“Cuma Tempat Kerja”?

Info

Sabtu, 28 September 2019

“Cuma Tempat Kerja”?

Baca: Efesus 1:15-23

1:15 Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus,

1:16 akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku,

1:17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.

1:18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,

1:19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,

1:20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga,

1:21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.

1:22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.

1:23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

[Kiranya] Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya. —Efesus 1:18

“Cuma Tempat Kerja”?

Saya melayangkan pandangan ke perbukitan hijau di Lancashire, wilayah utara Inggris, dan memperhatikan pagar-pagar batu yang memagari padang tempat domba-domba merumput di sana. Awan putih berarak melintasi langit yang cerah, dan saya menghirup napas dalam-dalam sambil menikmati pemandangan indah yang terhampar di depan mata. Saat saya menceritakan kekaguman saya terhadap pemandangan indah tersebut kepada seorang wanita yang bekerja di pusat retret yang saya kunjungi, ia berkata, “Tahukah kamu, dahulu saya tidak pernah memperhatikan hal itu sebelum para tamu menyebutkannya. Kami sudah bertahun-tahun tinggal di sini; dan ketika dahulu kami bertani, padang hijau itu cuma tempat kerja bagi kami!”

Kita bisa dengan mudah melewatkan anugerah di depan mata kita, terutama keindahan yang sudah menjadi bagian hidup kita sehari-hari. Kita juga bisa dengan mudah melewatkan karya Allah yang indah di dalam dan di sekitar kita setiap hari. Namun, sebagai orang percaya, kita dapat meminta Roh Kudus membuka mata rohani kita agar kita dapat mengerti cara Dia bekerja, seperti yang ditulis Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus. Paulus memohon agar Allah memberikan mereka hikmat dan wahyu untuk lebih mengenal Dia (Ef. 1:17). Ia berdoa agar hati mereka diterangi supaya mereka mengerti pengharapan dari Allah, masa depan yang Dia janjikan, serta kuasa-Nya (ay.18-19).

Roh Kristus yang dikaruniakan Allah dapat membawa kita menyadari karya-Nya di dalam dan melalui diri kita. Bersama Dia, apa yang dahulu kita anggap “cuma tempat kerja” kini kita pahami sebagai tempat yang memancarkan terang dan kemuliaan-Nya. —Amy Boucher Pye

WAWASAN
Doa Paulus dalam pasal pertama surat Efesus (ay.15-23) selaras dengan doanya pada pasal 3 (3:14-21). Bersama-sama, kedua doa tersebut menyatakan bagaimana merasakan kasih, kuasa, dan rencana Allah yang menakjubkan, tak terlukiskan, serta akbar. Doa-doa itu mengingatkan kita bahwa pertumbuhan dalam kasih dan rencana Allah yang tak terbatas membutuhkan lebih dari keinginan dan kemampuan kita sendiri (1:17-19; 3:14-21). “Pengetahuan” yang demikian adalah suatu anugerah dan bukti bahwa Roh Kudus ada bersama kita, di dalam kita. Kedua doa itu memberi kita alasan untuk mendekat kepada Allah secara aktif. Perkataan yang terkandung di dalamnya juga memberi pemahaman tentang apa yang harus dilakukan untuk melawan musuh rohani kita, yaitu dengan mendekat dan bergantung pada Roh Kudus (1:15-17; 6:18). —Mart DeHaan

Di mana kamu melihat karya Allah di sekitarmu? Bagaimana melihat dengan mata rohani dapat membantu kamu?

Ya Yesus, terangilah hidupku, dan bukalah mata serta hatiku agar aku lebih menghayati kebaikan dan anugerah-Mu. Aku ingin menerima kasih-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 5-6; Efesus 1

Handlettering oleh Naomi Prajogo Djuanda

Background photo credit: Setiawan Jati

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

7 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!