Realitas yang Tidak Kelihatan

Info

Rabu, 10 Juli 2019

Realitas yang Tidak Kelihatan

Baca: 2 Raja-Raja 6:8-17

6:8 Raja negeri Aram sedang berperang melawan Israel. Ia berunding dengan pegawai-pegawainya, lalu katanya: “Ke tempat ini dan itu haruslah kamu turun menghadang.”

6:9 Tetapi abdi Allah menyuruh orang kepada raja Israel mengatakan: “Awas, jangan lewat dari tempat itu, sebab orang Aram sudah turun menghadang ke sana.”

6:10 Sebab itu raja Israel menyuruh orang-orang ke tempat yang disebutkan abdi Allah kepadanya. Demikianlah Elisa memperingatkan kepadanya, supaya berawas-awas di sana, bukan sekali dua kali saja.

6:11 Lalu mengamuklah hati raja Aram tentang hal itu, maka dipanggilnyalah pegawai-pegawainya, katanya kepada mereka: “Tidakkah dapat kamu memberitahukan kepadaku siapa dari kita memihak kepada raja Israel?”

6:12 Tetapi berkatalah salah seorang pegawainya: “Tidak tuanku raja, melainkan Elisa, nabi yang di Israel, dialah yang memberitahukan kepada raja Israel tentang perkataan yang diucapkan oleh tuanku di kamar tidurmu.”

6:13 Berkatalah raja: “Pergilah melihat, di mana dia, supaya aku menyuruh orang menangkap dia.” Lalu diberitahukanlah kepadanya: “Dia ada di Dotan.”

6:14 Maka dikirimnyalah ke sana kuda serta kereta dan tentara yang besar. Sampailah mereka pada waktu malam, lalu mengepung kota itu.

6:15 Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi ke luar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada di sekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: “Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?”

6:16 Jawabnya: “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.”

6:17 Lalu berdoalah Elisa: “Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.

Berdoalah Elisa: “Ya Tuhan: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” —2 Raja-Raja 6:17

Realitas yang Tidak Kelihatan

Stephen Cass, editor di majalah Discover, bertekad menginvestigasi hal-hal tidak kelihatan yang menjadi bagian kehidupannya sehari-hari. Saat berjalan menuju kantornya di kota New York, ia berpikir, “Seandainya aku bisa melihat gelombang radio, maka puncak gedung Empire State (yang menjadi tempat dari banyak antena radio dan TV) akan bercahaya terang benderang bagaikan nyala sinar yang berwarna-warni dan menerangi seluruh kota.” Ia menyadari dirinya dikelilingi gelombang elektromagnetik yang tidak kasatmata dari sinyal radio dan TV, Wi-Fi, dan lain-lain.

Suatu pagi, bujang atau pelayan Nabi Elisa belajar tentang realitas lain yang juga tidak kelihatan, yakni dunia spiritual yang tidak kasatmata. Ia bangun pagi itu dan mendapati diri serta majikannya sudah dikelilingi oleh pasukan bangsa Aram. Sejauh mata memandang, yang terlihat hanyalah lautan tentara yang duduk di atas kuda dan kereta perang (2Raj. 6:15)! Pelayan itu merasa takut, tetapi Elisa tetap percaya diri karena ia melihat bala tentara malaikat yang mengelilingi mereka. Ia berkata, “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka” (ay.16). Lalu, Elisa meminta Tuhan membuka mata sang pelayan agar juga bisa melihat bahwa Tuhan telah mengelilingi musuh mereka dan Dialah yang memegang kendali (ay.17).

Apakah kamu merasa kepayahan dan tak berdaya? Ingat bahwa Allah tetap memegang kendali dan berperang bagimu. Dia “menyuruh malaikat-Nya menjagai engkau, untuk melindungi engkau ke mana saja engkau pergi” (Mzm. 91:11 bis). —Poh Fang Chia

WAWASAN
Dalam Perjanjian Lama, Aram (2 Raja-raja 6:8) adalah wilayah yang sekarang dikenal sebagai Siria. Ibukotanya, yaitu Damsyik, adalah salah satu kota besar pada zaman kuno dan tetap terkemuka sampai masa Perjanjian Lama. Damsyik merupakan kota tujuan Saul dari Tarsus dalam misinya untuk menganiaya para pengikut Yesus (Kisah Para Rasul 9). —Bill Crowder

Bagaimana kamu bisa belajar mempercayai pertolongan supernatural dari Allah? Bagaimana kepercayaan itu akan mengubah caramu menghadapi kesulitan?

Janganlah takut, Allah selalu menyertai dan berada di pihak kita.

Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 41-42; Kisah Para Rasul 16:22-40

Handlettering oleh Febronia

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

26 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!