Mulai Dari Sekarang

Info

Sabtu, 6 Juli 2019

Mulai Dari Sekarang

Baca: 1 Petrus 4:7-11

4:7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

4:8 Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.

4:9 Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut.

4:10 Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.

4:11 Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain. —1 Petrus 4:8

Mulai Dari Sekarang

Pada akhir Februari 2017, ketika biopsi yang dijalani kakak sulung saya menunjukkan ia terkena kanker, saya berkata kepada teman-teman, “Saya perlu meluangkan waktu sebanyak mungkin bersama Carolyn—mulai dari sekarang.” Sejumlah teman mengatakan bahwa saya memberikan reaksi yang berlebihan terhadap berita itu. Namun, Carolyn meninggal dunia sepuluh bulan kemudian. Saya memang menghabiskan waktu berjam-jam bersamanya, tetapi ketika kita mengasihi seseorang, rasanya tidak pernah ada cukup waktu bagi kita untuk menunjukkan kasih tersebut.

Rasul Petrus menyerukan kepada para pengikut Yesus dalam gereja mula-mula untuk “[mengasihi] sungguh-sungguh seorang akan yang lain” (1ptr. 4:8). Mereka menderita karena penganiayaan dan sangat membutuhkan kasih dari saudara-saudari mereka dalam komunitas Kristen dalam masa-masa sulit tersebut. Karena Allah telah mencurahkan kasih-Nya ke dalam hati mereka, sudah sepatutnya mereka rindu mengasihi orang lain sebagai balasannya. Kasih mereka dapat dinyatakan dengan cara mendoakan orang, menawarkan tumpangan dengan murah hati, dan menyampaikan kebenaran firman Tuhan dengan lembut—semuanya itu “dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah” (ay.9-11). Oleh anugerah-Nya, Allah telah memberikan mereka karunia untuk dapat melayani satu sama lain dengan rela demi maksud baik-Nya, yakni “supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus” (ay.11). Itulah rencana besar Allah yang menggenapi kehendak-Nya melalui kita.

Kita memerlukan orang lain dan orang lain memerlukan kita. Biarlah kita menggunakan seberapapun waktu atau daya yang telah kita terima dari Allah untuk mengasihi mereka—mulai dari sekarang. —Anne Cetas

WAWASAN
Salah satu yang menarik dalam tulisan Petrus adalah sasaran pembacanya. Surat 1 Petrus 1:1 ditujukan kepada “orang-orang pendatang yang tersebar di seluruh provinsi Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia.” Ini adalah lima provinsi Romawi yang ada di Asia Kecil (sekarang Turki). Hal ini menarik karena pelayanan Petrus utamanya ditujukan kepada orang Yahudi, sedangkan Paulus melayani orang non-Yahudi (Galatia 2:9). Oleh karena itu, sebagian besar kegiatan misionaris Paulus adalah memberitakan Injil ke tempat-tempat yang ditulis Petrus ini. Wilayah Asia kecil sebelumnya pernah menerima surat dari Paulus (Galatia 1:1-2). Hal ini menunjukkan bahwa meskipun misi mereka berbeda, Paulus dan Petrus tetap punya kepedulian yang sama terhadap gereja di Galatia, mungkin karena sebagian besar jemaat non-Yahudi di sana telah dipenuhi dengan orang pelarian Yahudi yang kabur dari Yerusalem sehingga mereka menjadi suatu gereja multi-etnis. —Bill Crowder

Bentuk kasih apa yang telah kamu terima dari orang lain? Hal apa yang telah kamu terima dari Allah yang dapat kamu gunakan untuk melayani orang lain hari ini?

Tidak ada yang bernilai kecil dalam pelayanan kepada Allah. Francis de Sales

Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 32-33; Kisah Para Rasul 14

Handlettering oleh Novia Jonatan

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

10 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!