Siapa Itu?

Info

Jumat, 19 Juli 2019

Siapa Itu?

Baca: Mazmur 24

24:1 Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.

24:2 Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.

24:3 “Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?”

24:4 “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.

24:5 Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.

24:6 Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.” Sela

24:7 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!

24:8 “Siapakah itu Raja Kemuliaan?” “TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!”

24:9 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!

24:10 “Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?” “TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!” Sela

“Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?” “Tuhan semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!” —Mazmur 24:10

Siapa Itu?

Dalam perjalanan pulang dari bulan madu, saya dan suami mengantre untuk memasukkan koper-koper kami ke bagasi di bandara. Saya lalu menyenggol suami saya dan menunjuk ke arah seseorang yang berdiri tak jauh dari kami.

Suami saya melirik, sambil berkata, “Siapa itu?”

Dengan penuh semangat, saya menyebut peran-peran yang pernah dilakoni pria tersebut. Kami pun mendatanginya dan memintanya berfoto bersama. Dua puluh empat tahun kemudian, saya masih senang bercerita tentang pertemuan kami dengan bintang film itu.

Bisa mengenali seorang bintang film memang menyenangkan, tetapi saya bersyukur bisa mengenal satu Pribadi yang jauh lebih penting. “Siapakah itu Raja Kemuliaan?” (Mzm. 24:8). Daud sang pemazmur menyebut Tuhan Mahakuasa sebagai Pencipta, Pemelihara, dan Penguasa segala sesuatu. Ia bernyanyi, “Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai” (ay.1-2). Dalam kekaguman, Daud menyatakan bahwa Tuhan memang di atas segalanya, tetapi tetap dapat ditemui secara pribadi (ay.3-4). Kita dapat mengenal Dia, dikuatkan oleh-Nya, dan mempercayai Dia untuk berperang bagi kita, karena kita hidup bagi Dia (ay.8).

Allah memberi kesempatan kepada kita untuk menyatakan Dia sebagai Pribadi Agung, satu-satunya yang layak diperkenalkan kepada orang lain. Saat kita mencerminkan karakter-Nya, orang-orang yang belum mengenal Dia akan tergerak untuk bertanya, “Siapa Dia?” Seperti Daud, kita dapat mengarahkan mereka kepada Tuhan dengan penuh kekaguman dan menceritakan tentang diri-Nya! —Xochitl Dixon

WAWASAN
Mazmur 24 kerap dipasangkan dengan Mazmur 15 sebagai satu liturgi yang dinyanyikan ketika umat memasuki rumah ibadat untuk beribadah. Dalam Mazmur 24:7-10, Daud menggambarkan betapa Allah layak menerima puji-pujian kita. Dia adalah “Raja Kemuliaan” dan yang “Mahakuasa.” Kata Ibrani untuk “mulia” adalah kãbôd yang berarti “berat, substansi, makna”. Kata ini memberi penekanan pada status Allah dan kemegahan-Nya. Kata yang diterjemahkan sebagai “Mahakuasa” memiliki makna penaklukan dan pemerintahan Allah dalam peperangan atau suatu pasukan. Dua mazmur tersebut juga menggambarkan siapa saja yang boleh datang ke “gunung” Tuhan, yaitu orang “yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil” (15:2), “orang yang bersih tangannya dan murni hatinya” (24:4). Kata Ibrani yang diterjemahkan sebagai frasa “tidak bercela” memiliki arti “tanpa noda.” Pada kitab lain, kata yang sama dipakai untuk menjelaskan korban yang benar (2 Samuel 22:24) dan dapat diterima (Imamat 14:10; 22:19). Akan tetapi, kita tidak mungkin menjadi “benar” atau “tidak bercela” dengan kekuatan kita sendiri. Hanya melalui pengorbanan Kristus kita dapat disebut orang benar (Filipi 3:8-9). —Julie Schwab

Apa yang telah Tuhan tunjukkan kepada kamu tentang diri-Nya? Bagaimana kamu dapat membagikan pengalaman tersebut kepada orang lain?

Tuhan, terima kasih atas berkat sukacita dan hak istimewa untuk mengenal-Mu. Engkau juga memberi kami kesempatan untuk memperkenalkan-Mu kepada sesama kami setiap hari.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 23-25; Kisah Para Rasul 21:18-40

Handlettering oleh Kent Nath

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

11 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!