Lingkaran Kecil

Info

Sabtu, 31 Agustus 2019

Lingkaran Kecil

Baca: Galatia 5:1,4-14

5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

5:4 Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.

5:5 Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.

5:6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.

5:7 Dahulu kamu berlomba dengan baik. Siapakah yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi?

5:8 Ajakan untuk tidak menurutinya lagi bukan datang dari Dia, yang memanggil kamu.

5:9 Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan.

5:10 Dalam Tuhan aku yakin tentang kamu, bahwa kamu tidak mempunyai pendirian lain dari pada pendirian ini. Tetapi barangsiapa yang mengacaukan kamu, ia akan menanggung hukumannya, siapapun juga dia.

5:11 Dan lagi aku ini, saudara-saudara, jikalau aku masih memberitakan sunat, mengapakah aku masih dianiaya juga? Sebab kalau demikian, salib bukan batu sandungan lagi.

5:12 Baiklah mereka yang menghasut kamu itu mengebirikan saja dirinya!

5:13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.

5:14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!”

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. —Galatia 5:1

Lingkaran Kecil

Seorang teman sekelas memberikan kepada keluarga kami seekor anjing collie yang sudah terlalu tua untuk beranak. Tak lama kemudian kami menyadari bahwa anjing cantik itu pernah menghabiskan sebagian besar hidupnya dikurung di dalam kandang yang kecil. Akibatnya, ia hanya bisa berjalan berputar-putar dalam lingkaran kecil. Ia tidak bisa bermain menangkap barang yang dilemparkan kepadanya, dan tidak bisa lari dengan lurus. Bahkan ketika dilepaskan untuk bermain-main di halaman yang luas, ia mengira masih berada di dalam kandang.

Banyak dari jemaat Kristen mula-mula adalah orang Yahudi yang sudah terbiasa diatur oleh hukum Taurat. Meski hukum itu baik dan diberikan Allah untuk menginsafkan mereka dari dosa serta menuntun mereka kepada Yesus (gal. 3:19-25), sekarang mereka harus menjalani hidup baru dalam iman mereka berdasarkan anugerah Allah dan kemerdekaan dalam Kristus. Namun, mereka masih ragu. Setelah sekian lama diatur sedemikian rupa, mungkinkah mereka benar-benar merdeka?

Bisa jadi kamu menghadapi masalah yang sama. Mungkin kamu bertumbuh dalam gereja-gereja dengan peraturan kaku yang mengekangmu. Sebaliknya, mungkin kamu dibesarkan dalam keluarga yang terlalu terbuka, tetapi sekarang kamu merasa membutuhkan sejumlah aturan untuk membuat hidupmu lebih tertib. Apa pun itu, sekaranglah waktunya menyambut kemerdekaanmu dalam Kristus (gal. 5:1). Yesus Kristus telah memerdekakan kita sehingga kita bisa taat kepada-Nya karena kita mengasihi Dia (yoh. 14:21) dan “[melayani] seorang akan yang lain oleh kasih” (gal. 5:13). Sukacita dan kasih yang besar tersedia bagi mereka yang menyadari bahwa “apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka” (yoh. 8:36). —Mike Wittmer

WAWASAN
Sunat adalah adat yang lazim di Mesir dan Kanaan kuno (Yeremia 9:25), tetapi Allah menjadikan sunat sebagai tanda lahiriah dari perjanjian antara Dia dengan bangsa Israel (Kejadian 17:11). Sunat menjadi semacam lencana kerohanian Yahudi; orang non-Yahudi disebut “bangsa yang tidak bersunat”—mereka berada di luar ikatan perjanjian Allah. Paulus tidak mengecam sunat itu sendiri; ia menyunatkan Timotius—seorang Yunani—karena Timotius melayani orang-orang Yahudi (Kisah Para Rasul 16:1-3). Namun, Paulus menentang orang-orang Yudea yang memaksakan sunat sebagai syarat keselamatan (15:1-2). Dalam sidang di Yerusalem (ay.6-29), gereja mula-mula meneguhkan bahwa keselamatan adalah karena kasih karunia Kristus saja (ay.11). —K.T. Sim

Pernahkah kamu terhalang untuk mengalami kemerdekaan dalam Kristus? Bagaimana kesadaran akan kemerdekaan tersebut memampukanmu untuk melayani sesama?

Tuhan Yesus, tolonglah aku untuk percaya bahwa aku sudah merdeka seperti yang Engkau katakan.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 132-134; 1 Korintus 11:17-34

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

15 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!