Berakhir Sia-sia

Info

Senin, 29 Juli 2019

Berakhir Sia-sia

Baca: Amsal 7:10-27

7:10 Maka datanglah menyongsong dia seorang perempuan, berpakaian sundal dengan hati licik;

7:11 cerewet dan liat perempuan ini, kakinya tak dapat tenang di rumah,

7:12 sebentar ia di jalan dan sebentar di lapangan, dekat setiap tikungan ia menghadang.

7:13 Lalu dipegangnyalah orang teruna itu dan diciumnya, dengan muka tanpa malu berkatalah ia kepadanya:

7:14 “Aku harus mempersembahkan korban keselamatan, dan pada hari ini telah kubayar nazarku itu.

7:15 Itulah sebabnya aku keluar menyongsong engkau, untuk mencari engkau dan sekarang kudapatkan engkau.

7:16 Telah kubentangkan permadani di atas tempat tidurku, kain lenan beraneka warna dari Mesir.

7:17 Pembaringanku telah kutaburi dengan mur, gaharu dan kayu manis.

7:18 Marilah kita memuaskan berahi hingga pagi hari, dan bersama-sama menikmati asmara.

7:19 Karena suamiku tidak di rumah, ia sedang dalam perjalanan jauh,

7:20 sekantong uang dibawanya, ia baru pulang menjelang bulan purnama.”

7:21 Ia merayu orang muda itu dengan berbagai-bagai bujukan, dengan kelicinan bibir ia menggodanya.

7:22 Maka tiba-tiba orang muda itu mengikuti dia seperti lembu yang dibawa ke pejagalan, dan seperti orang bodoh yang terbelenggu untuk dihukum,

7:23 sampai anak panah menembus hatinya; seperti burung dengan cepat menuju perangkap, dengan tidak sadar, bahwa hidupnya terancam.

7:24 Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, perhatikanlah perkataan mulutku.

7:25 Janganlah hatimu membelok ke jalan-jalan perempuan itu, dan janganlah menyesatkan dirimu di jalan-jalannya.

7:26 Karena banyaklah orang yang gugur ditewaskannya, sangat besarlah jumlah orang yang dibunuhnya.

7:27 Rumahnya adalah jalan ke dunia orang mati, yang menurun ke ruangan-ruangan maut.

Rumahnya adalah jalan ke dunia orang mati, yang menurun ke ruangan-ruangan maut. —Amsal 7:27

Berakhir Sia-sia

Kecanduan heroin adalah hal yang tragis. Seorang pecandu akan menuntut dosis yang semakin dan semakin tinggi demi mencapai tingkat kenikmatan yang sama. Namun, tanpa mereka sadari, dosis tinggi yang mereka cari akan membawa pada akhir yang fatal. Ketika seorang pecandu mendengar kabar tentang seseorang yang meninggal karena overdosis, sangat mungkin pikiran pertama yang muncul dalam benak mereka bukan ketakutan tetapi pertanyaan, “Di mana aku bisa mendapatkan dosis itu?”

C. S. Lewis memperingatkan tentang proses kejatuhan seperti itu dalam novel Screwtape Letters. Di dalamnya, Lewis membayangkan iblis sedang menjelaskan caranya menggoda manusia. Godaan itu dimulai dari kesenangan—bisa dari salah satu kesenangan wajar yang dikaruniakan Allah—dan ditawarkan dengan cara yang dilarang Allah. Setelah orang itu terpancing, kurangi kesenangan itu sambil menggodanya untuk menginginkan lebih banyak. Sediakan “hasrat yang semakin meningkat demi kesenangan yang semakin berkurang,” sampai akhirnya iblis berhasil “merebut jiwa orang itu tanpa perlu memberikan apa pun kepadanya.”

Amsal 7 menggambarkan siklus yang menghancurkan itu dengan godaan dosa seksual. Seks adalah karunia Allah yang baik, tetapi ketika kita mencari kenikmatannya di luar pernikahan, kita “seperti lembu yang dibawa ke pejagalan” (ay.22). Mereka yang mengira dirinya kuat telah menghancurkan diri dengan mengejar kenikmatan yang berbahaya, maka dari itu “perhatikanlah” dan “janganlah hatimu membelok ke jalan-jalan [yang salah]” (ay.24-25). Dosa bisa memikat dan membuat ketagihan, tetapi selalu berakhir dengan kematian (ay.27). Dengan menghindari godaan untuk berdosa, oleh kuasa Allah, kita dapat memperoleh sukacita dan kepuasan sejati di dalam Dia. —Mike Wittmer

WAWASAN
Sebagian besar kitab Amsal ditulis oleh Raja Salomo. Pasal 5-7 menekankan keseriusan bahaya dosa seksual dan diakhiri dengan suatu gambaran tentang seseorang yang jatuh ke dalam godaaan “seperti lembu yang dibawa ke pejagalan” (7:22). Kiasan itu memberikan gambaran bahwa manusia tidak mengetahui kebinasaan yang menanti di depan. Itulah sebabnya Raja Salomo memperingatkan bahwa rumah seorang perempuan sundal adalah “jalan menuju kuburan” (ay. 24-27). —Julie Schwab

Kapan dan di mana kamu menghadapi godaan? Bagaimana kamu bisa memohon hikmat dan pertolongan dari Allah untuk berpaling dari godaan tersebut?

Roh Kudus, aku tahu betapa tidak berdayanya aku untuk menolak godaan. Aku membutuhkan-Mu. Tolonglah aku mengatasinya.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 49-50; Roma 1

Handlettering oleh Mesulam Esther

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

9 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!