Terjaga Sepanjang Malam

Info

Senin, 3 Juni 2019

Terjaga Sepanjang Malam

Baca: Mazmur 63:1-9

63:1 Mazmur Daud, ketika ia ada di padang gurun Yehuda.63:2 Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.

63:3 Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu.

63:4 Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau.

63:5 Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.

63:6 Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji.

63:7 Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, —

63:8 sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai.

63:9 Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.

Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam. —Mazmur 63:7

Terjaga Sepanjang Malam

Saat masih kuliah, libur musim panas saya lalui dengan bekerja di sebuah resor di pegunungan Colorado yang sangat indah. Para karyawan diberi tugas jaga malam secara bergiliran—untuk mengawasi situasi kalau-kalau terjadi kebakaran hutan yang dapat membahayakan tamu-tamu saat tidur. Tugas yang awalnya tampak melelahkan dan tidak dihargai menjadi kesempatan unik bagi saya untuk berdiam diri, merenung, dan menemukan penghiburan dalam hadirat Allah yang kudus.

Raja Daud dengan sungguh-sungguh mencari Allah dan haus akan hadirat-Nya (MZM. 63:2), bahkan dari atas tempat tidurnya di “sepanjang kawal malam” (ay.7). Mazmur tersebut menggambarkan dengan jelas bahwa Daud sedang gelisah. Lewat kata-katanya, mungkin Daud sedang merasakan kesedihan yang mendalam terhadap pemberontakan Absalom, anaknya. Namun, malam hari menjadi waktu bagi Daud untuk menemukan pertolongan dan pemulihan dalam “naungan sayap [Allah]” (ay.8)—dalam kuasa dan hadirat-Nya.

Mungkin kamu juga sedang menghadapi krisis atau kesulitan dalam hidupmu, dan malam hari terasa begitu menggelisahkan. Mungkin ada “Absalom” yang membebani hati dan jiwamu. Atau mungkin, beban-beban lain seperti masalah keluarga, pekerjaan, atau keuangan sering mengusik jam istirahatmu. Kalau itu yang terjadi, anggaplah masa-masa kamu sulit tidur tersebut sebagai kesempatan untuk berseru dan bergantung kepada Allah. Izinkanlah tangan kasih-Nya menopangmu (ay.9). —Evan Morgan, penulis tamu

WAWASAN
Catatan pendahuluan dalam Mazmur 63 berbunyi, “Mazmur Daud, ketika ia ada di padang gurun Yehuda.” Mazmur 61-63 kemungkinan ditulis Daud ketika ia mencari tempat perlindungan semasa pemberontakan putranya, Absalom (2 Samuel 15-18). Apa yang kita ketahui tentang Absalom? Mengapa ia memberontak terhadap ayahnya? Absalom, anak Daud dari Maakha (3:3), adalah pria rupawan yang terkenal dengan rambutnya yang panjang dan tebal (14:25-26). Ketika adiknya yang cantik, Tamar, diperkosa dengan kejam oleh saudara sebapa mereka, Amnon, Absalom melindungi adiknya dan menunggu ayah mereka untuk menghukum Amnon. Dua tahun kemudian, setelah kemarahan Absalom mendidih sementara Daud belum juga turun tangan, Absalom memerintahkan untuk membunuh Amnon, kemudian melarikan diri. Belakangan, ayah dan anak itu berkumpul kembali, tetapi semuanya sudah sangat terlambat. Sikap diam Daud memicu Absalom untuk berusaha merebut takhta. —Alyson Kieda

Bagaimana janji-janji Allah dapat menguatkan kamu di saat menghadapi tantangan yang membuat kamu terjaga pada malam hari? Bagaimana caramu mendekatkan diri kepada Allah pada malam-malam yang sulit seperti itu?

Ya Allah, terima kasih Engkau selalu terjaga dan menemani saya di sepanjang malam.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 19-20; Yohanes 13:21-38

Handlettering oleh Mesulam Esther

Background photo credit: Dennis Agusdianto

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

15 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!