Kisah Sedih

Info

Jumat, 16 Agustus 2019

Kisah Sedih

Baca: 2 Samuel 11:2-15

11:2 Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.

11:3 Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: “Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu.”

11:4 Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.

11:5 Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud, demikian: “Aku mengandung.”

11:6 Lalu Daud menyuruh orang kepada Yoab mengatakan: “Suruhlah Uria, orang Het itu, datang kepadaku.” Maka Yoab menyuruh Uria menghadap Daud.

11:7 Ketika Uria masuk menghadap dia, bertanyalah Daud tentang keadaan Yoab dan tentara dan keadaan perang.

11:8 Kemudian berkatalah Daud kepada Uria: “Pergilah ke rumahmu dan basuhlah kakimu.” Ketika Uria keluar dari istana, maka orang menyusul dia dengan membawa hadiah raja.

11:9 Tetapi Uria membaringkan diri di depan pintu istana bersama-sama hamba tuannya dan tidak pergi ke rumahnya.

11:10 Diberitahukan kepada Daud, demikian: “Uria tidak pergi ke rumahnya.” Lalu berkatalah Daud kepada Uria: “Bukankah engkau baru pulang dari perjalanan? Mengapa engkau tidak pergi ke rumahmu?”

11:11 Tetapi Uria berkata kepada Daud: “Tabut serta orang Israel dan orang Yehuda diam dalam pondok, juga tuanku Yoab dan hamba-hamba tuanku sendiri berkemah di padang; masakan aku pulang ke rumahku untuk makan minum dan tidur dengan isteriku? Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku takkan melakukan hal itu!”

11:12 Kata Daud kepada Uria: “Tinggallah hari ini di sini. Besok aku akan melepas engkau pergi.” Jadi Uria tinggal di Yerusalem pada hari itu. Keesokan harinya

11:13 Daud memanggil dia untuk makan dan minum dengan dia, dan Daud membuatnya mabuk. Pada waktu malam keluarlah Uria untuk berbaring tidur di tempat tidurnya, bersama-sama hamba-hamba tuannya. Ia tidak pergi ke rumahnya.

11:14 Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria.

11:15 Ditulisnya dalam surat itu, demikian: “Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati.”

Hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata Tuhan. —2 Samuel 11:27

Kisah Sedih

Sangatlah menyedihkan mendengar tentang terkuaknya kejahatan yang sudah sekian lama diabaikan—pelecehan seksual terhadap banyak wanita yang dilakukan oleh laki-laki yang berkuasa atas mereka. Saat membaca berita demi berita, hati saya sedih saat mendengar bukti pelecehan seksual yang dilakukan oleh dua laki-laki yang saya kagumi. Gereja pun tidak kebal terhadap masalah ini.

Raja Daud juga harus bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Dikisahkan bahwa pada suatu sore, Daud melihat “seorang perempuan sedang mandi” (2sam. 11:2) dan ia mengingini perempuan itu. Meskipun Batsyeba adalah istri Uria, salah seorang prajuritnya yang setia, Daud tetap merebutnya. Ketika Batsyeba memberi kabar bahwa ia hamil, Daud pun panik. Dengan culas, Daud mengatur supaya Yoab menempatkan Uria di barisan depan supaya ia mati.

Perbuatan Daud yang menyalahgunakan kekuasaan demi merebut Batsyeba dan menyingkirkan Uria itu tidak dapat disembunyikan dan terpampang sangat jelas. Kita harus menghadapi kejahatan kita sendiri.

Kisah-kisah itu juga mendorong kita untuk mewaspadai penyalahgunaan kekuasaan yang terjadi di sekitar kita. Daud adalah “seorang yang berkenan di hati [Allah]” (Kis. 13:22), tetapi ia tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Marilah kita juga dengan bijaksana mengawasi para pemimpin kita agar mereka bertanggung jawab atas kekuasaan yang mereka miliki.

Pengampunan dimungkinkan karena ada kasih karunia Allah. Bila kita membaca lebih jauh, kita membaca bagaimana Daud sangat menyesal (2Sam. 12:13). Syukurlah, hati yang keras masih dapat dilembutkan dan kematian pun diubah menjadi kehidupan. —Winn Collier

WAWASAN
Uria, suami Batsyeba, masuk dalam daftar “para pahlawan” Daud (2 Samuel 23:39). Ia juga disebut orang Het (11:3), salah satu suku Kanaan yang selalu disebutkan dalam daftar bangsa-bangsa yang akan ditundukkan Israel ketika merebut tanah perjanjian (Keluaran 3:8). Orang penting lainnya dari suku Het dalam Perjanjian Lama antara lain Ahimelekh, tentara Daud (1 Samuel 26:6), dan Efron, pemilik gua yang dibeli oleh Abraham untuk menguburkan istrinya, Sara (Kejadian 23:2-20). —Bill Crowder

Mengapa penting untuk mengungkapkan dengan bijaksana penyalahgunaan kekuasaan yang terjadi di sekitar kita? Bagaimana Yesus menunjukkan cara yang benar untuk mempraktikkan kekuasaan yang benar?

Ya Allah, aku tidak tahu apa yang harus kuperbuat dengan segala kebobrokan yang kulihat di dunia dan yang juga ada dalam diriku. Sudilah kiranya Engkau menerangi hati kami dan memulihkan kami.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 94-96; Roma 15:14-33

Background photo credit: Setiawan Jati

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

17 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!