Langit Menceritakan Kemuliaan Allah

Info

Kontribusi foto oleh: Putra Anugerah(@putra_ge)

Bulan ini, Indonesia merayakan hari kemerdekaannya yang ke-74. Sepanjang tahun inilah Tuhan telah menyertai perjalanan bangsa kita, dan aku percaya Tuhan ‘kan tetap menyertai dan memberkati bangsa ini.

Aku lahir dan besar di Jakarta. Ibu kota negeri ini yang seringkali disebut dengan kota yang macet, padat, dan juga penuh polusi. Kalau melirik ke hal-hal buruknya, mungkin akan ada lusinan hal yang bisa dikeluhkan. Tapi, meski begitu, di balik segala hal yang terkesan buruk, tentulah ada hal baik yang patut disyukuri.

Ketika tubuh ini telah letih bekerja seharian, aku menengadah ke langit. Aku melihat gugusan awan yang berpendar terkena cahaya jingga matahari senja. Kupikir ada banyak keajaiban yang langit suguhkan padaku, namun aku seringkali tidak menyadarinya. Kulihat matahari yang selalu terbit dan tenggelam, terlepas dari apapun keadaan cuaca. Awan-awan, yang kelihatannya mungkin hanya seperti gumpalan kapas nan ringan, rupa-rupanya adalah benda yang berat. Tatkala aku mencari tahu, kudapati jawaban bahwa bobot segumpal awan adalah sekitar 500 ton, atau setara dengan bobot 100 ekor gajah!

Waw! Aku terkagum. Matahari dan gumpalan awan nan berat itu melayang di angkasa, diciptakan, dan ditopang Allah sendiri! Allah menciptakan segala sesuatu dengan indah.

Merenungkan hal ini, aku diteguhkan bahwa jika Allah sanggup mengendalikan angkasa nan luas dan mendandaninya dengan sedemikian rupawan laksana senja yang kutatap hari ini, bukankah Dia juga sanggup memegang kendali atas bangsa kita dan juga hidup kita?

Mazmur 19:2 mengatakan demikian: “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.”

Aku percaya tangan Tuhan sedang merenda dan mengerjakan kebaikan di tengah bangsa kita. Namun, pertanyaannya adalah: maukah aku dan kamu dipakai-Nya untuk menjadi alat kebaikan-Nya, untuk menunjukkan keagungan, kemuliaan, dan kasih-Nya kepada segenap insan di bangsa ini?

Aku mau selalu mendoakan bangsaku, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanku juga (Yeremia 29:7).

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori 08 - Agustus 2019: Bangga menjadi Indonesia, Ruang Seni Kamu

Ayo berikan komentar yang pertama!

Bagikan Komentar Kamu!