Nama di Atas Segala Nama

Info

Sabtu, 21 September 2019

Nama di Atas Segala Nama

Baca: Keluaran 6:1-8

6:1 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Akulah TUHAN.

6:2 Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri.

6:3 Bukan saja Aku telah mengadakan perjanjian-Ku dengan mereka untuk memberikan kepada mereka tanah Kanaan, tempat mereka tinggal sebagai orang asing,

6:4 tetapi Aku sudah mendengar juga erang orang Israel yang telah diperbudak oleh orang Mesir, dan Aku ingat kepada perjanjian-Ku.

6:5 Sebab itu katakanlah kepada orang Israel: Akulah TUHAN, Aku akan membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir, melepaskan kamu dari perbudakan mereka dan menebus kamu dengan tangan yang teracung dan dengan hukuman-hukuman yang berat.

6:6 Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Allahmu, yang membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir.

6:7 Dan Aku akan membawa kamu ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan memberikannya kepada Abraham, Ishak dan Yakub, dan Aku akan memberikannya kepadamu untuk menjadi milikmu; Akulah TUHAN.”

6:8 Lalu Musa mengatakan demikian kepada orang Israel, tetapi mereka tidak mendengarkan Musa karena mereka putus asa dan karena perbudakan yang berat itu.

Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama. —Filipi 2:9

Nama di Atas Segala Nama

Nama Antonio Stradivari (1644-1737) telah melegenda dalam dunia musik. Biola, selo, dan biola alto yang dibuatnya bernilai sangat tinggi karena kualitas karya dan kejernihan suaranya sehingga banyak di antaranya diberikan nama masing-masing. Contohnya, salah satu biola diberi nama Messiah-Salabue Stradivarius. Setelah pemain biola, Joseph Joachim (1831-1907) memainkannya, ia menulis, “Bunyi biola Strad, si unik “Messie”, yang begitu lembut nan agung itu terus terngiang dalam ingatan saya.”

Namun demikian, nama dan bunyi Stradivarius yang terkenal itu tidaklah sebanding dengan karya dari satu Sumber yang jauh lebih agung. Dari Musa hingga Yesus, Allah di atas segala allah memperkenalkan diri-Nya dengan nama di atas segala nama. Bagi kita, Dia ingin hikmat dan karya tangan-Nya dikenal, dihargai, dan dirayakan dengan iringan musik dan puji-pujian (Kel. 5:24; 15:1-2).

Namun, penyelamatan dahsyat oleh Allah yang menjadi jawaban atas seruan orang-orang yang tertindas itu barulah permulaannya. Siapakah yang dapat memperkirakan, bahwa lewat tangan lemah yang disalibkan, Dia kemudian meninggalkan warisan yang bernilai kekal dan tak terhingga? Siapakah yang pernah membayangkan hasil karya-Nya yang ajaib dan megahnya musik yang dinyanyikan untuk mengagungkan Pribadi yang telah mati—menanggung hinaan karena dosa dan penolakan kita—demi menunjukkan kasih-Nya yang besar atas kita? —Mart DeHaan

WAWASAN
Sesuai perintah Allah, Musa meminta waktu kepada Firaun agar bangsa Israel diizinkan pergi mempersembahkan korban kepada Allah (Keluaran 5:1). Firaun menanggapinya dengan menambah beban kerja mereka (ay.2-9). Orang-orang Ibrani melampiaskan kemarahan mereka atas ketidakadilan itu kepada Musa dan Harun (ay.19-21). Sebaliknya, Musa bertanya kepada Allah, “Tuhan, mengapakah Kauperlakukan umat ini begitu bengis? Mengapa pula aku yang Kauutus?” (ay.22). Allah menjawab, “Sekarang engkau akan melihat, apa yang akan Kulakukan kepada Firaun“ (5:24). Allah juga mengingatkan Musa bahwa Dia tidak menyatakan Nama-Nya kepada Abraham, Ishak, atau Yakub, tetapi telah menyatakan-Nya kepada Musa (3:13-15). —Tim Gustafson

Dalam hal apa saja kamu dapat melihat tangan Tuhan dengan sabar membentuk hidupmu agar nama-Nya terpatri pada dirimu? Apa perbuatan-Nya hari ini yang mengingatkanmu bahwa kamu adalah anak-Nya?

Bapa Surgawi, berkaryalah di dalam kami dan melalui kami hari ini agar orang lain melihat bahwa segalanya yang kami miliki berasal dari-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Pengkhotbah 7-9; 2 Korintus 13

Handlettering oleh Christa Brilian

Background photo credit: Setiawan Jati

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

9 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!