Terhindar dari Jerat

Info

Senin, 15 Juli 2019

Terhindar dari Jerat

Baca: 1 Timotius 6:6-10

6:6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.

6:7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.

6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.

6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Saya sudah mengenal rahasianya untuk menghadapi keadaan yang bagaimanapun juga. —Filipi 4:12 BIS

Terhindar dari Jerat

Tumbuhan Venus flytrap pertama kali ditemukan di rawa berpasir tidak jauh dari rumah kami di Carolina Utara. Tumbuhan tersebut menarik untuk diamati karena termasuk tumbuhan karnivora atau pemakan daging. Venus flytrap mengeluarkan sari bunga berbau manis yang menjadi jerat warna-warni dengan tampilan menyerupai kelopak bunga yang terbuka. Ketika seekor serangga merayap masuk, sensor-sensor yang terletak di tepi bunga akan bereaksi dan kelopaknya akan langsung menutup serta menjerat serangga itu dalam waktu kurang dari satu detik. Perangkapnya menutup semakin rapat dan mengeluarkan enzim yang menghabisi korban perlahan-lahan, sehingga tumbuhan itu memperoleh nutrisi yang tidak didapatkan dari tanah berpasir tempatnya bertumbuh.

Firman Allah berbicara tentang perangkap lain yang dapat menjerat tanpa terduga. Rasul Paulus memperingatkan Timotius, anak didiknya: “Mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. . . . Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka” (1Tim. 6:9-10).

Uang dan harta dapat menjanjikan kebahagiaan, tetapi ketika hal-hal itu menjadi utama dalam hidup kita, kita pun terancam bahaya. Kita dapat menghindari jerat itu dengan menjalani hidup dalam kerendahan hati yang penuh syukur dan terpusat pada kebaikan Allah yang kita terima melalui Yesus Kristus: “Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar” (1Tim. 6:6).

Segala kekayaan yang fana di dunia ini tidak akan pernah dapat memuaskan kita seperti Allah. Kepuasan yang kekal dan sejati hanya diperoleh melalui hubungan kita dengan Dia. —James Banks

WAWASAN
Paulus banyak mencurahkan hidupnya untuk mendidik para pemuda dalam pelayanan, salah satunya Timotius. Ibu Timotius bernama Eunike, seorang perempuan Yahudi, sedangkan ayahnya seorang Yunani. Neneknya, Lois, juga seorang pengikut Kristus (Kisah Para Rasul 16:1; 2 Timotius 1:5). Tidak diceritakan bagaimana Timotius menjadi orang percaya, tetapi tampaknya karena pengaruh ibu dan neneknya, sebab dalam 2 Timotius 3:14-15 diceritakan bahwa sejak kecil ia telah diajar tentang Kitab Suci “yang dapat memberi hikmat . . . dan menuntun kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.” Paulus mengganggap Timotius sebagai anak, menyebutnya “anakku yang sah di dalam iman” (1 Timotius 1:2). Paulus juga sangat peduli dengan Timotius sehingga walaupun ia sedang berada di penjara Romawi menunggu kematian (2 Timotius 4:6), Paulus menyediakan waktu untuk menulis surat kepada Timotius untuk memberinya semangat dalam pelayanannya di Efesus. —Bill Crowder

Mana yang lebih sering kamu pikirkan: uang atau hubunganmu dengan Allah? Bagaimana kamu dapat memberikan prioritas tertinggi bagi Allah hari ini?

Ya Tuhan, Engkaulah karunia terbesar dalam hidupku! Tolonglah aku untuk hidup dengan rasa puas atas kehadiran-Mu hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 13-15; Kisah Para Rasul 19:21-41

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

18 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!