinakkan lidah? Rasul Paulus memberikan nasihat bagaimana kita dapat melakukannya. Pertama, hanya kebenaran yang boleh keluar dari mulut kita (ef. 4:25). Namun, bukan berarti kita boleh berbicara blak-blakan atau apa adanya dengan cara yang dapat menyakiti orang lain. Paulus menyambungnya dengan nasihat, “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun” (ay.29). Kita juga harus membuang sampah yang mengotori: “Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan” (ay.31). Apakah itu mudah? Tidak, jika kita berusaha melakukannya sendiri. Syukurlah, kita mempunyai Roh Kudus yang menolong kita jika kita bergantung kepada-Nya.

Markham menyadari bahwa dibutuhkan konsistensi untuk dapat menjinakkan Camciscan dan mengalahkan sifat keras kepalanya. Demikian juga jika kita hendak menjinakkan lidah. —Linda Washington

WAWASAN
Siapakah Yakobus, “hamba Allah” (1:1) dan penulis surat ini? Ada beberapa orang bernama Yakobus yang disebutkan dalam Perjanjian Baru. Yang paling menonjol adalah Yakobus anak Zebedeus sekaligus saudara Yohanes (Matius 4:21). Murid Kristus yang lain adalah Yakobus anak Alfeus (10:3). Yakobus Muda atau “yang muda” (BIS) disebutkan dalam Markus 15:40, tetapi beberapa pakar Alkitab mengatakan bahwa Yakobus Muda mungkin sama dengan Yakobus anak Alfeus. Ada pula Yakobus adalah ayah Yudas (bukan Iskariot, Lukas 6:16). Yang terakhir adalah Yakobus, saudara tiri Yesus (Matius 13:55; 1 Korintus 15:7; Galatia 1:19). Kemungkinan besar Yakobus saudara Yesus inilah yang menulis surat Yakobus. Yakobus anak Zebedeus adalah murid Kristus yang pertama dibunuh sebagai martir (Kisah Para Rasul 12:2), dan Yakobus yang lain tidak cukup penting untuk memberikan pengaruh sedemikian besar. —Bill Crowder

Menurutmu, hal apa yang paling sulit dalam usaha menjinakkan lidah? Langkah-langkah praktis apa yang dapat kamu ambil untuk berhasil di Minggu mendatang?

Tuhan Yesus, tolonglah aku mengawasi perkataan yang kuucapkan.

Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 13-15; 2 Korintus 5

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

25 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!