Dalam Kelemahan Kita

Info

Rabu, 19 Juni 2019

Dalam Kelemahan Kita

Baca: Roma 8:1-2,10-17

8:1 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

8:2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.

8:10 Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.

8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

8:12 Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging.

8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”

8:16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita. —Roma 8:26

Dalam Kelemahan Kita

Anne Sheafe Miller meninggal dunia pada tahun 1999 dalam usia 90 tahun, tetapi ia pernah hampir kehilangan nyawanya pada tahun 1942 setelah menderita septicemia (keracunan darah) dari peristiwa keguguran yang dialaminya. Pada saat itu semua perawatan yang diberikan tidak membuahkan hasil. Saat salah seorang pasien di rumah sakit yang merawat Anne bercerita tentang seorang ilmuwan kenalannya yang sedang meneliti obat baru yang sangat manjur, dokter yang menangani Anne mendesak pemerintah untuk memberikan sedikit dari obat baru itu kepada Anne. Hanya dalam satu hari, suhu tubuhnya kembali normal! Obat bernama penisilin itu telah menyelamatkan nyawa Anne.

Sejak kejatuhannya ke dalam dosa, seluruh umat manusia menjadi bobrok secara rohani karena dosa (Rm. 5:12). Hanya kematian dan kebangkitan Yesus serta kuasa Roh Kudus yang sanggup memulihkan kita (8:1-2). Roh Kudus memampukan kita menikmati kehidupan yang berlimpah di dunia dan untuk selamanya di dalam hadirat Allah (ay.3-10). “Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu” (ay.11).

Ketika watak dosa mengancam untuk menguras semangat hidupmu, pandanglah sumber keselamatanmu, Yesus Kristus, dan kiranya kamu dikuatkan oleh kuasa Roh-Nya (ay.11-17). “Roh membantu kita dalam kelemahan kita” dan “sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus” (ay.26-27). —Ruth O’Reilly-Smith

WAWASAN
Dalam kekaisaran Romawi abad pertama, surat Paulus kepada jemaat Roma adalah pernyataan publik yang berani dan berbahaya. Ia menulis kepada para pengikut Yesus yang tinggal dalam ibukota kerajaan, menyatakan ketaatan terhadap Kristus melebihi Kaisar (1:7). Paulus menjelaskan bagaimana kebangkitan Anak Allah telah mengalahkan maut (ps.1-5)—suatu kabar yang lebih baik daripada kemenangan militer Roma. Untuk memperoleh kehidupan kekal, ia menawarkan jalan masuk kepada identitas baru dalam Kristus (ps.6), kebebasan dari kegagalan dari hidup berdasarkan Taurat (ps.7), dan satu jalan untuk hidup selamanya dalam Roh dan kasih Allah (ps.8). —Mart DeHaan

Pada bagian apa kamu perlu mengalami Kristus dan kuasa Roh Kudus? Bagaimana kamu bisa lebih peka terhadap kehadiran dan karya Roh Kudus?

Bapa di surga, terima kasih untuk Anak-Mu yang Kau karuniakan dan kuasa Roh Kudus yang memampukanku menikmati kehidupan sejati di dalam-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Nehemia 12-13; Kisah Para Rasul 4:23-37

Handlettering oleh Septianto Nugroho

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

16 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!