Alasan untuk Bermegah

Info

Rabu, 24 Juli 2019

Alasan untuk Bermegah

Baca: Yeremia 9:23-26

9:23 Beginilah firman TUHAN: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,

9:24 tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.”

9:25 “Lihat, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku menghukum orang-orang yang telah bersunat kulit khatannya:

9:26 orang Mesir, orang Yehuda, orang Edom, bani Amon, orang Moab dan semua orang yang berpotong tepi rambutnya berkeliling, orang-orang yang diam di padang gurun, sebab segala bangsa tidak bersunat dan segenap kaum Israel tidak bersunat hatinya.”

Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya. —Yeremia 9:23

Alasan untuk Bermegah

Bagaimana rasanya menjadi sesuatu yang nyata? Pertanyaan menggelitik itu dijawab dalam buku cerita anak The Velveteen Rabbit (Si Kelinci Beludru). Buku itu bercerita tentang mainan-mainan di ruang bermain anak dan perjalanan si kelinci beludru untuk menjadi nyata dengan mengizinkan dirinya dikasihi oleh seorang anak kecil. Salah satu mainan lainnya adalah Si Kuda Tua yang bijaksana. Diceritakan bahwa ia “telah menyaksikan mainan demi mainan mekanik datang silih berganti, berlagak jagoan, tetapi kemudian pelan-pelan rusak . . . dan akhirnya mati.” Pada awalnya gaya dan suara mereka sangat mengagumkan, tetapi akhirnya kesombongan menjadikan mereka tidak bisa dikasihi.

Bermegah dalam kesombongan selalu terlihat hebat di awal, tetapi pada akhirnya, selalu akan redup juga. Nabi Yeremia menuliskan tiga hal yang selalu menjadi alasan orang bermegah: “Kebijaksanaan . . . kekuatan . . . kekayaan” (Yer. 9:23). Nabi tua yang bijaksana itu telah cukup banyak makan asam-garam, sehingga ia menentang kemegahan pada hal-hal tersebut dengan kebenaran Tuhan: “Tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah Tuhan” (ay.24).

Marilah kita, sebagai anak-anak Allah, bermegah tentang Dia, Bapa kita yang baik. Dalam kisah kasih-Nya yang luar biasa, kamu dan saya akan bertumbuh semakin hari semakin nyata. —John Blase

WAWASAN
Sunat bukan sesuatu yang dilakukan hanya oleh orang Israel, tetapi merupakan praktik yang umum dalam dunia kuno, termasuk Mesir dan Kanaan (orang Edom, Moab, dan Amon) sebagaimana dikatakan dalam Yeremia 9:26. Ketika Allah mengadakan perjanjian dengan Abraham, Dia membuat sunat sebagai tanda untuk meneguhkan bahwa orang Yahudi adalah umat perjanjian Allah (Kejadian 17:10-14). Bagi Israel, sunat merupakan simbol pemisahan, kekudusan, dan kesetiaan pada perjanjian. Sunat adalah simbol perubahan hati yang jauh lebih penting (Ulangan 10:16). Musa menjelaskan, “TUHAN, Allahmu, akan menyunat hatimu . . . sehingga engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, supaya engkau hidup” (30:6). Sunat adalah tanda peringatan fisik yang mengingatkan bahwa umat Allah harus memiliki hati yang mengenal, mengasihi, menghormati, dan tunduk kepada Allah (Yeremia 9:24). —K. T. Sim

Pikirkanlah seorang kenalan kamu yang hidupnya menunjukkan bahwa ia “bermegah dalam Tuhan.” Satu hal apa yang dapat kamu teladani dari dirinya pada minggu ini?

Bapa, tolonglah aku mengingat firman-Mu dalam kitab Yeremia. Biarlah aku hanya bermegah karena pengenalan akan Engkau dan akan kebesaran kasih-Mu yang tak pernah berkesudahan.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 35-36; Kisah Para Rasul 25

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

9 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!