Jauhi Saja!

Info

Rabu, 18 September 2019

Jauhi Saja!

Baca: 1 Petrus 5:8-10

5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

5:9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.

5:10 Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.

Lawanlah [Iblis] dengan iman yang teguh. —1 Petrus 5:9

Jauhi Saja!

Ali adalah remaja yang cantik, pintar, dan berbakat. Ia juga memiliki orangtua yang sangat sayang kepadanya. Namun selepas SMA, entah mengapa ia tergoda menggunakan heroin. Orangtuanya menyadari perubahan diri Ali dan mengirimnya ke pusat rehabilitasi setelah akhirnya Ali mengakui dampak heroin itu pada dirinya. Setelah menjalani perawatan, Ali ditanya orangtuanya tentang apa yang akan ia sampaikan kepada teman-temannya soal mencoba narkoba. Nasihat Ali: “Jangan coba-coba dan jauhi saja.” Ia menegaskan bahwa “mengatakan ‘tidak’ saja” belumlah cukup.

Tragisnya, Ali kembali kecanduan dan meninggal pada usia 22 tahun karena overdosis. Dalam upaya mencegah orang lain mengalami nasib yang sama, orangtua Ali yang sangat terpukul tampil di program berita lokal dan mendorong para pemirsa agar menjauhi situasi-situasi yang membuat mereka rentan terjerat bahaya narkoba dan ancaman-ancaman lain.

Rasul Paulus mendorong anak rohaninya, Timotius (dan juga kita), untuk lari menjauhi iblis (2Tim. 2:22), dan Rasul Petrus juga memperingatkan hal serupa, “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh” (1ptr. 5:8-9).

Tidak satu pun dari kita kebal godaan. Sering kali hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah sungguh-sungguh menjauhi situasi-situasi yang bisa membuat kita tergoda—walaupun tidak selalu bisa kita hindari. Namun, kita dapat lebih siap menghadapinya dengan iman yang teguh kepada Allah—suatu iman yang berdasarkan keyakinan kepada Alkitab dan dikuatkan melalui doa. Dengan “iman yang teguh”, kita akan tahu kapan harus menjauhi godaan dan mendekat kepada-Nya. —Alyson Kieda

WAWASAN
Alkitab menyatakan banyak hal mengenai musuh rohani kita, Iblis. Petrus—berdasarkan pengalaman kekalahannya yang pahit—memperingatkan kita bahwa “lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya” (1 Petrus 5:8). Sekitar tiga puluh tahun sebelum menulis surat itu, Petrus membual bahwa ia tidak akan pernah menyangkal Yesus (Matius 26:33-35), tetapi dalam kesombongannya, ia tidak sadar dan berjaga-jaga (1 Petrus 5:8). Menurut Yohanes, seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat (1 Yohanes 5:19), tetapi Yesus datang untuk “membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu” (1 Yohanes 3:8). Yesus telah menaklukkan Iblis (Yohanes 12:31; 16:11; Ibrani 2:14), tetapi Iblis diizinkan untuk menyesatkan orang selama waktu yang singkat saja (2 Korintus 11:14). Kesudahan Iblis telah ditetapkan, ia akan “dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, . . . disiksa siang malam sampai selama-lamanya” (Wahyu 20:10). —K.T. Sim

Dalam hal apa saja kamu sangat mudah tergoda? Apa yang selama ini menolongmu untuk mampu bertahan?

Ya Allah, ada banyak sekali godaan di luar sana. Tolonglah kami untuk selalu berjaga-jaga dan berdoa agar tidak jatuh. Terima kasih juga karena Engkau selalu menerima kami kembali di saat kami jatuh.

Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 30-31; 2 Korintus 11:1-15

Handlettering oleh Dinda Sopamena

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

14 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!