Kamu Letih?

Info

Minggu, 18 Agustus 2019

Kamu Letih?

Baca: 1 Raja-Raja 19:1-9

19:1 Ketika Ahab memberitahukan kepada Izebel segala yang dilakukan Elia dan perihal Elia membunuh semua nabi itu dengan pedang,

19:2 maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: “Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu.”

19:3 Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana.

19:4 Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: “Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.”

19:5 Sesudah itu ia berbaring dan tidur di bawah pohon arar itu. Tetapi tiba-tiba seorang malaikat menyentuh dia serta berkata kepadanya: “Bangunlah, makanlah!”

19:6 Ketika ia melihat sekitarnya, maka pada sebelah kepalanya ada roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. Lalu ia makan dan minum, kemudian berbaring pula.

19:7 Tetapi malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: “Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu.”

19:8 Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

19:9 Di sana masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka firman TUHAN datang kepadanya, demikian: “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?”

Seorang malaikat menyentuh dia serta berkata kepadanya: “Bangunlah, makanlah!” —1 Raja-Raja 19:5

Kamu Letih?

“Adakalanya, secara emosional, kita merasa sudah bekerja sehari penuh hanya dalam waktu satu jam,” tulis Zack Eswine dalam buku The Imperfect Pastor (Gembala Gereja yang Tidak Sempurna). Meski yang dimaksudkannya adalah beban yang sering ditanggung oleh para gembala gereja, pernyataan tersebut juga berlaku bagi setiap dari kita. Beban emosional dan tanggung jawab yang berat dapat menyebabkan kita lelah secara fisik, mental, dan spiritual. Ketika itu terjadi, yang kita inginkan hanyalah tidur.

Dalam 1 Raja-Raja 19, Nabi Elia berada dalam keadaan letih luar biasa. Kita membaca bahwa Ratu Izebel telah mengancam untuk membunuhnya (ay.1-2), setelah ia mengetahui bahwa Elia telah membunuh semua nabi Baal (lihat 18:16-40). Elia begitu takut, sehingga ia lari dan memohon Tuhan mengambil nyawanya (19:3-4).

Dalam ketakutannya, ia berbaring dan tidur. Seorang malaikat menyentuhnya dua kali dan berkata kepadanya: “Bangunlah, makanlah!” (ay.5,7). Setelah yang kedua kali, Elia dikuatkan oleh makanan yang disediakan Allah, lalu “ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya” sampai tiba di sebuah gua (ay.8-9). Di sana, Tuhan datang kepadanya dan mengulangi kembali perintah yang harus Elia kerjakan (ay.9-18)—Elia pun disegarkan sehingga sanggup meneruskan pekerjaan yang ditugaskan Allah kepadanya.

Terkadang kita juga perlu diberi semangat di dalam Tuhan. Penguatan itu bisa hadir lewat pembicaraan dengan seorang saudara seiman, lagu pujian, atau waktu doa dan perenungan Alkitab.

Kamu letih? Serahkanlah bebanmu kepada Allah hari ini, agar kamu disegarkan! Dia akan menanggung bebanmu. —Julie Schwab

WAWASAN
Ahab adalah raja ketujuh dari kerajaan Israel Utara. Istrinya, Izebel, yang terkenal jahat adalah putri raja Sidon. Di bawah pengaruh dan dominasi istrinya (1 Raja-Raja 21:25), Ahab membawa bangsa itu kepada penyembahan Baal dan Asyera, ilah-ilah Kanaan, lebih parah daripada yang pernah dilakukan sebelumnya (16:29-33). Izebel sendiri menafkahi 450 nabi Baal dan 400 nabi Asyera dengan menyediakan makanan bagi mereka (18:19). Ia giat menentang ibadah Yahweh dan membantai nabi-nabi-Nya dengan biadab (ay.4,13). Ia begitu menakutkan hingga nabi besar Elia pun kabur menyelamatkan diri ketika diancam akan dibunuh oleh Izebel (19:2-3). —K.T.Sim

Area mana dalam hidupmu yang dirasa perlu mendapat dorongan semangat? Dorongan seperti apakah itu dan bagaimana kamu dapat memperolehnya?

Allah yang Pengasih, tolonglah aku untuk berpaling kepada-Mu ketika aku letih. Terima kasih, karena di dalam Engkau, aku memperoleh kelegaan.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 100-102; 1 Korintus 1

Handlettering oleh Febronia

Background photo credit: Blake Wisz

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

16 Komentar Kamu

  • .AmiN.

  • kelegaan yang dari Allah Bapa adalah sumber kekuatan di kehidupanku

  • Amin… situasi seperti ini sedang saya alami…Dan benar mendengar lagu pujian membuat hati tenang….Dan membaca bacaan Hari ini mengingat kan Dan menguatkan saya kembali…Kiranya Renungan don’t Hari ini memberkati Kita semua.πŸ™πŸ™πŸ™

  • Sangat memberkati. Terima kasih.

  • Amin

  • amin..

  • Terimakasih Tuhan Engkau slalu ada untuk kami. Terpujilah nama Tuhan skarang dan sampai slamaNya. amin

  • Gatot Kusumo Wijoyo

    haleluyah…Tuhan sumber kelegaan..

  • berdoa adalah jawaban untuk mencari kelegaan di saat susah. terima kasih Tuhan πŸ˜‡

  • Novi Yunita Sihombing

    Terimakasih Tuhan buat FirmanMU hari ini yang sangat bisa menguatkan ku dalam menghadapi beban hidupku saat ini..
    Topang aku Tuhan,beri aku jalan keluar Tuhan atas setiap beban ku saat ini,beri aku kelegaan Tuhan ku atas setiap lelah ku dalam menjalani beban hidupku Tuhan..
    Kuserahkan hidup dan semua beban ku ke dalam tanganMU ya Bapa,engkau yang empunya kuasa atas hidup ku,dalam nama Tuhan Yesus Kristus terjadilah keajaibanMU dan MujizatMU kepadaku πŸ™
    Amin πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡

  • Puji Tuhan, sngat memberkati
    Mat 11:28
    Kiranya setiap kita yg lemah, lelah dan berbeban akan selalu teringat kepada Tuhan sehingga beroleh kelepasan
    Dan kiranya bukan hanya saat dalam kelemahan melainkan lebih2 lagi saat dalam sukacita kita senantiasa teringat akan Dia, karena Allah adalah sumber kehidupan kita, sang Pencipta setiap kita dan segala maklum, dan kiranya penyertaan Tuhan selalu ada untuk kita semua, Tuhan memberkati, amin πŸ™πŸ˜‡

  • *makhluk

    Maaf typo πŸ˜¬πŸ™πŸ™πŸ™

  • Terimakasih, sungguh bacaan yang memberkati πŸ˜€

  • amen..

Bagikan Komentar Kamu!